Konten dari Pengguna

Berburu 8 Kuliner Terkenal di Semarang dengan Modal Rp 100.000

Indah Salimin

Indah Salimin

Digital Writer

clock

Tulisan dari Indah Salimin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lunpia Gang Lombok Semarang. (Foto: Indah Salimin)
zoom-in-whitePerbesar
Lunpia Gang Lombok Semarang. (Foto: Indah Salimin)

Satu hal yang kadang bikin sedih dari hobi kulineran adalah perut menebal tapi dompet menipis. Tidak bisa dipungkiri, mencoba berbagai kuliner yang bikin penasaran bisa membuat kantong bernasib tragis. Makanya, kita harus pintar memilah makanan apa yang kira-kira hits tapi juga nggak bikin dompet menjerit.

Tapi, hal tersebut enggak terlalu berlaku jika kalian kulineran di Semarang. Pasalnya, harga makanan di kota ini masih tergolong 'ramah'. Bahkan, buat beberapa makanan legendaris dan terkenal, harganya bisa dibilang murah meriah. Bermodal Rp 100.000 saja, kamu akan bisa menjajal bermacam-macam makanan yang ada di Ibukota Jawa Tengah ini.

Siap kulineran nekat dengan modal Rp 100.000 saja? Ini dia beberapa makanan yang bisa kamu coba.

  1. Mi Kopyok Pak Dhuwur-Rp 13.000

Makanan favorit warga Semarang. (Foto: IndahSalimin)

Salah satu hal unik dari Semarang adalah mengenai penjual makanan gerobak dorong. Jika di daerah lain, Abang gerobak dorong biasanya menjual nasi goreng atau bakso, di Semarang kamu akan menemui banyak penjual Mi Kopyok. Makanan ini sejak dulu sangat populer di Semarang dan biasa dijadikan menu sarapan ataupun makan siang.

Satu porsi Mi Kopyok terdiri dari potongan lontong, mi kuning, potongan tahu, taoge kerupuk gendar, dan kuah kaldu nabati.

Tidak adanya unsur daging membuat makanan ini terasa 'ringan'. Apalagi ditambah kuah yang gurih seperti halnya kaldu, dapat dimengerti alasan warga Semarang sangat menggemari masakan ini. Tak heran, penjual Mi Kopyok di Semarang cukup banyak jumlahnya.

Pasangan serasi mi kopyok dan teh hangat. (Foto: Indah Salimin)

Di antara banyaknya penjual Mi Kopyok di Semarang, satu warung yang paling terkenal tak lain dan tak bukan adalah Mi Kopyok Pak Dhuwur. Kamu bisa menemukannya di Jalan Tanjung No 18A, Semarang, tak jauh dari Stasiun Besar Semarang Poncol.

Selain enak dan unik, harga makanan ini juga nggak bikin kantong jebol. Cukup Rp 13.000 saja untuk seporsi Mi Kopyok yang enaknya nampol.

🍴 : Mi Kopyok/Lontong Pak Dhuwur

📍 : Jalan Tanjung No 18A, Semarang

💰 : Porsi biasa Rp 13.000, Porsi jumbo Rp 16.000

⏰ : Setiap hari jam 08.00-16.00 WIB

Ulasan mengenai Mi Kopyok Pak Dhuwur selengkapnya bisa kamu baca di sini.

  1. Bakmi Jawa Pak Gareng-Rp 15.000

Bakmi kuah pedas dan sedap. (Foto: Indah Salimin)

Buat penggemar bakmi khas Jawa, wajib hukumnya mampir ke warung Bakmi Jawa Pak Gareng di Jalan Wotgandul Dalam No.171, Gabahan, Semarang Tengah. Bakmi Jawa Pak Gareng sudah ada sejak tahun 1978 dan menjadi salah satu kuliner yang jangan sampai kamu lewatkan jika kamu berniat menjelajah kuliner khas Semarang.

Pak Gareng hanya punya dua pilihan menu bakmi, yakni bakmi goreng dan bakmi rebus. Tapi nyatanya menu yang terbatas itu tetap mampu membuat pembeli datang terus menerus.

