12 Fungsi Protein bagi Tubuh Manusia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi protein bagi tubuh manusia sangatlah penting dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar sesuai dengan kebutuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Mengonsumsi protein akan membantu sistem pencernaan memecah senyawa tersebut menjadi asam amino yang paling dibutuhkan oleh tubuh.
Dikutip dari artikel ilmiah “Potensi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) Untuk Produksi Protein Sel Tunggal Oleh Saccharomyces Cerevisiae”, Julia Ceacilia, (2018:6), protein adalah zat yang sangat penting karena merupakan makromolekul yang berhubungan dengan proses-proses yang ada di dalam tubuh.
Protein diambil dari bahasa Yunani yaitu proteus yang berarti “yang terpenting” atau “yang pertama”, protein adalah senyawa organik dengan ukuran molekul yang sangat besar, kompleks dan terdiri dari rangkaian asam amino.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Fungsi Protein Bagi Tubuh
Protein terdiri dari unsur-unsur hidrogen (H), karbon (C), nitrogen (N), dan Oksigen (O). Unsur karbon yang terdapat pada protein dapat dijadikan sebagai sumber energi. Protein akan dibakar menjadi energi ketika tubuh tidak mendapat karbohidrat dan lemak yang memadai kebutuhan tubuh.
Protein dapat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan struktur sel suatu organisme. Kenali lebih dalam fungsi protein bagi tubuh manusia berikut ini:
Membangun Jaringan dalam Tubuh
Protein berperan dalam membangun dan menyusun seluruh jaringan sel dalam tubuh, termasuk paru-paru, kulit, tulang, rambut dan lain sebagainya. Protein juga mampu memperbaiki jaringan yang rusak. Manusia membutuhkan protein yang sama setiap harinya, kecuali ibu hamil, menyusui atau penderita penyakit tertentu akan lebih banyak memerlukan protein.
Pengirim Sinyal ke Tubuh
Protein juga dapat berupa hormon yang berfungsi sebagai pengirim sinyal dan mengendalikan proses biologis antar sel, jaringan dan organ. Seperti hormon insulin, yang dapat mengirim sinyal pada sel tubuh untuk menyerap gula dalam sel otot dan liver.
Menjaga Keseimbangan Asam Basa dan Cairan Tubuh
Kerja protein adalah dengan mengambil atau melepaskan hidrogen sehingga keasaman tubuh tetap terjaga dan seimbang. Protein bernama alnbumin dan globulin dapat menyeimbangkan cairan tubuh dengan cara menarik dan menahan kadar air tetap dalam darah.
Sumber Energi
Protein menjadi sumber energi bagi tubuh ketika tidak mendapat asupan dari karbohidrat dan lemak selama 18 – 48 jam. Saat itu terjadi tubuh akan memecah protein yang tersimpan menjadi asam amino dan energi tambahan. Proses seperti ini terjadi ketika sedang berpuasa atau berolahraga.
Mempercepat Reaksi Kimia
Salah satu jenis protein yang membantu mempercepat reaksi kimia baik dari dalam maupun luar tubuh adalah enzim. Fungsi enzim akan sempurna karena didukung oleh kombinasi molekul dalam sel bernama substrat.
Enzim akan membutuhkan molekul lainnya seperti vitamin dan mineral untuk menjalankan reaksi kimia. Proses yang bergantung pada enzim di antaranya adalah proses pencernaan makanan, pembekuan darah, kontraksi otot, dan produksi energi.
Pembentukan Hemoglobin dan Plasma Darah
Fungsi protein bagi tubuh manusia lainnya yaitu membantu dalam pembentukan hemoglobin dan plasma darah. Hemoglobin adalah komponen darah untuk mengikat oksigen dan mentransfernya ke setiap jaringan tubuh, fungsi ini dapat terjadi ketika protein bergabung dengan zat besi heme.
Jenis protein yang berfungsi membentuk plasma darah adalah globulin dan albumin. Plasma darah adalah komponen yang bertuga membawa elektolit, glukosa, asam amino dan vitamin ke seluruh tubuh.
Menjaga Kekuatan dan Kelenturan pada Tubuh
Jenis protein seperti kolagen, elastin, dan keratin mempunyai fungsi untuk menjaga kekuatan dan kelenturan pada tubuh. Kolagen dapat menjaga kepadatan tulang, otot, tendon, dan ligament. Elastin dibutuhkan untuk menjaga kelenturan tubuh sehingga dapat dengan mudah digerakkan, sedangkan keratin bergunan untuk menjaga kekuatan kulit, rambut, dan kuku.
