Konten dari Pengguna

8 Cara Mengatasi Shopaholic dengan Langkah Tepat

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengatasi Shopaholic. Foto: dok. Unsplash/freestocks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengatasi Shopaholic. Foto: dok. Unsplash/freestocks

Cara mengatasi shopaholic adalah dengan mengurangi intensitas pergi ke pusat perbelanjaan. Hal ini dapat dicoba untuk diterapkan agar bisa menghentikan kebiasaan gila belanja yang berdampak buruk bagi kehidupan seseorang.

Dengan melakukan serangkaian cara untuk mengatasi kebiasaan shopaholic pada seseorang, maka aktivitas belanja barang yang tidak dibutuhkan dapat berkurang secara signifikan.

Cara Mengatasi Shopaholic dengan Langkah Jitu

Ilustrasi Cara Mengatasi Shopaholic. Foto: dok. Unsplash/freestocks

Dikutip dari buku The Power of Personal Finance for Children, Peter Garlans Sina (2017: 14), seorang shopaholic cenderung suka menghabiskan uang untuk membeli dan belanja barang-barang yang tidak penting.

Bahkan seorang yang shopaholic menganggap belanja sebagai salah satu rutinitas yang harus dilakukan. Gaya hidup shopaholic ini dapat mengganggu kesehatan dan stabilitas keuangan keluarga.

Seseorang dapat dikatakan sebagai shopaholic jika sering kali berbelanja secara impulsif atau karena keinginan sesaat. Biasanya, ketika di toko ia tertarik melihat barang dan langsung membeli meskipun tidak sedang membutuhkan.

Seseorang yang shopaholic juga cenderung tidak merasa bersalah atau menyesal setelah belanja. Hal tersebut membuktikan bahwa shopaholic memberikan dampak buruk bagi kehidupan seseorang. Maka dari itu, perlu diketahui cara mengatasi shopaholic dengan langkah yang tepat. Berikut ini beberapa cara yang dapat diterapkan:

  1. Mengurangi kebiasaan untuk pergi ke pusat perbelanjaan.

  2. Menyadari dan mengakui bahwa kebiasaan shopaholic dapat memberikan kerugian dalam jangka panjang khususnya dari segi keuangan.

  3. Coba bicarakan masalah yang sedang dihadapi dan apa saja pemicunya kepada orang-orang terdekat yang dipercaya, seperti keluarga, saudara, atau pasangan

  4. Meminta bantuan pasangan atau keluarga terdekat untuk mengambil alih kendali atas pengelolaan keuangan.

  5. Cari alternatif kegiatan menyenangkan lainnya yang dapat dilakukan selain belanja, contohnya mendengarkan lagu, menonton film atau membaca.

  6. Alihkan dan coba tenangkan pikiran ketika mulai merasa resah untuk membeli produk yang dilihatnya.

  7. Kurangi atau bahkan hindari penggunaan kartu kredit untuk berbelanja agar dapat mencegah dan mengontrol pembelian barang secara impulsif.

  8. Ajak teman atau keluarga yang pandai mengatur keuangan dan relatif lebih hemat untuk berbelanja.

Sekian cara mengatasi shopaholic yang dapat dicoba. Lakukan upaya tersebut secara konsisten dengan kemauan yang tinggi. Semoga berhasil, ya! (DAP)