10 Contoh Puisi Bebas dengan Berbagai Tema

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi bebas merupakan salah satu jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Contoh puisi bebas dengan berbagai tema dapat memberikan panduan penulisan bagi pengarang dalam penggunaan bahasa dan struktur.
Mengutip dari buku Bahasa Indonesia 5B Kelas 5 SD Semester 2,Engkos Kosasih & Firseptiansyah, (2007), puisi merupakan bentuk kesusastraan yang paling tua. Dalam puisi, pengarang dapat mengungkapkan apa yang dirasakan, dialami, atau dipikirkan.
Pembuatan ide puisi bebas ditentukan oleh pengarangnya sendiri dengan memilih berbagai tema, misalnya tema religius, tema kemanusiaan, tema pahlawan, tema percintaan, tema demokrasi dan lain-lain.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
10 Contoh Puisi Bebas
Berikut beberapa contoh puisi bebas dengan berbagai tema supaya mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai puisi bebas ini:
1. Bercengkrama dengan Alam
Mengutip dari buku Koleksi Puisi Bebas Bumi, Banjir, dan Garis Edisi Kedua, Dr. rer. nat Apolonia Diana Sherly da Costa, M.Sc , (2020), berikut contoh puisi dengan judul Bercengkrama dengan Alam:
Aliran air gunung titisan surga, bergelinang deras di sungai-sungai kering
Berlian pasir pantai tersembunyi rintisan paduka Airlangga, bergelimang cerdas, di rantai-rantai bakau
Mengetuk pintu langit, lukiskan pelangi, pintanya
Meretak restu pahit, liriskan suangi, pintalannya
Rebah ... rebah ... rebah ...
Bangkit ... bangkit ... bangkit
Alam raya berseteru dalam hening, cuman manusia bumi saja enggan peka,
Gumam suara bermerdu seram tinting, ciuman raga tuli memuja sungkan dewa
Malam remanya berderu haram sering, candaan rusa bumi ada nun angan seka
Tumbal biara berkeredung bolam kuning, pendiam sara kuli surga temukan hawa
Selam dermanya berguru palam bening, sandaran rasa bumi tiara nan ingin jasa
Murni hati ... munafik akal
Semesta marah ... muluk sangkal
Suci mari ... arif abal
Pesta meriah ... buluk pangkal
Pendusta muram ... duduk ria dangkal senang
Peci malam ... suntuk doa pangkal tenang
Aduhai ... bumi, semesta, pendusta, dan pemurni raga ...
Abadi ... ukiri, selaksa harta, pendewa takhta dan penulis sara ...
2. Ananda Cinta dan Aurora Bunda
Mengutip dari buku yang sama, berikut contoh puisi dengan judul Ananda Cinta dan Aurora Bunda:
Empat pria tampan lucu dan pemalu
Sempat kusiakan umpan lugu nan perayu
Mencuri pandang pelit sendaku toleh, lalu membentang sayap kasmaran
Memburu tiang langit cintaku malah, nyilu membenteng kelap lamaran
Aku menyentuh ilusi, mengipas asap-asap api asmara mereka
Bukan kekasih kukejar, temukan saudara kugemar
Aku mematuh basi, mengupas saraf-saraf berlari, ananda cinta
Iyakan durasi pasti, membias taraf-taraf berduri, aurora bunda
Usia ananda jauh di bawah bumi, terus kalian berpacu, deras aliran air mata bercucur lantas ...
Manusia membuta raih di celah damai, lurus sangkaan berlaju, laras barisan juananda bercucu pantas ...
Ananda cinta demi apa kau lelah berkorban cinta?
Aurora bundamu minta kau tepi asa halau salah rabun cintamu ...
3. Taman
Mengutip dari buku Puisi dan Prosa Lengkap, Chairil Anwar, (1970:10-24), berikut contoh puisi bebas karya Chairil Anwar:
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan 'nusia.
4. Aku
Mengutip dari buku Puisi dan Prosa Lengkap, Chairil Anwar, (1970:10-24), berikut contoh puisi bebas karya Chairil Anwar:
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.
5. Cintaku Jauh di Pulau
Mengutip dari buku buku Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar, Rivai Apin dan Asrul Sani, (1950), berikut contoh puisi bebas karya Chairil Anwar:
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan olé-olé buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak "kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja."
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
Kalau ku mati, dia mati iseng sendiri.
6. Surat Cinta
Mengutip dari buku Yuk, Nulis Puisi, Tjahjono Widarmanto (2018:78-82), berikut puisi bebas tema cinta yang ditulis oleh W.S. Rendra:
Kutulis surat ini kala hujan gerimis
Bagai bunyi tambur anak-anak peri dunia yang gaib
Dan angin mendesah
Mengeluh dan mendesah
“Wahai, dik Narti,
Aku cinta kepadamu!”
Kutulis surat ini
Kala langit menangis
Dan dua ekor belibis
Bercintaan dalam kolam
Bagai dua anak nakal
Jenaka dan manis
Mengibaskan ekor
Serta menggetarkan bulu-bulunya,
“Wahai, dik Narti,
Kupinang engkau menjadi isteriku!”