Dari jam 10 pagi hingga jam setengah 12 malam, penikmat bakmi terus memenuhi warung ini. Jika kamu sudah merasakan sendiri racikan bumbu bakmi yang sedepnya bukan main ini, kamu akan memaklumi kenapa pengunjung datang silih berganti.

Duo yang tak tertolak. (Foto: Indah Salimin)

Tiap porsi Bakmi Jawa Pak Gareng dimasak dengan tungku arang yang membuat rasanya menjadi khas. Tambahan lada pada bumbunya menimbulkan cita rasa pedas yang pas. Porsinya pun ideal, tidak terlalu banyak, tapi juga tidak kurang.

Soal harga, Pak Gareng pun sangat murah hati karena hanya membanderol bakminya seharga Rp 15.000 per porsi. Sangat bersahabat untukmu yang ingin kulineran hemat.

🍴 : Bakmi Jawa Pak Gareng

📍 : Jalan Wotgandul Dalam No.171, Gabahan, Semarang Tengah

💰 : Rp 15.000/porsi

⏰ : Setiap hari jam 10.00-23.30 WIB (sampai habis)

  1. Nasi Ayam Bu Sami-Rp 13.000

Porsi original hanya Rp 13.000. (Foto: Indah Salimin)

Buat para wisatawan yang mampir ke Simpang Lima Semarang, pasti melihat deretan kuliner yang berjajar di seberang taman paling terkenal di Semarang ini. Pilihannya beragam mulai dari nasi pecel hingga olahan seafood. Beberapa kiosnya pun tergolong legendaris dan dikenal sampai ke luar kota.

Hanya saja, kadang wisatawan ragu untuk mampir karena ragu dengan harganya. Kuliner yang ada di kawasan Simpang Lima dikenakan tarif yang mahal. Padahal, hal itu sama sekali enggak benar, lho.

Sate mulai dari Rp 5.000. (Foto: Indah Salimin)

Salah satu bukti bahwa kamu bisa tetap kulineran ekonomis di kawasan Simpang Lima adalah dengan mencicipi Nasi Ayam Bu Sami. Seporsi nasi ayam kondang ini bisa kamu santap dengan harga Rp 13.000 saja.

Dalam porsi 'original' tersebut, kamu akan mendapatkan nasi, suwir ayam, sayur jipang, kuah opor, krecek, dan separuh telur bacem. Jika kamu menambah lauk seperti ayam, sate usus atau hati, dan rempela, baru lah harganya bertambah sesuai dengan lauk yang kamu pilih.

Warung Nasi Ayam Bu Sami bisa kamu sambangi di malam hari. Buka sejak pukul 23.00 WIB, warung ini baru tutup menjelang jam 05.00 pagi. Bagi kamu yang suka kulineran malam, maka makanan satu ini jangan sampai kamu lewatkan.

🍴 : Nasi Ayam Bu Sami

📍 : Kawasan Kuliner Simpang Lima Semarang

💰 : Rp 13.000/porsi

⏰ : Setiap hari jam 23.00-05.00 WIB

  1. Nasi Goreng Babat Akbar-Rp 20.000

Nasi Goreng Babat versi ekonomis. (Foto: Indah Salimin)

Satu lagi makanan yang banyak sekali ditemukan di Semarang adalah nasi goreng babat. Tak lekang oleh waktu, nasi goreng dengan tambahan jeroan sapi ini masih terus mampu membuat warga Semarang terpikat. Karenanya, kamu bisa menemukan puluhan penjual nasi goreng babat di seluruh penjuru kota Semarang.

Jika kamu penasaran dengan nasi babat tapi budget kulineranmu terbatas, ada baiknya memilih dengan lebih 'awas'.

Jika ingin kulineran hemat, maka dalam hal memilih nasi babat, kamu harus lebih cermat. Soalnya, beberapa warung yang terkenal mematok harga yang cukup mahal untuk nasi goreng babatnya yakni kisaran Rp 30.000, belum dengan minum dan tambahan telurnya.

Tungku kayu yang membuatnya lebih klasik. (Foto: Indah Salimin)

Untungnya, ada satu warung nasi goreng babat yang enak tapi juga enggak terlalu mahal. Namanya Nasi Goreng Babat Akbar di jalan Anjasmoro Tengah I No.16, Karangayu, Semarang Barat.

