Konten dari Pengguna

10 Contoh Puisi Bebas dengan Berbagai Tema

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Puisi Bebas. Unsplash/Thaought Catalog.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Puisi Bebas. Unsplash/Thaought Catalog.

Puisi bebas merupakan salah satu jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Contoh puisi bebas dengan berbagai tema dapat memberikan panduan penulisan bagi pengarang dalam penggunaan bahasa dan struktur.

Mengutip dari buku Bahasa Indonesia 5B Kelas 5 SD Semester 2,Engkos Kosasih & Firseptiansyah, (2007), puisi merupakan bentuk kesusastraan yang paling tua. Dalam puisi, pengarang dapat mengungkapkan apa yang dirasakan, dialami, atau dipikirkan.

Pembuatan ide puisi bebas ditentukan oleh pengarangnya sendiri dengan memilih berbagai tema, misalnya tema religius, tema kemanusiaan, tema pahlawan, tema percintaan, tema demokrasi dan lain-lain.

Daftar isi

10 Contoh Puisi Bebas

Ilustrasi Contoh Puisi Bebas. Unsplash/Thaought Catalog.

Berikut beberapa contoh puisi bebas dengan berbagai tema supaya mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai puisi bebas ini:

1. Bercengkrama dengan Alam

Mengutip dari buku Koleksi Puisi Bebas Bumi, Banjir, dan Garis Edisi Kedua, Dr. rer. nat Apolonia Diana Sherly da Costa, M.Sc , (2020), berikut contoh puisi dengan judul Bercengkrama dengan Alam:

Aliran air gunung titisan surga, bergelinang deras di sungai-sungai kering

Berlian pasir pantai tersembunyi rintisan paduka Airlangga, bergelimang cerdas, di rantai-rantai bakau

Mengetuk pintu langit, lukiskan pelangi, pintanya

Meretak restu pahit, liriskan suangi, pintalannya

Rebah ... rebah ... rebah ...

Bangkit ... bangkit ... bangkit

Alam raya berseteru dalam hening, cuman manusia bumi saja enggan peka,

Gumam suara bermerdu seram tinting, ciuman raga tuli memuja sungkan dewa

Malam remanya berderu haram sering, candaan rusa bumi ada nun angan seka

Tumbal biara berkeredung bolam kuning, pendiam sara kuli surga temukan hawa

Selam dermanya berguru palam bening, sandaran rasa bumi tiara nan ingin jasa

Murni hati ... munafik akal

Semesta marah ... muluk sangkal

Suci mari ... arif abal

Pesta meriah ... buluk pangkal

Pendusta muram ... duduk ria dangkal senang

Peci malam ... suntuk doa pangkal tenang

Aduhai ... bumi, semesta, pendusta, dan pemurni raga ...

Abadi ... ukiri, selaksa harta, pendewa takhta dan penulis sara ...

2. Ananda Cinta dan Aurora Bunda

Mengutip dari buku yang sama, berikut contoh puisi dengan judul Ananda Cinta dan Aurora Bunda:

Empat pria tampan lucu dan pemalu

Sempat kusiakan umpan lugu nan perayu

Mencuri pandang pelit sendaku toleh, lalu membentang sayap kasmaran

Memburu tiang langit cintaku malah, nyilu membenteng kelap lamaran

Aku menyentuh ilusi, mengipas asap-asap api asmara mereka

Bukan kekasih kukejar, temukan saudara kugemar

Aku mematuh basi, mengupas saraf-saraf berlari, ananda cinta

Iyakan durasi pasti, membias taraf-taraf berduri, aurora bunda

Usia ananda jauh di bawah bumi, terus kalian berpacu, deras aliran air mata bercucur lantas ...

Manusia membuta raih di celah damai, lurus sangkaan berlaju, laras barisan juananda bercucu pantas ...

Ananda cinta demi apa kau lelah berkorban cinta?

Aurora bundamu minta kau tepi asa halau salah rabun cintamu ...

3. Taman

Mengutip dari buku Puisi dan Prosa Lengkap, Chairil Anwar, (1970:10-24), berikut contoh puisi bebas karya Chairil Anwar:

Taman punya kita berdua

tak lebar luas, kecil saja

satu tak kehilangan lain dalamnya.

Bagi kau dan aku cukuplah

Taman kembangnya tak berpuluh warna

Padang rumputnya tak berbanding permadani

halus lembut dipijak kaki.

bagi kita bukan halangan.

Karena

dalam taman punya berdua

Kau kembang, aku kumbang

aku kumbang, kau kembang

Kecil, penuh surya taman kita

Tempat merenggut dari dunia dan 'nusia.

4. Aku

Mengutip dari buku Puisi dan Prosa Lengkap, Chairil Anwar, (1970:10-24), berikut contoh puisi bebas karya Chairil Anwar:

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi.

5. Cintaku Jauh di Pulau

Mengutip dari buku buku Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar, Rivai Apin dan Asrul Sani, (1950), berikut contoh puisi bebas karya Chairil Anwar:

Cintaku jauh di pulau,

gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar

di leher kukalungkan olé-olé buat si pacar

angin membantu, laut terang, tapi terasa

aku tidak "kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu

di perasaan penghabisan segala melaju

Ajal bertahta, sambil berkata:

“Tujukan perahu ke pangkuanku saja."

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!

Perahu yang bersama kan merapuh!

Mengapa Ajal memanggil dulu

Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,

Kalau ku mati, dia mati iseng sendiri.

6. Surat Cinta

Mengutip dari buku Yuk, Nulis Puisi, Tjahjono Widarmanto (2018:78-82), berikut puisi bebas tema cinta yang ditulis oleh W.S. Rendra:

Kutulis surat ini kala hujan gerimis

Bagai bunyi tambur anak-anak peri dunia yang gaib

Dan angin mendesah

Mengeluh dan mendesah

“Wahai, dik Narti,

Aku cinta kepadamu!”

Kutulis surat ini

Kala langit menangis

Dan dua ekor belibis

Bercintaan dalam kolam

Bagai dua anak nakal

Jenaka dan manis

Mengibaskan ekor

Serta menggetarkan bulu-bulunya,

“Wahai, dik Narti,

Kupinang engkau menjadi isteriku!”

Kaki-kaki hujan yang runcing

Menyentuhkan ujungnya di bumi

Kaki-kaki cinta yang tegas

Bagai logam berat gemerlapan

Menempuh ke muka

Dan tak kan kunjung diundurkan

Selusin malaikat

Telah turun

Di kala hujan gerimis

Di muka kaca jendela

Mereka berkaca dan mencuci rambutnya

Untuk ke pesta

Wahai, dik Narti,

Dengan pakaian pengantin yang anggun

Bunga-bunga serta keris keramat

Aku ingin membimbingmu ke altar

Untuk dikawinkan

Aku melamarmu

Kau tahu dari dulu

Tiada lebih buruk

Dan tiada lebih baik dari yang lain

Penyair dari kehidupan sehari-hari

Orang yang bermula dari kata

Kata yang bermula dari

Kehidupan, pikir, dan rasa

Semangat kehidupan yang kuat

Bagai berjuta-juta jarum alit

Menusuki kaki langit:

Kantong rejeki dan restu wingit

Lalu tumpahlah gerimis

Angin dan cinta

Mendesah dalam gerimis

Semangat cintaku yang kuat

Bagai seribu tangan gaib

Menyebarkan seribu jaring

Menyergap hatimu

Yang selalu tersenyum padaku

Engkau adalah putri duyung tawananku

Putri duyung dengan suara merdu lembut

Bagai angin laut,

Dengan ratapnya yang merdu

Engkau adalah putri duyung

Tergolek lemas

Mengejap-ngejapkan matanya yang indah

Dalam jaringku

Wahai, putri duyung,

Aku menjaringmu

Aku melamarmu

Wahai, dik Narti,

Kuingin dikau

Menjadi ibu anak-anakku!