Kaki-kaki hujan yang runcing
Menyentuhkan ujungnya di bumi
Kaki-kaki cinta yang tegas
Bagai logam berat gemerlapan
Menempuh ke muka
Dan tak kan kunjung diundurkan
Selusin malaikat
Telah turun
Di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
Mereka berkaca dan mencuci rambutnya
Untuk ke pesta
Wahai, dik Narti,
Dengan pakaian pengantin yang anggun
Bunga-bunga serta keris keramat
Aku ingin membimbingmu ke altar
Untuk dikawinkan
Aku melamarmu
Kau tahu dari dulu
Tiada lebih buruk
Dan tiada lebih baik dari yang lain
Penyair dari kehidupan sehari-hari
Orang yang bermula dari kata
Kata yang bermula dari
Kehidupan, pikir, dan rasa
Semangat kehidupan yang kuat
Bagai berjuta-juta jarum alit
Menusuki kaki langit:
Kantong rejeki dan restu wingit
Lalu tumpahlah gerimis
Angin dan cinta
Mendesah dalam gerimis
Semangat cintaku yang kuat
Bagai seribu tangan gaib
Menyebarkan seribu jaring
Menyergap hatimu
Yang selalu tersenyum padaku
Engkau adalah putri duyung tawananku
Putri duyung dengan suara merdu lembut
Bagai angin laut,
Dengan ratapnya yang merdu
Engkau adalah putri duyung
Tergolek lemas
Mengejap-ngejapkan matanya yang indah
Dalam jaringku
Wahai, putri duyung,
Aku menjaringmu
Aku melamarmu
Wahai, dik Narti,
Kuingin dikau
Menjadi ibu anak-anakku!
7. Bunga gugur
Mengutip dari buku Puisi-puisi Cinta, Bentang Pustaka, W.S Rendra, (1-35, 2015), berikut contoh puisi bebas karya W.S Rendra:
Bunga gugur
di atas nyawa yang gugur
gugurlah semua yang bersamanya
Kekasihku.
di atas tempatmu terkubur
gugurlah segala hal ikhwal antara kita.
Baiklah kita ikhlaskan saja
tiada janji ‘kan jumpa di sorga
karena di sorga tiada kita ‘kan perlu asmara.
Asmara cuma lahir di bumi
(di mana segala berujung di tanah mati)
ia mengikuti hidup manusia
dan kalau hidup sendiri telah gugur
gugur pula ia bersama sama.
Ada tertinggal sedikit kenangan
tapi semata tiada lebih dari penipuan
atau semacam pencegah bunuh diri.
Mungkin ada pula kesedihan
itu baginya semacam harga atau kehormatan
yang sebentar akan pula berantakan.
Kekasihku.
Gugur, ya, gugur
semua gugur
hidup, asmara, embun di bunga
yang kita ambil cuma yang berguna.
8. Telah Satu
Mengutip dari buku berjudul Puisi-Puisi Cinta, WS.Rendra (1-35, 2015), berikut salah satu puisi bebas WS. Rendra yang sangat populer dan melegenda.
Gelisahmu adalah gelisahku.
Berjalanlah kita bergandengan
dalam hidup yang nyata,
dan kita cintai.
Lama kita saling bertatap mata
dan makin mengerti
tak lagi bisa dipisahkan.
Engkau adalah peniti
yang telah disematkan.
Aku adalah kapal
yang telah berlabuh dan ditambatkan.
Kita berdua adalah lava
yang tak bisa lagi diuraikan.
9. Pantai
Mengutip buku Ayo Belajar Berbahasa Indonesia, Muh. Darisman S.Pd. dkk, (2002:43), berikut contoh puisi bebas tentang keindahan laut:
Ke pantai
Bertamasya bersama keluarga
Melihat pemandangan pantai karang
Di kejauhan sudah kudengar
Suara ombak memecah batu karang
Aku segera berlari mendekat
Menyaksikan ombak yang bergulung-gulung
Merasakan kelembutan pasir putih
Menikmati hembusan semilir angin
Tiada bosan kunikmati
Tiada jenuh kurasakan
Tiada henti kukagumi
Indah tiada tara ciptaan-Nya
10. Berlayar Jauh
Mengutip dari buku yang berjudul Aku, Kamu, dan Laut, Jagat Alit, (2018:10&50), berikut adalah contoh puisi bebas tentang keindahan lautp
Pada pagi hari dibisikkan bahwa kita harus berlayar dengan perahu,
hanya kamu dan aku,
dan tidak akan pernah ada seorang pun di dunia ini yang tahu
tentang ziarah kita ini ke negara mana pun dan tanpa akhir.
Di lautan tak bertepi itu,
pada senyummu yang mendengarkan dengan diam,
lagu-laguku akan membengkak dalam melodi,
bebas seperti ombak, bebas dari semua ikatan kata-kata.
Apakah waktunya belum tiba?
Apakah masih ada pekerjaan yang harus dilakukan?
Lihatlah, malam telah tiba di pantai
dan dalam cahaya redup burung-burung laut terbang ke sarang mereka.
Siapa yang tahu kapan rantai akan dilepas,
dan perahu, seperti cahaya matahari terbenam yang terakhir,
menghilang di malam hari?
Itulah contoh puisi bebas dengan berbagai tema penuh makna yang menyentuh hati. (APR)
Baca Juga: 10 Puisi tentang Pendidikan 5 Bait untuk Referensi
