Open Trip Bantar Gebang, Jelajah TPS Terbesar dengan Cara yang Berbeda

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gagasan open trip Bantar Gebang sering digembar-gemborkan sebagai alternatif wisata urban yang membawa orang ke sisi lain kota Bekasi, dan menawarkan pengalaman berbeda dari wisata mainstream.
Meski identik dengan kawasan pengolahan sampah, kunjungan ke Bantar Gebang justru membuka perspektif baru tentang pengelolaan lingkungan dan realitas di balik aktivitas kota besar.
Open Trip Bantar Gebang
Mengutip akun Instagram resmi Opentrip Sumbing Ranu Kumbulo Rinjani Latimojong Kerinci @william.daendels, open trip Bantar Gebang hadir sebagai wisata urban unik yang mengajak pengunjung menjelajahi “gunung sampah” terbesar di Bekasi.
Trip sehari ini berlangsung pada 6–7 Desember 2025 dan disebut sebagai perjalanan menuju salah satu titik tertinggi di Bekasi, yakni dengan ketinggian sekitar 50 MDPK (Meter Di Atas Permukaan Kali).
Kegiatan ini dibuka untuk maksimal 30 peserta, dengan beberapa pilihan titik keberangkatan dan harga yang dapat disesuaikan.
Pilihan Harga & Titik Keberangkatan
Berikut adalah opsi biaya dan lokasi start yang dapat dipilih peserta open trip:
Jakarta: Rp199.900 per orang
Basecamp: Rp99.900 per orang
Tangerang: Rp249.900 per orang
Fasilitas yang Didapat Peserta
Berikut adalah rangkaian fasilitas yang disediakan selama perjalanan:
Transportasi pulang–pergi
Pendamping/guide selama kegiatan
Tiket retribusi wisata
Makan 1 kali
Snack
Dokumentasi menggunakan drone & kamera DSLR (Kuota dokumentasi berlaku untuk rombongan minimal 18 peserta)
Open trip ini mengambil rute Via Setu, sehingga menawarkan kesempatan untuk melihat langsung kawasan Bantar Gebang dari ketinggian sekaligus mengamati aktivitas sekitarnya.
Kontak pendaftaran tersedia melalui dua nomor WhatsApp serta akun Instagram penyelenggara, yaitu @william.daendels, sehingga calon peserta dapat langsung mengamankan kuota sebelum penuh.
Melalui perjalanan singkat namun padat pengalaman ini, peserta diajak melihat Bantar Gebang lebih dekat dari yang selama ini dibayangkan.
Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pengolahan sampah, interaksi para pekerja, hingga tumpukan “gunung sampah” yang biasanya hanya muncul dalam pemberitaan.
Kunjungan semacam ini bukan hanya menghadirkan sensasi eksplorasi yang unik, tetapi juga memberi ruang refleksi tentang pola konsumsi, pentingnya kesadaran ekologis, dan tantangan pengelolaan limbah di wilayah perkotaan.
Dengan perspektif baru yang ditawarkan, open trip Bantar Gebang menjadi pengalaman yang tidak sekadar berbeda, tetapi juga bermakna bagi siapa pun yang ingin memahami sisi lain kehidupan kota besar. (Fikah)
Baca juga: Jembatan Kewek, Cagar Budaya Yogyakarta yang Rawan Runtuh
