Konten dari Pengguna

Psikologi Pendidikan: Prestasi dan Evaluasi Belajar

humairoh azzahra

humairoh azzahra

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari humairoh azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prestasi dan Evaluasi Belajar - foto berasal dari dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Prestasi dan Evaluasi Belajar - foto berasal dari dokumen pribadi

Prestasi menjadi salah satu hal yang dinilai sebagai tolak ukur keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam proses belajarnya. Prestasi dapat dikatakan sebagai hasil akhir proses belajar berupa penilaian kemampuan pemahaman siswa terhadap suatu bahan ajar. Prestasi umumnya didapatkan setelah siswa melalui proses evaluasi atau ujian penilaian.

Menurut Muhibbin Syah, terdapat tiga ranah yang mejadi indikator dari prestasi belajar. Tiga indikator itu ialah ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. Penilaian terhadap tiga indikator inilah yang menjadi patokan peraihan prestasi belajar pada tingkatan tertentu.

Ranah kognitif umumnya dapat ditinjau melalui serangkaian tes, baik tes tertulis maupun tes lisan. Aspek penilaian ranah kognitif meliputi pengetahuan, pemahaman, dan pengaplikasian ilmu pengetahuan. Ranah kognitif dapat disebut juga dengan cognitive domain.

Selanjutnya adalah ranah afektif atau disebut juga dengan affective domain. Ranah afektif ini dapat dinilai melalui observasi perilaku dan sikap siswa. Aspek penilaiannya meliputi minat, motivasi, dan keterlibatan emosi siswa terhadap bahan ajar tertentu.

Adapun ranah psikomotor adalah ranah yang ditinjau dari keterampilan praktis dan demonstrasi. Ranah ini disebut juga dengan psychomotor domain. Aspek penilaiannya meliputi keterampilan fisik dan keterampilan penggunaan alat-alat tertentu yang berkaitan dengan bahan ajar.

Lebih lanjut, peraihan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal itu terdiri dari kecerdasan, minat, bakat, dan motivasi. Sementara itu, faktor eksternal itu terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial.

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran atau peraihan prestasi belajar, perlu dilakukan proses penilaian atau yang disebut dengan evaluasi. Evaluasi menurut Tardif berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Proses evaluasi yang baik harus dilandaskan pada beberapa prinsip, yaitu kontinuitas, komprehensif, adil, objektif, kooperatif, dan praktis. Adapun jenis-jenis evaluasi adalah evaluasi formatif, evaluasi sumatif, evaluasi prasyarat, dan evaluasi diagnostik. Selain itu, kualitas evaluasi harus dinilai berdasarkan beberapa kriteria, yaitu reable (konsistensi hasil), validitas (sesuai tujuan belajar), objektivitas, diskriminasi (pemisahan tingkat kemampuan), komprehensif, dan mudah penggunaannya.

Evaluasi belajar sendiri dilakukan dengan beberapa alasan, yakni:

  1. Mengetahui tingkat kemajuan kemampuan siswa pada kurun waktu tertentu.

  2. Mengetahui gambaran tingkat efisiensi usaha belajar siswa.

  3. Mengetahui perkiraan kapasitas kognitif siswa.

  4. Mengetahui tingkat efisiensi metode pembelajaran yang diterapkan di kelas.

Dalam proses pembelajaran, evaluasi dan prestasi menjadi dua hal yang tidak terpisahkan. Prestasi merupakan indikator penilaian tingkat keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan belajarnya. Sedangkan, evaluasi merupakan proses penilaian atau tes yang dilakukan pada rentang waktu tertentu terhadap suatu bahan ajar.