IFAB Setuju Aturan Pemain Cedera Akibat Adu Kepala Wajib Diganti

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah menyetujui rencana pergantian pemain yang diduga mengalami cedera otak saat bermain.
Dikutip dari FIFA, IFAB yang diwakili oleh Panel Penasihat Sepak Bola dan Teknis (FAP-TAP) mendukung gagasan tersebut dan berharap uji coba dapat dilakukan secepatnya.
Hal ini menyusul adanya perdebatan yang terjadi ketika legenda Timnas Inggris, Sir Bobby Charlton, didiagnosa terkena demensia pada awal November lalu.
Pihak Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengatakan uji coba ini akan dilakukan sesegera mungkin di Liga Inggris mulai Januari 2021. Nantinya, jika ada pemain yang beradu kepala dan diduga mengalami cedera harus diganti meskipun pemain masih bisa sadarkan diri saat mendapat perawatan di lapangan.
Pihak FA dan Liga Inggris sepakat untuk memberi waktu penilaian terhadap pemain selama 3 menit, tetapi Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) mengusulkan waktu 10 menit untuk menilai pemain yang diduga mengalami cedera otak saat bermain.
Dilansir dari FIFA, dalam sebuah pertemuan yang diadakan melalui konferensi video juga membahas mengenai peraturan handball dan offside. Pertemuan yang dipimpin oleh Direktur IFAB dan dihadiri oleh Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Wales menyimpulkan bahwa setiap peraturan harus diterapkan di setiap tingkat permainan.
"Ditekankan kembali bahwa keputusan akhir tetap ada pada wasit dan tidak setiap sentuhan tangan atau lengan pemain dengan bola merupakan pelanggaran. Pada istilah 'lebih besar secara tidak wajar', wasit harus menilai posisi tangan atau lengan dalam kaitannya dengan gerakan pemain," bunyi pernyataan IFAB ketika mengklarifikasi soal peraturan handball.
Sementara, IFAB berencana mengkaji kembali peraturan offside agar permainan lebih atraktif dan dinamis. Usul yang sempat diajukan oleh Arsene Wenger mungkin akan menjadi pertimbangan.
Pria asal Prancis yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global di FIFA pernah mengusulkan, seorang pemain berada dalam posisi onside jika ada bagian tubuhnya yang secara sah dapat mencetak gol sejajar dengan bek terakhir kedua.
