Mengenal Duta Damai Pilihan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

To be a good people
Tulisan dari Ibnu Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Kita dapet teman baru, pengalaman baru, dapet ilmu baru. Tapi yang lebih penting lagi kita jadi tahu kondisi Indonesia itu seperti apa," cerita Hasna Salma ketika dirinya menjadi Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Provinsi Jawa Barat, Kamis (5/4).
Beberapa waktu lalu Indonesia digemparkan dengan peristiwa terorisme salah satunya teror bom panci di Bandung. Menjadi seorang duta tak semata-mata memegang jabatan, Hasna menjadi lebih mengerti bagaimana gerakan terorisme seperti itu dan terus menyebarkan virus-virus damai kepada generasi-generasi muda.
Hasna mengatakan Duta Damai sendiri merupakan sebuah gerakan relawan yang dibentuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak 2016. Tujuan adanya Duta Damai sendiri adalah untuk menyebarkan virus-virus perdamaian, mencegah radikalisme, terorisme dan hal-hal yang dapat meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Menjadi Duta Damai juga membantu tugas BNPT karena kita generasi muda lebih tahu geografis di lapangan seperti apa, anak muda sekarang seperti apa pemikirannya. Itulah mengapa BNPT mengadakan Duta Damai," jelasnya.
Saat ini kata dia, sudah ada 10 daerah yang sudah memiliki Duta Damai di mana masing-masing daerah terdapat 60 duta terpilih yang telah diseleksi oleh BNPT. Dari 60 duta itu kemudian dibentuk sebuah kelompok kecil yang di dalamnya terdapat beberapa divisi-divisi di antaranya Informasi Teknologi (IT), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Blogger.
"Setiap kelompok itu dikasih dana operasional untuk melaksanakan program-program yang telah direncanakan saat pelatihan Duta Damai," tambah mahasiswi asal UIN Bandung itu.
Hasna yang terpilih sebagai Duta Damai pada April 2017 lalu mengatakan untuk pemilihan Duta Damai tahun ini 2018 akan menambah cakupan daerah seperti Manado dan Banten. Sementara waktu pelaksanaannya sendiri belum diputuskan.

