2 Puisi Kemanusiaan agar Semakin Peduli terhadap Sesama

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemanusiaan adalah sebuah sikap universal yang harus dimiliki setiap umat manusia di dunia yang dapat memperlakukan manusia sesuai dengan hakikatnya. Sebagai bentuk dukungan, beberapa karya puisi kemanusiaan hadir agar semakin peduli terhadap sesama.
Menurut buku Suara Kemanusiaan: Antologi Puisi Kemanusiaan, Dedek Wulandari, Rizki Firmansyah, Yosep Agustinus Panama Bukan, dkk (2018:63), setiap manusia selalu memiliki nilai kemanusiaan, ketika derap langkahnya menyaksikan begitu banyak penghinaan pada nilai kemanusiaan. Pada saat itulah, banyak orang hadir untuk menyuarakan kemanusiaan melalui kata yang tersusun dengan begitu khidmat.
Inspirasi Puisi Kemanusiaan
Kemanusiaan berasal dari kata “manusia”, yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang sangat mulia dari makhluk hidup lainnya. Manusia mempunyai potensi berpikir, rasa, karsa, dan cipta.
Dengan merangkai puisi kemanusiaan yang indah, diharapkan dapat membangkitkan empati dan berbagi terhadap sesama. Berikut puisi karya dua penyair yang dapat dicermati.
Puisi Kemiskinan Karya: Ipa Css Aku menyadari semua terjadi Rasa kemiskinan di kota ini Sejuta relawan kelaparan di atas duniawi Masih adakah secercah cahaya untuk mendiani Bagi kami yang bodoh ini Nan mengitari debu-debu berduri Pada kelopak-kelopak nadi tersayat belati Sungguh perih tak di hormati harga diri Dia hina saya dan dia ludahi bumi Teganya kau hanya mementingkan dirinya sendiri Sementara kami makan nasi basi Untuk bertahan hidup yang penuh misteri Aku yang terpinggirkan nasib pengemis Dianggap merusak pemandangan betapa miris Bikin hati meringis dan teriris-iris Beginilah menjadi orang susah menangis Seiring berjalannya waktu terkikis Semoga ada perasaan moralitas Dari penderitaan jiwa peka tergores Dan tetap mencapai keinginan yang dinamis Palembang, 7 Februari 2017
Puisi Perihal Impian Seorang Pedagang Cilik Karya: Itin Lessy. Langkah kecilmu mencoba peruntungan. Sekotak mungil berisikan harapan kau kalungkan. Menawarkan dagangan pada setiap orang yang kau temui. Berharap kan bertukar menjadi keping-keping uang. Beban kehidupan yang terbagi padamu. Tak kau keluhkan di setiap cucuran lelah. Ikhlas menjalani alur menyesakan. Berharap esok masa depan membentang indah. "Kue-kue, air mineral, tisu, rokok, korek kayu, mie instan!!!" Teriakmu ikut menyumbang keramaian di sekitar dermaga. Di antara hiruk-pikuk para penumpang kapal. Diam-diam kau membisikkan satu harapan. Semoga kelak hari itu kan tiba. Kotak harapan kan berganti tas perjuangan. Enam tahun ke depan, kau kan berdiri di antara hiruk-pikuk kesibukan dermaga. Menjadi bagian dari para penumpang, yang melabuhkan perjalanan di negeri seberang. Raha, 07 Februari 2016.
Baca juga: Kumpulan Puisi Bulan September Singkat
Menghargai kemanusiaan adalah sebagaimana manusia memanusiakan manusia itu sendiri. Melalui puisi kemanusiaan dapat diciptakan dengan untaian bait yang menarik, mengena di hati dan menggerakan. Selamat merangkai puisi indah! (VAN)