Warung nasi goreng babat ini buka dari jam 6 sore hingga jam 10 malam. Untuk seporsi nasi babatnya yang istimewa, Pak Akbar membanderolnya seharga Rp 20.000. Cukup terjangkau untuk ukuran makanan yang biasanya dijual lebih mahal.

🍴 : Nasi Goreng Babat Pak Akbar

📍 : alan Anjasmoro Tengah I No.16, Karangayu, Semarang Barat.

💰 : Rp 20.000/porsi

⏰ : Setiap hari jam 18.00-22.00 WIB

Untuk rekomendasi 5 nasi babat paling terkenal di Semarang, selengkapnya di sini.

  1. Lunpia Gang Lombok-Rp 15.000

Lunpia goreng Gang Lombok. (Foto: Indah Salimin)

Tidak ada orang Semarang yang tidak tahu lunpia. Dan menyebut tentang lunpia, salah satu tempat yang hampir pasti disebut adalah Lunpia Gang Lombok. Lunpia gang lombok punya sejarah panjang dalam perkembangan usahanya.

Bermula dari usaha sederhana oleh Tjoa Thay Joe, pendatang yang kemudian menikahi perempuan lokal, lunpia gang lombok mulai dijual di akhir tahun 1800 atau awal tahun 1900-an.

Pak Untung, generasi keempat yang kini mengelola kios lunpia Gang Lombok pun tidak bisa memberi angka pasti. Yang jelas, makanan ini sudah ada selama sekitar satu abad. Waktu yang lama bagi sebuah usaha kuliner untuk bertahan.

Kios sederhana tapi ramai luar biasa. (Foto: Indah Salimin)

Kamu akan menemui berbagai perjuangan dalam mencicipi lunpia gang lombok. Mulai dari tempatnya yang tersembunyi, kiosnya yang sangat kecil hinggal antreannya yang terus mengerumun, mungkin akan membuat semangatmu turun.

Tapi, percayalah, sama sekali tidak ada ruginya kamu mencoba lunpia kering atau basah dari lunpia paling bersejarah di Semarang ini. Harganya, tidak terlampau mahal, Rp 15.000 untuk tiap porsinya. Setimpal untuk menuntaskan penasaran pada lunpia misterius ini.

🍴 : Lunpia Gang Lombok

📍 : Jalan Gang Lombok No 11 Purwodinatan, Semarang Tengah

💰 : Rp 15.000/porsi

⏰ : Setiap hari jam 09.00-16.00 WIB

Ulasan lengkap mengenai Lunpia Gang Lombok selengkapnya di sini.

  1. Wedang Rempah Mbah Jo-Rp 8.000

Kopi jahe terjosss.(Foto: Indah Salimin)

Kalian yang tinggal atau singgah di Semarang mungkin merasakan beberapa waktu terakhir, hawa di Semarang terutama di malam dan pagi hari terasa lebih dingin dibanding biasanya. Dan jika sebuah pelukan terlalu mahal untuk didapatkan, segelas wedang rempah Mbah Jo yang murah meriah bisa memberimu kehangatan. Pilih saja racikan yang kamu suka. Mulai dari jahe rempah, susu jahe, hingga kunyit temulawak, semua tersedia.

Ada sekitar 28 jenis wedang yang disajikan oleh warung sederhana Mbah Jo. Kamu yang ingin mencobanya, bisa menemukan warung ini di belakang Kantor Gubernur Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Menteri Supeno No 1, Mugassari, Semarang.

Keragaman dan kesaktian wedang-wedangnya ini membuat warungnya tak pernah sepi jadi kamu harus rela mengantre. Sejak buka dari jam 6 pagi sampai tutup di jam 11 malam, kamu tak akan menemukam warung ini lengang. Silih berganti para pencari kehangatan memenuhi tempat ini.

28 jenis wedang di warung Mbah Jo. (Foto: Indah Salimin)

Jika kamu merasa kurang sehat, datangi Mbah Jo, sampaikan keluhan kesehatanmu kepada beliau. Mulai dari flu hingga pegel linu, bisa diredam dengan racikan rempah khusus untukmu. Harganya pun tak mahal, hanya Rp 7.000-8.000 per gelas. Cocok untuk para pemburu kuliner dengan budget terbatas.

