Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Cokelat dengan Berbagai Makna dan Tema Menarik

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Cokelat. Foto: Pexels/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Cokelat. Foto: Pexels/Pixabay.

Cokelat memiliki rasa unik dan aroma khas bagi penikmatnya. Beberapa momen saat menikmatinya diabadikan dalam puisi tentang cokelat dengan berbagai makna dan tema menarik.

Selain merupakan sebuah makanan, cokelat juga merupakan salah satu warna. Warna yang menggambarkan tentang tanah, kehangatan dan lain sebagainya.

Puisi tentang Cokelat dengan Berbagai Makna

Ilustrasi Puisi tentang Coklat. Foto: Pexels/Delphine Hourlay.

Inilah Puisi tentang cokelat dengan berbagai makna dan tema menarik yang dikutip dari buku Masih Ada Puisi Antologi Puisi Penyair UIN Bandung, Penyair UIN Bandung (2015), Biarlah Puisi Berkata, Deni Ramdani (2019).

Selain kedua buku di atas, kumpulan puisi tentang cokelat juga dikutip dari Memento: Antologi Puisi Berilustrasi, Lesh Dewika (2022), Jitaksara Adinata Antologi Puisi, Taufiq Susanto, dkk (2021).

1. Cokelat

Aku pernah berpikir

Ingin hidup menjadi Cokelat saja

Aku bisa memberikan ketenangan, kedamaian

Untuk siapa yang hatinya sedang patah

Untuk siapa yang hidupnya sedang tak tentu arah

Untuk siapa yang sedang meredam amarah

Dan untuk sejoli yang sedang dimabuk asmara

Sepertinya aku lebih berguna

Cokelat,

Tapi aku lupa

Sebelum menjadi Cokelat yang lezat

Cokelat pun mengalami titik terendahnya juga

Dipatahkan pisau bermata tajam

Ditandingkan dengan terik matahari

Digiling dengan raksasa besi

Ah, ternyata sama saja

2. Cokelat & Labirin Merah Jambu

Cokelat selalu berhasil mengingatkan aku padamu. Padamu yang dulu selalu memberi Cokelat, hampir setiap minggu. Katamu, Cokelat memberi semangat dan akhirnya kita pun saling bertukar Cokelat sambil tersenyum.

Aku merasa jadi tak tahu malu. Cokelat mengingatkan aku pada wajahmu, mengingatkanku pada matamu yang bulat besar dan bersinar. Mata yang penuh tanya, antusias juga cemas akan hidup.

Cokelat mengingatkanku pada setiap perbincangan yang kita lakukan di bawah temaram lampu malam. Kita berbincang tentang hidup.Membuatku sejenak lupa akan siapa kita, lupa akan beda dunia, lupa akan jauhnya jarak yang terbentang. Cokelat membuatku teringat pesan yang terkirim. Lalu apa kabarmu Cokelat manisku?? Kamu pasti sudah dewasa sekarang.

3. Cokelat Muda

Berapa ribu deras angin yang menyinggahimu kini mengantarkan perkasa lengkap dengan celurit di pinggulnya aku ingin menawarkan cerah serta dingin saja setidaknya jika langit ini serta awannya menciumku

duhai senja berceritalah tentang hidungmu ini saat orang-orang membisikkan telinga mereka dengan wajahmu

memadati lingkaran mata mereka dengan senyum yang kau hempaskan atau mengerubungii kotak surat rumahmu dengan syair-syair

ah ijinkan, menampakkan diri seperangkat nyaring walau suaraku tak berdering, wajahku tak bising 2009.

4. Cokelat

I Kelembutan yang kau pancarkan. Membukakan daun pintu yang tertutup. Kenyamanan yang kau hadirkan. Membuatku, ingin bersamamu waktu ini, (menghabiskan). Manis senyummu, ingin ku habiskan sampai batasnya.

II Semanis cokelat yang kau berikan. Tak mampu ku berhenti menikmati. Tak ingin pun ku berbagi, ku makan hingga potongan terakhir.

16 Juni 2017

Baca juga: 3 Puisi tentang Perpustakaan untuk Referensi Anak Sekolah

Begitulah kumpulan puisi tentang cokelat dengan berbagai makna dan tema menarik yang dapat disimak, diresapi makna di dalamnya hingga menjadi inspirasi untuk menulis puisi. (Fitri A)