Hubungan Konsumsi Minuman Energi dengan Dehidrasi
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsumsi minuman energi memang sering dilakukan untuk menambah tenaga atau konsentrasi. Namun, ada konsekuensi kesehatan yang jarang disadari, salah satunya risiko dehidrasi. Hubungan konsumsi minuman energi dengan dehidrasi perlu menjadi perhatian agar penggunaan minuman ini tetap aman.
Konsumsi Minuman Energi dan Potensi Risiko Dehidrasi
Minuman energi kerap digunakan untuk mengatasi lelah, terutama saat beraktivitas berat. Namun, efek samping seperti dehidrasi patut diwaspadai. Ahmed Abdulrahman Alsunni dalam Energy Drink Consumption: Beneficial and Adverse Health Effects menyebut kandungan dalam minuman energi dapat mempengaruhi cairan tubuh secara signifikan.
Apa Saja Kandungan dalam Minuman Energi yang Mempengaruhi Cairan Tubuh?
Kebanyakan minuman energi mengandung bahan aktif yang dapat menggeser keseimbangan cairan.
Kafein dan Efek Diuretiknya
Kafein termasuk stimulan yang memicu peningkatan produksi urine. Sifat diuretik ini berpotensi mempercepat pengeluaran cairan tubuh sehingga risiko dehidrasi ikut naik.
Gula dan Ketidakseimbangan Elektrolit
Gula dengan kadar tinggi dalam minuman energi tak hanya meningkatkan energi, namun juga bisa berdampak pada keseimbangan elektrolit. Tubuh dapat menarik cairan dari jaringan demi menetralkan kadar gula, sehingga menyebabkan dehidrasi ringan.
Bagaimana Konsumsi Minuman Energi Dapat Menyebabkan Dehidrasi?
Dehidrasi bisa muncul akibat reaksi fisiologis yang ditimbulkan oleh minuman energi.
Mekanisme Dehidrasi Akibat Minuman Energi
Perpaduan kafein dan gula akan memperbanyak cairan yang dikeluarkan lewat urine. Bila tidak diimbangi asupan air yang cukup, tubuh akan kekurangan cairan.
Studi tentang Hubungan Minuman Energi dan Dehidrasi
Sejumlah penelitian yang dicantumkan dalam jurnal Ahmed Abdulrahman Alsunni menyimpulkan risiko dehidrasi meningkat, terutama pada orang yang melakukan aktivitas fisik berat setelah konsumsi minuman energi.
Tips Mengonsumsi Minuman Energi agar Tidak Menyebabkan Dehidrasi
Agar tubuh tetap terhidrasi, ada beberapa siasat aman yang bisa diterapkan.
Rekomendasi Konsumsi Sehat
Batasi konsumsi minuman energi maksimal satu porsi per hari, dan usahakan selalu minum air putih setelahnya. Pantau tanda-tanda dehidrasi seperti haus berlebihan atau mulut kering.
Alternatif Minuman yang Lebih Aman
Untuk memulihkan tenaga tanpa risiko dehidrasi, air putih dan minuman isotonik tanpa kafein menjadi pilihan utama. Keduanya mampu menjaga keseimbangan cairan tubuh lebih baik dibandingkan minuman energi.
Kesimpulan: Bijak dalam Mengonsumsi Minuman Energi
Hubungan konsumsi minuman energi dengan dehidrasi memang nyata dan tak boleh dianggap sepele. Memahami cara kerja kafein dan gula terhadap cairan tubuh bisa membantu mengambil keputusan yang lebih bijak. Lakukan pembatasan konsumsi serta pilih minuman yang lebih aman jika tubuh memerlukan hidrasi optimal, terutama saat aktivitas intens.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)
Baca juga: Cara Mengatur Konsumsi Air agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa