Konten dari Pengguna

Rochy Putiray dan 5 Figur yang Ungkap Kebobrokan Sepak Bola Indonesia

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rochy Putiray dan 5 Figur yang Ungkap Kebobrokan Sepak Bola Indonesia
zoom-in-whitePerbesar

Figur yang ungkap kebobrokan sepak bola Indonesia.

Legenda Timnas Indonesia, Rochy Putiray belakangan menyampaikan pernyataan yang bikin geger. Berbincang dengan Anton Sanjoyo tentang pengaturan pertandingan sepak bola Indonesia, lewat video Youtube dari kanal Asumsi berjudul "Pangeran, Mingguan - BLAK-BLAKKAN SOAL PSSI" pada Minggu (2/12/2018).

Rochy dalam perbincangan tersebut dengan yakin mengatakan juara Liga 1 2018 sudah diatur. Menurutnya Persija Jakarta lah yang akan mengangkat trofi juara di akhir musim. Menurut legenda Arseto Solo tersebut, menonton sepak bola di Indonesia hanya buang-buang waktu, karena “sudah ketahuan juga siapa yang menang."

Anton pun menyambut pernyataan tersebut dengan menanyakan maksud. Rochy kemudian menjawab dengan mengatakan pengaturan pertandingan sudah jelas terlihat dari pertandingan klub-klub sepakbola di Indonesia. Sebagai contoh, Persib Bandung dinilai punya peluang untuk juara tahun ini, “tapi dari awal ‘digembosin’ terus kan."

embed from external kumparan

Pengaturan tersebut, dipaparkan Rochy, memang sudah ada di sepak bola Indonesia sejak kala dirinya masih aktif sebagai pemain. Dirinya mengaku, pada saat bermain “mengalami ditawari juga ada."

Sudah bukan hal baru, Rochy dengan tegas meminta agar hal tersebut segera dibenahi. Menurutnya, bukan tak mungkin Indonesia bisa bersih dari mafia bola, karena “kalau federasinya tegas, otomatis manajemen klub, pelatih, pemain, pasti bisa berjalan ke arah yang benar."

Selain Rochy, beberapa figur sepak bola pun sudah fokal mengungkapkan kebobrokan tiap pertandingan di liga-liga di Indonesia. Berikut lima figur tersebut bersama dengan pernyataannya.

1. Yu Hyun Koo, kapten Sriwijaya FC

Rochy Putiray dan 5 Figur yang Ungkap Kebobrokan Sepak Bola Indonesia (1)
zoom-in-whitePerbesar

Yu Hyun Koo. (Foto: Dok. PT LIB)

Kapten Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo mengaku menerima telepon dari mafia sepak bola. Namun, dirinya mengatakan menolak karena merupakan uang kotor. Sebesar Rp400 juta nilai yang ditawarkan kepadanya, usai laga Sriwijaya FC kontra Bhayangkara FC. Sayangnya, dirinya tak tahu siapa yang menghubunginya saat itu.

Usai kejadian tersebut, Yu langsung lapor ke manajer tim, Ucok Hidayat, karena merasa khawatir akan terlibat masalah karenanya. Dirinya mengaku mafia mengajak bertemu, bahkan aku pemain asal Korea Selatan tersebut, para mafia sempat “paksa-paksa walau saya tidak mau."

embed from external kumparan

Yu punya dasar untuk khawatir dengan mafia sepak bola. Teman-temannya di kampung halaman, diceritakannya, menjadi hancur karena mafia sepak bola. Bahkan, dua sahabat karibnya sampai mengakhiri hidup karena terus dibebani para mafia. “Sekali kita berhubungan dengan mafia bola, sampai kita pensiun sama dia terus. Saya tidak mau begini," kata dia.

