Tugas AFNEI di Indonesia dan Dampaknya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasca kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaan harus berhadapan dengan kedatangan pasukan asing. Pasukan tersebut dikenal dengan nama AFNEI atau Allied Forces Netherlands East Indies yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison dari Inggris. Kehadiran AFNEI di wilayah Indonesia ternyata membawa dampak yang cukup kompleks bagi perjuangan kemerdekaan. Meski secara resmi bertugas untuk kepentingan kemanusiaan, implementasinya di lapangan justru memicu berbagai konflik berdarah.
Latar Belakang Kedatangan AFNEI ke Indonesia
Situasi Pasca Kekalahan Jepang
Menurut artikel Sejarah Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai Sumber Belajar Sejarah dalam Upaya Menumbuhkan Kesadaran Sejarah pada Siswa Tingkat Menengah Atas oleh Didin Aryanto, Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945, wilayah bekas pendudukannya, termasuk Indonesia, berada di bawah tanggung jawab Sekutu. Dalam situasi tersebut dibentuk AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) yang ditugaskan menjalankan misi di Hindia Belanda, sementara Indonesia sendiri telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Kedatangan AFNEI ke Indonesia
Pasukan AFNEI mulai memasuki Indonesia pada akhir September 1945, diawali dengan pendaratan di Jakarta pada 29 September. Kehadiran mereka menjadi awal keterlibatan Sekutu dalam menangani wilayah Indonesia pasca-Perang Dunia II.
Perbedaan Pandangan Indonesia dan Sekutu
Kedatangan AFNEI memunculkan perbedaan pandangan antara pemerintah Indonesia dan Sekutu. Indonesia memandang dirinya sebagai negara yang telah merdeka dan berdaulat, sedangkan Sekutu menjalankan mandat internasional untuk mengambil alih wilayah bekas pendudukan Jepang hingga proses penyerahan kekuasaan selesai.
Masuknya NICA Bersama AFNEI
Kecurigaan masyarakat Indonesia semakin besar karena pasukan AFNEI datang bersama NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Kehadiran badan sipil Belanda tersebut dipandang sebagai upaya untuk memulihkan kembali pemerintahan kolonial di Indonesia.
Tugas Pokok AFNEI dan Implementasinya
Tugas Resmi AFNEI
Secara resmi, AFNEI menjalankan lima tugas utama, yaitu menerima penyerahan Jepang, membebaskan tawanan perang dan interniran Sekutu, melucuti serta memulangkan tentara Jepang, menjaga keamanan hingga pemerintahan sipil dapat berfungsi kembali, serta mengumpulkan data mengenai penjahat perang untuk diproses sesuai hukum internasional.
Pelaksanaan Tugas AFNEI
Dalam pelaksanaannya, keberadaan AFNEI menimbulkan berbagai persoalan karena kehadirannya beriringan dengan aktivitas NICA. Kondisi tersebut memunculkan anggapan di kalangan masyarakat Indonesia bahwa misi Sekutu turut membuka jalan bagi Belanda untuk kembali menguasai Indonesia.
Persenjataan Kembali Pasukan Belanda
Kehadiran AFNEI juga diikuti oleh aktivitas NICA yang berupaya membangun kembali kekuatan kolonial Belanda, termasuk mempersenjatai kembali KNIL. Kondisi ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat Indonesia bahwa kedatangan Sekutu tidak semata-mata bertujuan menjalankan misi kemanusiaan.
Konflik di Surabaya
Di Surabaya, ketegangan mencapai puncaknya setelah pasukan Inggris mengeluarkan ultimatum yang memerintahkan rakyat menyerahkan seluruh senjata. Penolakan terhadap ultimatum tersebut memicu Pertempuran 10 November 1945 yang kemudian menjadi salah satu pertempuran terbesar dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
Peran AFNEI dalam Konflik
Berbagai bentrokan yang melibatkan AFNEI dan NICA menunjukkan bahwa situasi politik di Indonesia pasca-Proklamasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas Sekutu, tetapi juga dipengaruhi oleh keinginan Belanda untuk memulihkan kekuasaan kolonialnya. Akibatnya, perjuangan mempertahankan kemerdekaan berlangsung semakin panjang dan kompleks.
Berakhirnya Misi AFNEI
Seiring berjalannya waktu, tugas AFNEI di Indonesia berakhir setelah proses penyerahan tanggung jawab kepada otoritas Belanda berlangsung secara bertahap. Setelah itu, hubungan Indonesia dan Belanda memasuki babak baru yang ditandai dengan berbagai konflik bersenjata dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Dampak Kehadiran AFNEI
Kehadiran AFNEI memberikan dampak besar terhadap perjalanan Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya menghadapi ancaman militer, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika politik internasasional setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia