15 Kata-Kata Sedih Bahasa Jawa tentang Kehidupan dan Artinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika sedang merasa sedih dalam menjalani kehidupan, alangkah baiknya jika bisa mengubah dan meluapkan kesedihan tersebut dengan cara yang berbeda, seperti membaca atau membuat kata-kata sedih bahasa Jawa tentang kehidupan.
Menurut informasi dari buku Bahasa Daerah di Kalimantan Utara, M. Bahri Arifin, Syamsul Rijal, (2017:121), bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah nusantara dengan jumlah penutur lebih kurang 84,3 juta (sensus tahun 2000).
Nama bahasa Jawa diambil dari nama etnis masyarakat penutur bahasa tersebut, yaitu masyarakat etnis Jawa yang bermukim di wilayah Pulau Jawa.
15 Kata-Kata Sedih Bahasa Jawa tentang Kehidupan
Berikut adalah kumpulan kata-kata sedih bahasa Jawa tentang kehidupan yang menenangkan dan bisa dibuat caption di media sosial:
Wis diwenehi percoyo tapi malah maringi cilaka. (Sudah diberi kepercayaan tetapi malah memberi bencana.)
Wani duwe gegayuhan kudu wani ngadhepi kegagalan. (Berani punya keinginan harus berani menghadapi kegagalan.)
Turu pancen ora ngrampungi masalah, nanging saora-orane bisa nyuda mangkelmu. (Tidur memang tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya bisa mengurangi kejengkelanmu.)
Wani urip ing alam donya kudu wani susah. Aja mung golek senenge wae. (Berani hidup di dunia harus berani menanggung susahnya. Jangan hanya mencari bahagianya saja.)
Eluh lan tangisanmu kui ora bakal ngrampungi masalahmu. (Air mata dan tangisanmu itu tidak akan menyelesaikan masalahmu.)
Kudu tetep semangat masio gak ono sing nyemangati. (Harus tetap semangat meski tidak ada yang menyemangati.)
Pantesan aku kuru, tibae sing tak pangan harapan palsu. (Pantesan aku kurus, ternyata yang aku makan harapan palsu.)
Kabeh uwong kui ndue kekurangan. (Semua manusia itu memiliki kekurangan.)
Pangarepan iku sumbere lara ati. (Keinginan adalah akar dari semua sakit hati.)
Nelangsa rasane ati, sing tak tresno tibae ana sing nduwe. (Sedih rasanya hati, yang aku sukai ternyata sudah ada yang punya.)
Galau kui mung perasaan atiku seng amburadul. (Galau itu hanya perasaan hatiku yang sedang tak karuan.)
Musuh paling gedhe ning donya iki yen ora lambene tonggo, lambene konco. (Musuh paling besar di dunia ini kalau bukan mulutnya tetangga, mulutnya teman.)
Ora peduli karo omongan tonggo, aku urip ora dibayari kono. (Tidak peduli dengan omongan tetangga, aku hidup tidak dibayari mereka.)
Sing bisa mbatesi aku, iku kasunyatan. (Yang bisa membatasi diriku, itu hanyalah realita.)
Uripku kaya kuburan kanggo pangarep sing tiwas. (Hidupku seperti kuburan untuk harapan yang sudah mati.)
Dari kata-kata sedih bahasa Jawa tentang kehidupan di atas, kata-kata mana yang paling menyentuh dan sesuai dengan keadaan yang saat ini sedang dialami? (Diah)
Baca juga: 14 Kata-Kata Kecewa Bahasa Jawa untuk Mengekspresikan Isi Hati
