Konten dari Pengguna

3 Puisi Ramadhan Terakhir yang Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Ramadhan Terakhir, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Ramadhan Terakhir, Foto: Unsplash.

Banyak cara untuk menyambut dan mengenang kepergian bulan suci Ramadhan. Salah satunya menggunakan puisi. Kamu bisa membuat puisi ramadhan terakhir untuk mengenang setiap perjalanan selama 30 hari ini. Memang sedih karena bulan penuh berkah berlalu dengan cepat.

Ramadhan adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu. Satu bulan ini akan meninggalkan sebelas bulan yang berlalu. Dan harus menunggu lagi hingga tahun depan. Semoga kita semua diberikan umur yang panjang. Puisi Ramadhan terakhir akan membuat hati sejuk.

Dikutip dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi (2008: 61), puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pekosentrasian struktur fisik dan batinnya.

Puisi Ramadhan Terakhir, Foto: Unsplash.

Puisi memiliki banyak sekali jenisnya. Antara lain puisi lama, modern, dan kontemporer. Puisi lama berupa pantun, syair, talibun, mantra dan gurindam. Sedangkan jenis-jenis puisi modern berupa puisi naratif, puisi lirik dan puisi deskriptif. Puisi modern biasa disebut puisi bebas, karena tidak terikat oleh rima, jumlah baris dan lain sebagainya.

Secara umum, puisi memiliki ciri-ciri:

  1. Dalam menulisnya terdiri dari bait yang dalamnya berisi baris-baris.

  2. Banyak menggunakan majas yang bermakna kiasan.

  3. Terikat oleh persajakan irama dan rima.

Puisi Ramadhan Terakhir

Puisi Ramadhan Terakhir, Foto: Unsplash.

Dikutip dalam buku Kumpulan Puisi Ramadhan Upgrade Level karya Remaja Islam Online (2020: 56), berikut ini puisi tentang ramadhan terakhir yang menyentuh hati.

1. Rasaku yang Bertanya “Inikah Ramadhan Terakhirku?”

Oleh: Putri Ayu Anandita

Ramadhan adalah bulan yang aku tunggu-tunggu akan datang.

Serta kemenangan dalam beribadahnya hanya kepada-Nya

Tetapi aku terlalu bodoh, aku tidak menyambutnya dengan meriah

Seperti meriahnya aku menyambut tahun baru

Aku mengabaikan shalat sunnah tarawih dan witir berjamaah

Serta aku mengabaikan kandungan isi dalam kitab suci al-quran

Dan aku memilih untuk ke rumah makan bersama teman-temanku

Tetawa terbahak-bahak

Hingga lupa apa yang harus aku lakukan

Untuk mengakhiri bulan suci ini

Saat ini adalah saat-saat terakhir bulan ramadhan bersamaku

Ya, ramadhan akan pergi jauh pergi jauh dari kehidupanku

Dan ia berjanji akan datang pada tahun berikutnya

Saat itu aku bertanya pada hatiku

Apakah aku masih bernafas di tahun itu?

2. Ramadhan

Oleh: Din Ikhsannudin

Ya Allah Ya Tuhanku

Teima kasih sudah mempertemukanku dengan bulan yang mulia ini

Bulan yang penuh berkah dengan dibukakan pintu maaf-Mu

Dibukakan rahmad yang luas di hadapan keridhoanmu

Yaallah ya Tuhanku

Sucikanlah hati ini

Senantiasalah menuntunku disisi

Demi waktu yang bergulir menuju persinggahan keabadianMu

Ya Allah ya Tuhanku

Kepada langit biru yang luas milikmu

Aku titipkan doa-doa disana

Jadikanlah hamba yang tak lupa atas nikmat dan karuniaMu

Puisi Ramadhan Terakhir, Foto: Unsplash.

3. Ramadhan Telah Pergi

Oleh: Mutmainnah Nursan

Bulan dilangit tampak sabit kecil

Pertanda engkau nak pergi

Ku inginkan tetap bersamamu

Tapi waktu berkata lain

Telah tiba saatnya

Engkau pergi meninggalkan

Hanya muncul sebulan

Meninggalkan sebelas bulan

Keberkahanmu selalu ditunggu

Hari-harimu begitu ramai

Di berbagai pelosok dunia

Orang senang kau hadir

Kau pergi membawa bekas

Kau dinantikan

Berdoa di siang malammu

Rasanya berbeda

Hari biasa nampak biasa

Sedangkan kau?

Luar biasa dirasakan

Sampai bertemu lagi

Berharap ku masih bisa menemuimu

Di akhir masaku

Demikianlah puisi tentang ramadhan terakhir yang dapat menyentuh hati pendengarnya, semoga kita semua dapat bertemu dengan bulan Ramadhan lagi di tahun-tahun selanjutnya dan seluruh ibadah saat ini diterima.(Umi)