Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater agar Lekas Tertangani oleh Ahli

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Kristina Tripkovic
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Kristina Tripkovic

Ciri-ciri orang harus ke psikiater merupakan pengetahuan penting bagi manusia sebagai makhluk hidup yang perlu menjaga kesehatan jiwa. Orang yang perlu melakukan konsultasi ke psikiater tidak harus sakit atau sudah mengalami gangguan jiwa.

Setiap orang dapat melakukan konsultasi jika merasa diri membutuhkan penanganan kejiwaan. Salah satu contoh adalah diri merasa perlu mengetahui penyebab perubahan suasana hati yang terlampau ekstrem.

5 Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater yang Perlu Diketahui

Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Megan te Boekhorst

Dikutip dari buku Aku (Tidak) Menyerah: Taklukkan Burnoutmu, Nyalakan Kembali Semangatmu, Sapiie, dkk. (2021: 212), psikiater adalah seseorang yang memiliki gelar dokter umum yang kemudian mengambil pendidikan spesialis kesehatan jiwa (psikiatri).

Psikiater sebagai dokter spesialis kesehatan jiwa merupakan pihak yang dapat membantu manusia untuk melakukan konsultasi, memperoleh diagnosis, serta mendapatkan perawatan kejiwaan. Setiap orang mempunyai hak untuk pergi ke psikiater.

Setiap orang memang dapat pergi ke psikiater, meskipun dirinya merasa belum memiliki gangguan kesehatan jiwa. Namun, orang dengan ciri-ciri tertentu justru perlu segera datang ke psikiater. Berikut ini adalah lima contoh ciri-ciri orang harus ke psikiater.

1. Perasaan Cemas yang Berlebihan

Cemas yang berlebihan menjadi tanda bahwa perlu mendapatkan penanganan kejiwaan. Meskipun tidak sakit atau memiliki riwayat kejiwaan tertentu, datang ke psikiater dapat membantu seseorang menggali penyebab dan cara mengatasi kecemasan.

2. Perilaku Menyakiti Diri Sendiri

Perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri merupakan tanda bahwa seseorang perlu datang ke psikiater. Perilaku tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan jiwa, contohnya isyarat bunuh diri (suicide gesture).

Dikutip dari buku Keperawatan Kesehatan Jiwa 1, Wuryaningsih, dkk. (2020: 156), isyarat bunuh diri merupakan sebuah usaha melukai dirinya sendiri oleh seseorang yang tidak memiliki niat atau harapan untuk meninggal. Namun, orang lain menganggap kegiatan melukai diri tersebut sebagai upaya untuk bunuh diri.

3. Perubahan Ekstrem pada Pola Makan atau Pola Tidur

Perubahan ekstrem pada pola makan atau pola tidur juga dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Hal itu dapat terjadi karena orang yang mengalami stres berat atau depresi dapat mengalami penurunan nafsu makan.

Beberapa lainnya bahkan makan secara berlebihan untuk melupakan masalah atau tekanan emosional. Hal itu juga terjadi pada pola tidur. Orang dengan beban psikologis besar dapat menjadi sulit tidur atau justru tertidur dalam waktu lama.

4. Perubahan Ekstrem pada Suasana Hati

Perubahan ekstrem pada suasana hati juga menjadi tanda perlu ke psikiater. Suasana hati manusia memang dapat berubah karena manusia dapat mengalami perasaan senang, sedih, marah, kecewa, dan sebagainya.

Namun, perasaan yang terlalu sering berubah atau sangat intens bisa saja terjadi karena masalah psikologis. Beberapa di antaranya adalah stres berat, pengalaman traumatis, perubahan hormon, atau gejala lain.

5. Sulit Membedakan Kenyataan dan Pikiran Sendiri

Sulit membedakan kenyataan dan pikiran sendiri juga menjadi tanda bahwa seseorang perlu melakukan konsultasi ke psikiater. Kesulitan seperti itu dapat mengarah pada tanda gangguan jiwa.

Namun, benar atau tidaknya tanda tersebut sebagai gangguan jiwa membutuhkan observasi secara lanjut. Observasi tersebut hanya dapat dilakukan oleh ahli, yakni dokter spesialis kesehatan jiwa.

Baca juga: Perbedaan Psikolog dan Psikiater yang Belum Banyak Diketahui Orang

Ciri-ciri orang harus ke psikiater dalam uraian di atas hanya lima dari sekian banyak contoh dalam kehidupan manusia. Sejatinya, pergi ke psikiater bukan hanya karena sakit. Pergi ke psikiater merupakan bentuk kepedulian untuk merawat kesehatan jiwa. (AA)