Menteri LHK Heran Kapal Pesiar Bisa Masuk Area Raja Ampat

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengaku heran kapal pesiar Caledonian Sky dapat memasuki wilayah Raja Ampat, Papua. Pasalnya kapal sebongsor itu tidak mungkin dapat melintas di antara pulau-pulau kecil.
"Saya kan dua minggu sebelumnya pergi ke Labuan Bajo, kalau lihat pulau-pulau kecilnya masuk, indah sekali. Saya waktu itu juga berpikir, apa iya kapal gede-gede itu masuk ke di antara pulau-pulau kecil dan indah-indah itu," ungkap dia, Rabu (22/3) di komplek Istana Merdeka, Jakarta.
Baca juga: Caledonian Sky, Kapal Pesiar Mewah yang Melindas Raja Ampat
Masuknya kapal pesiar itu membawa petaka bagi laut Raja Ampat. Terumbu karang seluas 18.882 meter persegi rusak dihantam kapal.

Baca juga: Luas Terumbu Karang Raja Ampat yang Rusak 18.882 meter persegi
Penyebab peristiwa itu menurutnya harus dilihat dan diselidik secara seksama dengan memperhatikan fakta lapangan. Petaka kapal pesiar itu juga harus menjadi bahan instropeksi agar kelestarian lingkungan dapat terjaga dengan baik.
"Kalau nggak salah Pak Menhub di media sudah mengatakan bahwa dia sudah meneliti syahbandar dan lain-lain gitu," kata dia.
Terkait kelanjutan survei bersama pihak kapal pesiar Siti mengatakan menjadi ranah Kemenko Kemaritiman. Ia mengutarakan ada beberapa pola penyelesaian masalah kerusakan terumbu karang Raja Ampat itu. Diantaranya gugatan langsung ke pengadilan dan meminta pemulihan.
Baca juga: Insiden Kapal Caledonian Sky Lenyapkan 8 Jenis Karang di Raja Ampat
"Tapi saya kira, kami sedang memikirkan untuk langsung gugatan saja ke pengadilan. Yang pasti kita akan cari mana yang terbaik," tegas Siti.

