Perang Dunia 2: Negara Mana Saja yang Terlibat?
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perang Dunia 2 merupakan konflik militer terbesar dalam sejarah manusia yang berlangsung dari tahun 1939 hingga 1945. Lebih dari 100 juta orang dari berbagai negara terlibat langsung dalam perang ini, baik sebagai tentara maupun warga sipil yang terdampak. Perang ini membagi dunia ke dalam dua aliansi besar yang saling berhadapan. Blok Sekutu dan Blok Poros bertarung di berbagai medan perang, mulai dari Eropa, Afrika Utara, hingga Pasifik. Jutaan nyawa melayang dan peradaban dunia berubah selamanya setelah perang berakhir.
Blok Kekuatan Utama dalam Perang Dunia II
Sekutu dan Poros sebagai Dua Koalisi Besar
Menurut artikel World War II 1939–1945 oleh Britannica, Perang Dunia II mempertemukan dua koalisi besar yang saling berhadapan, yaitu Blok Sekutu (Allied Powers) dan Blok Poros (Axis Powers). Kedua aliansi tersebut menghimpun banyak negara dengan tujuan dan kepentingan yang berbeda, sehingga membentuk konflik berskala global yang berlangsung dari 1939 hingga 1945.
Negara-Negara Anggota Blok Sekutu
Blok Sekutu dipimpin oleh Britania Raya, Uni Soviet, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Britania Raya dan Prancis mulai berperang setelah Jerman menginvasi Polandia pada 1939. Uni Soviet bergabung setelah diserang Jerman melalui Operasi Barbarossa pada Juni 1941, sedangkan Amerika Serikat masuk perang setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor pada Desember 1941. Tiongkok sendiri telah berperang melawan Jepang sejak 1937 dalam Perang Tiongkok–Jepang Kedua.
Negara-Negara Pendukung Sekutu
Selain empat kekuatan utama tersebut, Sekutu juga didukung oleh berbagai negara lain, seperti Prancis Bebas, Kanada, Australia, Selandia Baru, India Britania, Polandia, Belanda, Belgia, Norwegia, Yunani, dan Yugoslavia. Masing-masing memberikan kontribusi melalui kekuatan militer, logistik, maupun dukungan politik selama perang berlangsung.
Negara-Negara Blok Poros
Blok Poros dipimpin oleh Jerman Nazi, Italia Fasis, dan Kekaisaran Jepang yang mengesahkan kerja sama melalui Pakta Tripartit pada 1940. Selain ketiga negara tersebut, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Slovakia, dan Kroasia turut bergabung sebagai sekutu Poros di Eropa. Di kawasan Asia, Thailand menjalin kerja sama erat dengan Jepang selama perang, meskipun bukan anggota resmi Pakta Tripartit.
Peran Negara-Negara Besar dalam Perang
Amerika Serikat dan Britania Raya
Amerika Serikat dan Britania Raya memegang peranan penting di Front Barat melalui operasi militer, termasuk Invasi Normandia (D-Day) pada Juni 1944 yang membuka jalan bagi pembebasan Eropa Barat. Selain itu, Amerika Serikat menjalankan program Lend-Lease yang memasok persenjataan, kendaraan, bahan baku, dan logistik kepada negara-negara Sekutu.
Peran Uni Soviet
Uni Soviet menjadi kekuatan utama di Front Timur dan menanggung sebagian besar beban pertempuran melawan Jerman Nazi. Kemenangan Soviet dalam Pertempuran Stalingrad menjadi salah satu titik balik terpenting perang, yang kemudian diikuti serangan balasan hingga akhirnya pasukan Soviet berhasil merebut Berlin pada 1945.
Besarnya Korban Uni Soviet
Perang menimbulkan korban yang sangat besar bagi Uni Soviet. Diperkirakan sekitar 20 hingga 27 juta penduduk Soviet, baik militer maupun sipil, meninggal dunia selama perang, menjadikannya negara dengan jumlah korban terbesar dalam Perang Dunia II.
Peran Jepang di Asia-Pasifik
Jepang memimpin operasi militer Blok Poros di kawasan Asia-Pasifik. Setelah menyerang Pearl Harbor pada Desember 1941, Jepang berhasil menguasai sejumlah wilayah seperti Filipina, Hindia Belanda (Indonesia), Malaya, dan Singapura. Namun, strategi "island hopping" yang dijalankan Sekutu secara bertahap berhasil merebut kembali wilayah-wilayah tersebut dan melemahkan kekuatan Jepang.
Akhir Perang Dunia II
Perang Dunia II berakhir setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945, yang diikuti dengan penyerahan tanpa syarat Jepang. Di sisi lain, perlawanan Tiongkok sejak 1937 turut mengikat sebagian besar pasukan Jepang di daratan Asia sehingga mengurangi kemampuan Jepang memperkuat front lain selama perang.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia