Konten dari Pengguna

10 Contoh Soal Ikatan Ion dan Kunci Jawabannya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
7 Oktober 2025 23:03 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
10 Contoh Soal Ikatan Ion dan Kunci Jawabannya
Inilah kumpulan contoh soal ikatan ion yang dilengkapi dengan kunci jawabannya.
Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Contoh Soal Ikatan Ion. Unsplash.com/Billy Albert
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Soal Ikatan Ion. Unsplash.com/Billy Albert
ADVERTISEMENT
Ikatan ion merupakan jenis ikatan kimia yang penting untuk dipahami dalam pelajaran kimia, terutama bagi siswa SMA kelas X dan XI. Cara mudah memahaminya dapat melalui contoh soal ikatan ion yang disertai dengan jawabannya.
ADVERTISEMENT
Ikatan ini terbentuk karena adanya perpindahan elektron dari satu atom ke atom lainnya. Hal ini menghasilkan ion positif dan ion negatif yang saling tarik menarik secara elektrostatik.

Contoh Soal Ikatan Ion dan Kunci Jawabannya

Ilustrasi Contoh Soal Ikatan Ion. Unsplash.com/Billy Albert
Berikut ini terdapat kumpulan contoh soal ikatan ion yang dilengkapi dengan kunci jawabannya, dikutip dari buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Munasprianto Ramli dkk, 2022, 60-62.
1. Diketahui atom Xᵃ dan Yᵇ. Maka atom X dan Y akan membentuk senyawa yang...
a. Berikatan ion dengan rumus kimia XY
b. Berikatan ion dengan rumus kimia XᵇYᵃ
c. Berikatan ion dengan rumus kimia XᵃYᵇ
d. Berikatan kovalen dengan rumus kimia XᵇYᵃ
e. Berikatan kovalen dengan rumus kimia XY
ADVERTISEMENT
Jawaban: b
2. Di bawah ini merupakan sifat-sifat senyawa ionik, kecuali...
a. Bersifat keras dan rapuh
b. Mudah larut dalam air
c. Memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi
d. Padatannya dapat menghantarkan arus listrik
e. Larutannya dapat menghantarkan arus listrik
Jawaban: d
3. Diketahui senyawa sebagai berikut:
(1) HCl
(2) MgBr₂
(3) CH₄
(4) Cl₂
(5) CO
Pernyataan yang gaya antarmolekulnya termasuk ke dalam dipol-dipol permanen adalah...
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (3)
d. (1) dan (5)
e. (4) dan (5)
Jawaban: d
4. XeF₄ memiliki bentuk molekul dan hibridisasi...
a. Oktahedral dan sp³d²
b. Segi empat datar dan sp³d²
c. Linear dan sp³
ADVERTISEMENT
d. Tetrahedral dan sp³
e. Bengkok dan sp³
Jawaban: b
5. Di antara molekul berikut:
(1) PF₃
(2) BeCl₂
(3) SO₂
(4) CCl₄
(5) NH₃
Yang merupakan molekul polar adalah...
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (3) dan (4)
d. (2) dan (4)
e. (3) dan (5)
Jawaban: b
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Mengapa semakin kecil kadar karat pada emas menghasilkan perhiasan dengan bentuk yang lebih variatif dibandingkan emas 24 karat?
Jawaban:
Emas murni (24 karat) bersifat sangat lunak sehingga mudah berubah bentuk. Ketika kadar emas dikurangi dan dicampur dengan logam lain seperti tembaga atau perak, kekerasannya meningkat. Karena itu, emas dengan kadar lebih rendah (misalnya 22K atau 18K) lebih mudah dibentuk menjadi berbagai desain perhiasan yang lebih variatif dan kuat.
ADVERTISEMENT
2. Bagaimanakah gas hidrogen yang terdapat pada tangki bahan bakar dapat berwujud cair?
Jawaban:
Gas hidrogen dapat dicairkan dengan menurunkan suhunya hingga di bawah titik didihnya (-253°C) dan meningkatkan tekanannya. Dalam kondisi tekanan tinggi dan suhu sangat rendah, gas hidrogen berubah menjadi cair sehingga dapat disimpan dalam tangki khusus pada kendaraan berbahan bakar hidrogen.
3. Atom sulfur dapat berikatan kovalen dengan atom fluor membentuk SF₆. Jelaskan mengapa SF₆ bersifat nonpolar!
Jawaban:
Molekul SF₆ memiliki bentuk oktahedral simetris, sehingga distribusi elektron di sekeliling atom S seimbang. Walaupun masing-masing ikatan S–F bersifat polar, arah momen dipolnya saling meniadakan. Akibatnya, molekul SF₆ bersifat nonpolar secara keseluruhan.
4. Diketahui unsur A memiliki nomor atom 19 dan unsur B bernomor atom 17. Prediksikan ikatan yang dapat terbentuk antara:
ADVERTISEMENT
a. atom A dengan atom B
b. atom B dengan atom B
Jawab:
19A: 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^6 4s^1
Elektron valensi: 4s^1
Atom A berada pada golongan IA (logam), cenderung melepaskan 1 elektron dibandingkan menerima 7 elektron untuk memenuhi kaidah oktet, sehingga membentuk ion A+.
17B: 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5
Elektron valensi: 3s^2 3p^5
Atom B berada pada golongan VIIA (nonlogam), cenderung menerima 1 elektron dibandingkan melepaskan 7 elektron untuk memenuhi kaidah oktet, sehingga membentuk ion B–.
a. Atom A (logam) dengan B (nonlogam) membentuk ikatan ion.
A+ + B– = senyawa ion AB
b. Atom B dengan B membentuk ikatan kovalen.
B + B = senyawa kovalen B2
ADVERTISEMENT
5. Diketahui unsur X, Y, dan Z masing-masing memiliki nomor atom 20, 8, dan 17. Tentukan jenis ikatan yang dapat terbentuk antara:
a. X dengan Y
b. Y dengan Y
c. X dengan Z
d. Z dengan Z
Jawaban:
a. X (20) dengan Y (8) → Ikatan ion (X melepaskan elektron ke Y, membentuk CaO).
b. Y (8) dengan Y (8) → Ikatan kovalen (berbagi elektron, membentuk O₂).
c. X (20) dengan Z (17) → Ikatan ion (X melepaskan elektron ke Z, membentuk CaCl₂).
d. Z (17) dengan Z (17) → Ikatan kovalen (berbagi elektron, membentuk Cl₂).
Memahami contoh soal ikatan ion penting untuk persiapan sebelum ujian sekolah. Selain itu, materi ini juga penting karena menjadi dasar dalam mempelajari reaksi kimia dan pembentukan senyawa yang lebih kompleks. (Aya)
ADVERTISEMENT