4 Puisi tentang Cokelat dengan Berbagai Makna dan Tema Menarik

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cokelat memiliki rasa unik dan aroma khas bagi penikmatnya. Beberapa momen saat menikmatinya diabadikan dalam puisi tentang cokelat dengan berbagai makna dan tema menarik.
Selain merupakan sebuah makanan, cokelat juga merupakan salah satu warna. Warna yang menggambarkan tentang tanah, kehangatan dan lain sebagainya.
Puisi tentang Cokelat dengan Berbagai Makna
Inilah Puisi tentang cokelat dengan berbagai makna dan tema menarik yang dikutip dari buku Masih Ada Puisi Antologi Puisi Penyair UIN Bandung, Penyair UIN Bandung (2015), Biarlah Puisi Berkata, Deni Ramdani (2019).
Selain kedua buku di atas, kumpulan puisi tentang cokelat juga dikutip dari Memento: Antologi Puisi Berilustrasi, Lesh Dewika (2022), Jitaksara Adinata Antologi Puisi, Taufiq Susanto, dkk (2021).
1. Cokelat
Aku pernah berpikir
Ingin hidup menjadi Cokelat saja
Aku bisa memberikan ketenangan, kedamaian
Untuk siapa yang hatinya sedang patah
Untuk siapa yang hidupnya sedang tak tentu arah
Untuk siapa yang sedang meredam amarah
Dan untuk sejoli yang sedang dimabuk asmara
Sepertinya aku lebih berguna
Cokelat,
Tapi aku lupa
Sebelum menjadi Cokelat yang lezat
Cokelat pun mengalami titik terendahnya juga
Dipatahkan pisau bermata tajam
Ditandingkan dengan terik matahari
Digiling dengan raksasa besi
Ah, ternyata sama saja
2. Cokelat & Labirin Merah Jambu
Cokelat selalu berhasil mengingatkan aku padamu. Padamu yang dulu selalu memberi Cokelat, hampir setiap minggu. Katamu, Cokelat memberi semangat dan akhirnya kita pun saling bertukar Cokelat sambil tersenyum.
Aku merasa jadi tak tahu malu. Cokelat mengingatkan aku pada wajahmu, mengingatkanku pada matamu yang bulat besar dan bersinar. Mata yang penuh tanya, antusias juga cemas akan hidup.
Cokelat mengingatkanku pada setiap perbincangan yang kita lakukan di bawah temaram lampu malam. Kita berbincang tentang hidup.Membuatku sejenak lupa akan siapa kita, lupa akan beda dunia, lupa akan jauhnya jarak yang terbentang. Cokelat membuatku teringat pesan yang terkirim. Lalu apa kabarmu Cokelat manisku?? Kamu pasti sudah dewasa sekarang.
3. Cokelat Muda
Berapa ribu deras angin yang menyinggahimu kini mengantarkan perkasa lengkap dengan celurit di pinggulnya aku ingin menawarkan cerah serta dingin saja setidaknya jika langit ini serta awannya menciumku
duhai senja berceritalah tentang hidungmu ini saat orang-orang membisikkan telinga mereka dengan wajahmu
memadati lingkaran mata mereka dengan senyum yang kau hempaskan atau mengerubungii kotak surat rumahmu dengan syair-syair
ah ijinkan, menampakkan diri seperangkat nyaring walau suaraku tak berdering, wajahku tak bising 2009.
4. Cokelat
I Kelembutan yang kau pancarkan. Membukakan daun pintu yang tertutup. Kenyamanan yang kau hadirkan. Membuatku, ingin bersamamu waktu ini, (menghabiskan). Manis senyummu, ingin ku habiskan sampai batasnya.
II Semanis cokelat yang kau berikan. Tak mampu ku berhenti menikmati. Tak ingin pun ku berbagi, ku makan hingga potongan terakhir.
16 Juni 2017
Baca juga: 3 Puisi tentang Perpustakaan untuk Referensi Anak Sekolah
Begitulah kumpulan puisi tentang cokelat dengan berbagai makna dan tema menarik yang dapat disimak, diresapi makna di dalamnya hingga menjadi inspirasi untuk menulis puisi. (Fitri A)