7. Bunga gugur

Mengutip dari buku Puisi-puisi Cinta, Bentang Pustaka, W.S Rendra, (1-35, 2015), berikut contoh puisi bebas karya W.S Rendra:

Bunga gugur

di atas nyawa yang gugur

gugurlah semua yang bersamanya

Kekasihku.

di atas tempatmu terkubur

gugurlah segala hal ikhwal antara kita.

Baiklah kita ikhlaskan saja

tiada janji ‘kan jumpa di sorga

karena di sorga tiada kita ‘kan perlu asmara.

Asmara cuma lahir di bumi

(di mana segala berujung di tanah mati)

ia mengikuti hidup manusia

dan kalau hidup sendiri telah gugur

gugur pula ia bersama sama.

Ada tertinggal sedikit kenangan

tapi semata tiada lebih dari penipuan

atau semacam pencegah bunuh diri.

Mungkin ada pula kesedihan

itu baginya semacam harga atau kehormatan

yang sebentar akan pula berantakan.

Kekasihku.

Gugur, ya, gugur

semua gugur

hidup, asmara, embun di bunga

yang kita ambil cuma yang berguna.

8. Telah Satu

Mengutip dari buku berjudul Puisi-Puisi Cinta, WS.Rendra (1-35, 2015), berikut salah satu puisi bebas WS. Rendra yang sangat populer dan melegenda.

Gelisahmu adalah gelisahku.

Berjalanlah kita bergandengan

dalam hidup yang nyata,

dan kita cintai.

Lama kita saling bertatap mata

dan makin mengerti

tak lagi bisa dipisahkan.

Engkau adalah peniti

yang telah disematkan.

Aku adalah kapal

yang telah berlabuh dan ditambatkan.

Kita berdua adalah lava

yang tak bisa lagi diuraikan.

9. Pantai

Mengutip buku Ayo Belajar Berbahasa Indonesia, Muh. Darisman S.Pd. dkk, (2002:43), berikut contoh puisi bebas tentang keindahan laut:

Ke pantai

Bertamasya bersama keluarga

Melihat pemandangan pantai karang

Di kejauhan sudah kudengar

Suara ombak memecah batu karang

Aku segera berlari mendekat

Menyaksikan ombak yang bergulung-gulung

Merasakan kelembutan pasir putih

Menikmati hembusan semilir angin

Tiada bosan kunikmati

Tiada jenuh kurasakan

Tiada henti kukagumi

Indah tiada tara ciptaan-Nya

10. Berlayar Jauh

Mengutip dari buku yang berjudul Aku, Kamu, dan Laut, Jagat Alit, (2018:10&50), berikut adalah contoh puisi bebas tentang keindahan lautp

Pada pagi hari dibisikkan bahwa kita harus berlayar dengan perahu,

hanya kamu dan aku,

dan tidak akan pernah ada seorang pun di dunia ini yang tahu

tentang ziarah kita ini ke negara mana pun dan tanpa akhir.

Di lautan tak bertepi itu,

pada senyummu yang mendengarkan dengan diam,

lagu-laguku akan membengkak dalam melodi,

bebas seperti ombak, bebas dari semua ikatan kata-kata.

Apakah waktunya belum tiba?

Apakah masih ada pekerjaan yang harus dilakukan?

Lihatlah, malam telah tiba di pantai

dan dalam cahaya redup burung-burung laut terbang ke sarang mereka.

Siapa yang tahu kapan rantai akan dilepas,

dan perahu, seperti cahaya matahari terbenam yang terakhir,

menghilang di malam hari?

Itulah contoh puisi bebas dengan berbagai tema penuh makna yang menyentuh hati. (APR)

Baca Juga: 10 Puisi tentang Pendidikan 5 Bait untuk Referensi