Konten dari Pengguna

4 Puisi Pramuka untuk Dibacakan saat Persami

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi pramuka. Sumber: unsplash.com/septian akbar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi pramuka. Sumber: unsplash.com/septian akbar

Acara berkemah pasti ada dalam kegiatan Pramuka. Agar semakin berkesan, membaca puisi Pramuka sebagai pengisi acara Persami dapat menjadi ide yang bagus.

Semangat akan kembali berkobar tatkala puisi dibacakan di depan para peserta Persami. Seperti apa referensi puisi yang cocok dibacakan saat acara Pramuka?

Rekomendasi 4 Puisi Pramuka yang Pas Dibaca saat Berkemah

Ilustrasi puisi pramuka. Sumber: unsplash.com/Mufid Majnun

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, di dalam aktivitasnya terdapat kegiatan berkemah yang biasanya diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu yang dikenal dengan Persami. Adapun contoh puisi Pramuka yang bisa dibacakan pada acara Persami, antara lain:

1. Unggun dan Tenda Pramuka oleh Sarifudin Kojeh

Engkau laksana

Unggun pramuka yang menghangatkan Isi-isi perasaan pesertanya

Setia menghabiskan malam dengan keceriaan

Tenda-tenda yang berdiri pun

Ambil bagian menyemarakkan suasana Rasa semangat riang jalankan kewajiban mulia

Lempangkan darma tersuratkan

2. Bangkit dikutip dari buku Kumpulan Puisi Kala Hati Angkat Bicara karya Ummu Daradjatin Widjajati (2019:58)

Hari masih pagi

Saat kita untuk berbenah diri Karena masih banyak hal-hal yang hakiki Yang perlu diperbaiki

Demi masa depan anak negeri Demi kebaikan kita didunia ini Serta amal kita untuk akhirat nanti Marilah kita saling bersinergi

Kalau kita sudah tiada risau

Dengan keadaan anak kita yang galau Generasi yang seharusnya mandiri Bagaimana kita akan tenang hati?

Semua serba semu

Bila kita hanya memandang selalu

Dan tidak mau tahu

Kita harus bangkit berjuang

Demi menyelamatkan generasi mendatang Supaya mereka bisa menjadi manusia gemilang

3. Pemuda Bangsa dikutip dari buku Puisiku Refleksiku Agnes Kartika Yudiantari (2019:2)

Berdiri tegak di atas kedua kakimu

Bersuara keras menyerukan maksudmu

Tapi, benarkah itu bermakna?

Tentang negaramu... tentang bangsamu.

Ataukah itu hanya sekedar hujatan dan makian belaka

Bakar membakar apa yang ada di depanmu Kepulan asap seakan menambah adrenalinmu

Tampak buas dan menyeramkan sorot matamu mengerikan

Tujuan mulia berubah menjadi anarkisme Itukah kamu wahai para pemuda bangsa Itukah kamu wahai pundak-pundak pemanggul masa depan bangsa

Buatlah hal-hal yang maju

Lakukanlah hal-hal yang bermutu

Jangan sekedar mengeluh dengan deritamu Jangan sekedar berteriak luapkan emosimu

Berjuanglah.... berjuanglah

Wahai pemuda bangsa sang satria muda

Kokohkan bangsamu, setegak kokohnya kakimu

Baca juga: 3 Inspirasi Puisi tentang Perasaan Diri Sendiri untuk Semangat Hidup

4. Gelora Jingga Api Unggun oleh Imananda Arifanny

Gelora jingga api unggun dibakar dengan kayu

Memantik semangat Pramuka yang menggelar tenda di malam Minggu

Jiwa Pramuka yang muda penuh semangat berpadu menjadi satu

Harapan Ibu Pertiwi

Mengukir prestasi anak negeri

Maju gapai cita-cita

Melangkah yakin penuh asa

Itulah jiwa Pramuka

Itulah 4 puisi pramuka yang bisa dibacakan saat acara Persami (perkemahan Sabtu Minggu) sambil membakar kayu memantik api unggun. (IMA)