🍴 : Warung Wedang Rempah Mbah Jo

📍 : Jalan Menteri Supeno No.1, Mugassari, Semarang.

💰 : Rp 7.000-8.000

⏰ : Minggu - Jumat jam 06.00-23.00 WIB

  1. Es Gempol Pleret-Rp 8.000

Es tradisional gempol pleret. (Foto: Indah Salimin)

Berbeda dengan pagi dan malamnya yang dingin, siang di Semarang luar biasa terik. Untuk itu, saya sarankan kamu mencoba Es Gempol Pleret. Es langka ini memang bukan eksklusif milik warga Semarang. Es Gempol Pleret lebih dikenal sebagai minuman khas Jawa Tengah. Dulu, minuman ini banyak ditemukan di daerah Jepara, Semarang sampai Solo. Akan tetapi, es tradisional ini kini cukup sulit ditemui.

Tapi sebenarnya apa sih Es Gempol Pleret itu? Sesuai namanya Es Gempol Pleret terdiri dari gempol dan pleret. Dua unsur utama es gempol pleret ini sama-sama dibuat dari bahan tepung beras yang dikukus.

Bedanya, gempol biasanya berbentuk bulat dan berwarna putih sedangkan pleret berbentuk pipih dengan warna merah muda. Gempol dan pleret biasa disajikan dengan kuah santan dan gula pasir atau gula jawa resep serta es batu.

Salah satu penjual es gempol pleret yang mulai langka. (Foto: Indah Salimin)

Komposisi Es Gempol Pleret ini menghasilkan cita rasa manis, segar dingin, dan sedikit gurih khas santan. Dinikmati saat Semarang sedang panas-panasnya, amboi segarnya. Harganya pun segar di kantong, lho, teman kumparan, cukup Rp 8.000 saja per porsi.

Temukan es unik ini di:

📍 : Jalan Wotgandul Timur, Kranggan, Semarang Tengah

💰 : Rp 8.000/porsi

⏰ : Setiap hari jam 11.00-17.00 WIB

  1. Angkringan Pak Gik-Rp 2.500

Pilihan nasi yang sangat beragam. (Foto: Indah Salimin)

Berdosa rasanya bagi saya jika membahas kuliner hemat tanpa menyebutkan Pak Gik. Soalnya, pertama kali saya mencoba angkringan ini, saya sampai kegirangan karena makan banyak tapi tetap bisa irit.

Harga makanan di sini memang murah-murah banget. Nasi kucingnya dijual seharga Rp 2.500 per porsi sedangkan berbagai jenis lauk pauknya hanya Rp 500 per buah. Murah banget, kan? Di Semarang saja, sudah sulit menemukan gorengan dengan harga Rp 500.

Selain murah, pilihan makanan dan lauk di sini juga sangat beragam, lho. Untuk pilihan nasi kucingnya, ada nasi sambel ati, nasi sambal teri, nasi pindang yang bisa membuat kamu galau memilih. Selain itu, hamparan gorengan dan lauk yang digelar juga bisa membuatmu galau. Mulai dari tahu petis, tempura, pangsit, bakso, sosis hingga pia-pia, semuanya seakan memanggil-manggil untuk kamu coba. Jika kamu makan dua bungkus nasi dengan tambahan enam buah lauk, kamu hanya akan mengeluarkan Rp 8.000.

Kuliner ekonomis. (Foto: Indah Salimin)

Gimana tertarik mencoba angkringan hits ini? Temukan di angkringan ini di Jalan Inspeksi, Sekayu, Semarang Tengah. Angkringan ini buka dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, sehingga cocok untuk kulineran tengah malam.

🍴 : Angkringan Pak Gik

📍 : Jalan Inspeksi, Sekayu, Semarang Tengah.

💰 : Nasi kucing Rp 2.500/porsi, gorengan Rp 500

⏰ : Setiap hari jam 2300-05.00 WIB

Coba dihitung, deh. Dengan uang Rp 100.000 aja, kamu bisa nyobain 8 makanan terkenal di Semarang ini, lho. Enggak percaya? Yuk, datang ke Semarang dan buktikan.