2. Anton Sanjoyo, jurnalis senior

Rochy Putiray dan 5 Figur yang Ungkap Kebobrokan Sepak Bola Indonesia (2)
zoom-in-whitePerbesar

Anton Sanjoyo. (Foto: Asumsi/YouTube)

Menurut Anton Sanjoyo, sejak beberapa dekade lalu, karena diisi oleh orang-orang yang kompeten PSSI sudah salah urus. Menurut wartawan olahraga senior tersebut, hal tersebut berujung pada “prestasi sepakbola kita yang memang tidak terlalu bisa dibanggakan."

Puncak permasalahan PSSI datang pada tahun 1998, kala manajer Persikab Endang Sobarna mengungkap adanya mafia wasit di rapat besar PSSI. Menurut Anton, arti dari pengakuan tersebut adalah “permainan-permainan itu sudah ada. Mereda sebentar, tapi itu sudah seperti semacam penyakit."

3. Robert Rene Albert, pelatih PSM Makassar

Rochy Putiray dan 5 Figur yang Ungkap Kebobrokan Sepak Bola Indonesia (3)
zoom-in-whitePerbesar

Robert Albert. (Foto: Dok. PT LIB)

Belakangan, pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert mengaku punya bukti adanya pengaturan laga di Indonesia. Hanya saja, dirinya tak mau terlalu banyak bicara mengenai hal tersebut. Menurutnya, isu tersebut bila dibeberkan pasti laku keras, tapi dirinya mengaku “saya tidak bisa kasih tahu ke kamu."

Pengaturan pertandingan sejatinya sudah dialami Robert Albert kala di Malaysia dan Singapura. Namun, berbeda dengan kedua negara tersebut, orang yang terlibat pengaturan pertandingan di Indonesia, kata Robert, “masih terlihat."

4. Akmal Marhali, koordinator SOS

embed from external kumparan

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, lewat akun instagramnya mengatakan hampir di semua tingkat kompetisi sepak bola terjadi pengaturan skor. Ada tiga dimensi yang dijabarkan, yaitu match acting, yaitu berlaga sesuai skenario yang disiapkan sebelum pertandingan.

Kedua, menurut SOS, mirip sepak bola gajah yaitu match setting. Artinya sedari awal musim, klub yang akan juara sampai tim bakal degradasi sudah ditentukan oleh kelompok tertentu. Ketiga, adalah yang paling akrab di Indonesia, yaitu match fixing. Peran ‘bandar’ begitu signifikan dengan jumlah tawaran tertentu.

“Ironisnya, tiga hal ini menjadi penyakit kronis kompetisi sepak bola nasional,” kata Akmal Marhali.

5. Oknum diduga kapten Persita, Egi Melgiansyah

Rochy Putiray dan 5 Figur yang Ungkap Kebobrokan Sepak Bola Indonesia (4)
zoom-in-whitePerbesar

(Foto: @persita.official/Instagram)

Beberapa hari lalu beredar foto percakapan yang menggegerkan lewat aplikasi WhatsApp mengenai tiga tim yang akan promosi. Obrolan tersebut diduga berasal dari kapten Persita, Egi Melgiansyah yang mengaku sudah mengetahui klub yang akan promosi ke Liga 1. Bahkan, dirinya sudah tahu sejak babak penyisihan.

embed from external kumparan

Dalam foto percakapan itu, disebut ada PSS Sleman, Semen Padang dan Kalteng Putra yang akan lolos ke Liga 1 2019. Sementara klub Egi, Persita Tangerang menjadi tim yang tidak lolos. "Buat apa kita main, capek-capek doang kalau hasilnya sudah ada yang nentuin," kata sosok yang diduga Egi tersebut.

Hasilnya, Kalteng Putra menundukkan Persita dengan skor 2-0 di Stadion Pakansari, Selasa (4/12/2018) 15.00 WIB. Gol dicetak Dendi Agustan Maulana ('12) dan I Made Wirahadi ('19). 'Laskar Isen Mulang' kini menyusul PSS Sleman dan Semen Padang, sama seperti yang dikatakan ‘Egi’ tersebut. (bob).