Psikologi Pendidikan: Pelayanan Pendidikan Inklusif

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari humairoh azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan merupakan salah satu sarana pembentukan konsep diri seseorang melalui proses belajar. Selama menempuh pendidikan, pada dasarnya setiap orang berpotensi untuk mengalami hambatan dalam proses belajarnya. Hambatan dalam proses belajar ini bisa hadir dalam beragam bentuk, salah satunya adalah karena adanya perbedaan karakteristik pada diri seseorang. Perbedaan karakteristik yang dimaksud adalah kondisi anak dengan kebutuhan khusus tertentu.
Pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia sendiri, dibagi menjadi pendidikan eksklusif dan pendidikan inklusif. Pendidikan eksklusif adalah sistem pendidikan yang secara spesifik diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pendidikan model ini tentu akan sepenuhnya memfokuskan kualitasnya pada pengembangan sistem pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Lantas apa yang dimaksud dengan Pendidikan Inklusif?
Pendidikan inklusif adalah suatu sistem pendidikan, di mana anak-anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah di sekolah umum. Sekolah umum dengan sistem pendidikan inklusif tentu harus sudah difasilitasi dengan layanan pendukung bagi anak berkebutuhan khusus. Seperti pengadaan guru pendamping, penyediaan alat bantu penunjang, dan lain sebagainya.
Pendidikan inklusif diadakan dengan harapan dapat meniadakan jurang besar perbedaan kualitas belajar bagi anak reguler dengan anak berkebutuhan khusus. Pendidikan inklusif ditujukan untuk menyamaratakan kesempatan belajar bagi siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus.
Penggabungan siswa reguler dengan siswa berkebutuhan dalam satu kelas tentu membutuhkan perencanaan yang lebih matang. Oleh karena itu, penerapan pendidikan inklusif di Indonesia cenderung belum begitu masif. Karena sistem ini tentu membutuhkan pertimbangan mendalam untuk bisa memberikan pendidikan yang setara dan layak bagi setiap anak.
Sekolah dengan sistem pendidikan inklusif tentu juga dituntut untuk mampu memenuhi beberapa kriteria. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa para siswa berkebutuhan khusus tidak tertinggal dalam proses pembelajaran dan tidak menghambat proses pembelajaran siswa reguler. Dengan begitu, tujuan utama pendidikan diharapkan agar tetap terpenuhi dengan baik.
Terdapat beberapa strategi pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada sekolah dengan sistem pendidikan inklusif. Strategi pembelajaran yang dimaksud antara lain adalah sebagaimana berikut:
Strategi pembelajaran deduktif, yaitu pembelajaran dengan cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum, untuk selanjutnya menarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Strategi pembelajaran induktif, yaitu strategi memayungi beberapa metode pembelajaran student-centered seperti pembelajaran berbasis inkuiri, berbasis masalah, berbasis kasus, berbasis proyek, penemuan, dan just-in-time.
Strategi pembelajaran ekspositori, yaitu pembelajaran yang menekankan pada penyampaian materi secara verbal dari guru ke siswa, baik melalui ceramah maupun diskusi.
Strategi pembelajaran heuristik, yaitu pembelajaran yang menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan analitis siswa.
Strategi pembelajaran klasikal, yaitu pembelajaran yang berlangsung antara tenaga pendidik dan juga peserta didik dalam kelompok besar, yaitu seluruh sisa di dalam kelas bekerja sama untuk melakukan kegiatan tanya jawab atau diskusi.
Strategi pembelajaran individualisasi, yaitu pembelajaran yang didasarkan pada kebutuhan, kemampuan, kecepatan, dan cara belajar setiap anak.
Strategi pembelajaran kooperatif, yaitu pembelajaran dengan pendekatan atau strategi penggunaan kelompok-kelompok kecil dengan struktur anggota yang heterogen, sehingga terjadi saling ketergantungan positif, adanya tanggung jawab perorangan, dan komunikasi yang intensif.
Strategi pembelajaran integrasi, yaitu pembelajaran yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu, topik, atau keterampilan ke dalam satu kerangka kerja yang saling terhubung dan bermakna.
Itu dia beberapa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah dengan sistem pendidikan inklusif. Keberhasilan pembelajaran memang tidak dapat dipastikan berhasil seratus persen. Namun, strategi-strategi di atas diharapkan dapat mempermudah jalannya proses pembelajaran.
Terlepas dari semua itu, baik pendidikan eksklusif maupun inklusif tentu memiliki nilai baik dan buruknya masing-masing. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran tetap hanya bisa ditentukan pada usaha sekolah dalam memfasilitasi, usaha para guru untuk menjembatani, usaha orang tua untuk membersamai, serta usaha setiap individu untuk menjadi lebih baik.
