Konten dari Pengguna

5 Perbedaan SP dan Ovalet yang Harus Diketahui Baker Pemula

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan SP dan ovalet. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Taryn Elliott
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan SP dan ovalet. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Taryn Elliott

Perbedaan SP dan ovalet, menjadi salah satu hal penting yang harus diketahui baker pemula. Sebab, kedua jenis pengembang ini sekilas tampak sama. Namun sebenarnya, keduanya berbeda dalam beberapa hal.

Dikutip dari buku 100+ Tip Anti Gagal Bikin Roti, Cake, Pastry, & Kue Kering, oleh Sangkan Paran (2009: 42), fungsi penggunaan bahan pengembang pada pembuatan kue bukan hanya untuk membuat adonan mengembang.

Namun juga dapat memperbaiki kualitas rasa hingga membuat warna kue lebih cerah. Setiap kue membutuhkan pengembang dengan jenis berbeda-beda. Jadi, penting mengetahui jenis pengembang apa yang cocok digunakan pada satu kue dan kue lainnya.

Perbedaan SP dan Ovalet yang Penting Diketahui Pemula

Perbedaan SP dan ovalet. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Elina Fairytale

Ada sejumlah bahan pengembang yang bisa digunakan pada kue. Dua di antaranya adalah SP (super polymer) dan ovalet. Lantas, apa perbedaan SP dan ovalet? Berikut beberapa diantaranya.

1. Warna

Ketika dilihat sekilas, kedua bahan pengembang ini mungkin tampak sama, karena keduanya berwarna kuning. Namun sebenarnya, keduanya memiliki perbedaan, terutama dalam segi warna.

SP memiliki warna kuning paling terang, sedangkan ovalet memiliki warna kuning lebih gelap.

2. Tekstur

Perbedaan tersebut juga tampak pada tekstur. SP memiliki tekstur lebih lembut, sedangkan tekstur ovalet lebih kasar. Oleh karena itu, pengembang SP lebih cocok dicampurkan pada adonan yang membutuhkan lelehan mentega di akhir.

3. Bahan

Selain itu, keduanya juga terbuat dari bahan yang berbeda. Perbedaan bahan pengembang ini yang menentukan jenis pengembang tertentu cocok dengan jenis kue apa. Bahan pengembang SP terbuat dari asam lemak hewani.

Biasanya, pengembang ini banyak digunakan pada adonan kue yang menggunakan lelehan mentega di bagian akhir. Sementara ovalet terbuat dari asam lemak hewan dan tumbuhan.

4. Fungsi

Dalam hal fungsi, kedua pengembang memang digunakan untuk menstabilkan adonan agar tidak turun atau bantat. Namun, tidak semua kue menggunakan SP. Beberapa kue lainnya hanya bisa menggunakan pengembang ovalet.

Pada dasarnya, SP adalah campuran dari pengembang TBM dan ovalet. Pengembang jenis ini, dibuat untuk emulsifikasi suhu rendah. Kue yang membutuhkan pengembang SP adalah kue yang membutuhkan telur banyak, seperti sponge cake dan lapis Surabaya.

Sementara ovalet yang memiliki stabilitas tinggi, mampu mencegah adonan terpisah kembali. Kue yang membutuhkan ovalet adalah kue basah, seperti lapis. Selain itu, ovalet juga biasa digunakan pada produk-produk cair, seperti es krim, saus, dan sup.

5. Pengaplikasian

Pengaplikasian kedua bahan pengembang pada adonan juga berbeda. Jika menggunakan SP, telur dan gula harus dikocok terlebih dahulu. Baru kemudian mentega cair dan SP bisa dimasukkan.

Sementara jika menggunakan ovalet, setelah telur dan gula dikocok hingga mengembang, ovalet bisa langsung dimasukkan tanpa penambahan mentega cair.

Kendati demikian, penting juga untuk memperhatikan langkah-langkah pada buku resep agar kue bisa matang dengan sempurna dan berhasil.

Baca juga: 5 Kue Terenak di Dunia yang Patut Dicoba dan Bisa Dibuat Sendiri

Itulah 5 perbedaan SP dan ovalet yang berguna untuk membuat kue. Semoga bermanfaat. (UI)