Proses Pembekuan Darah
Protein dapat berfungsi untuk mempercepat pemulihan ketika seseorang mengalami cedera. Gizi makro yang terdapat di dalamnya membantu tubuh untuk memperbaiki diri termasuk dalam meningkatkan proses pembekuan darah.
Menyimpan Nutrisi
Fungsi lain protein yaitu sebagai pengangkut nutrisi seperti vitamin, mineral, gula, darah, oksigen, dan kolesterol ke seluruh aliran darah. Salah satu jenis protein yang bermanfaat untuk menyimpan zat besi dalam tubuh yaitu ferritin.
Pembentuk Antibodi
Protein berfungsi sebagai pembentuk antibodi pada sistem kekebalan tubuh. Antibodi adalah komponen penting di dalam tubuh yang fungsinya melawan virus, bakteri dan benda asing lain yang dapat menyebabkan infeksi. Jika seseorang kekurangan protein maka akan mudah terserang virus seperti influenza.
Menjaga Kesehatan Mata
Makan makanan sehat, bergizi seimbang, dan kaya akan protein membantu tubuh untuk menyimpan semua nutrisi baik yang diperlukan untuk kesehatan mata. Selain nabati, hewani juga baik untuk mata. Kandungan lemak yang terdapat pada makanan hewani dapat membantu menyehatkan penglihatan.
Mendukung Pertumbuhan Sel Tubuh
Setiap harinya pada manusia ada sel dan jaringan yang mati, bila ditotal dapat mencapai 432 miliar setiap harinya. Protein mempunyai peran penting dalam mendukung pertumbuhan sel tersebut, asupan senyawa ini dapat membantu meregerasi sel-sel kulit yang mati.
Kebutuhan Protein yang perlu dipenuhi
Berikut ini adalah kebutuhan protein nabati dan hewani yang dibutuhkan setiap harinya oleh tubuh manusia berdasarkan usia dan jenis kelaminnya.
Anak-anak dengan usia 2 – 3 tahun kebutuhannya 13 gram.
Anak-anak dengan usia 4 – 8 tahun kebutuhannya 19 gram.
Anak-anak dengan usia 9 – 13 tahun kebutuhannya 34 gram.
Wanita remaja dengan usia 14 – 18 tahun kebutuhannya 46 gram.
Pria remaja dengan usia 14 – 18 tahun kebutuhannya 52 gram.
Wanita dengan usia 19 tahun ke atas kebutuhannya 46 gram.
Pria dengan usia 19 tahun ke atas kebutuhannya 56 gram.
Kebutuhan di atas dapat disesuaikan dengan kondisi dan riwayat kesehatan seseorang. Wanita hamil dan menyusui tentunya memiliki kebutuhan dan asupan protein yang jauh lebih banyak. Untuk itu penting bagi semua orang untuk mengetahui kebutuhan asupan protein harian yang tepat.
Dampak Kekurangan Protein
Jika tubuh kekurangan protein, maka akan memicu terjadinya kekurangan nutrisi. Berikut ini adalah dampak dan gejala akibar dari kekurangan protein:
Rambut yang mudah rontok, kulit menjadi lebih kering dan kuku mudah rapuh.
Kekurangan protein dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan, seperti kaki, dan pergelangan kaki yang disebut edema.
Kehilangan massa otot.
Anak-anak yang kekurangan protein akan mengalami gangguan tumbuh kembang termasuk stunting.
Tulang akan mudah mengalami gangguan seperti mudah patah.
Jika supa protein kurang memadai, tubuh akan mudah lemas, lemah dan tidak bisa melakukan aktivitas harian.
Akan mudah merasa lapar.
Dampak Kelebihan Protein
Apapun yang berlebihan tentunya tidak baik, termasuk mengkonsumsi protein secara berlebihan. Mengkonsumsi protein yang berlebihan dapat menyebabkan beban pada ginjal, hati dan tulang hingga berpotensi penyakit jantung. Berikut ini adalah dampak kelebihan protein:
Memakan protein yang berlebihan dapat menyebabkan sembelit, pastikan diimbangi dengan supan serat yang pas.
Keinginan untuk buang air kecil akan meningkat, hal ini karena protein membuat ginjal bekerja lebih keras. Akibatnya limbah dari penumpukan tersebut akan semakin asam dan menyebakan ingin buang air kecil setiap waktu.
Terlalu banyak makan protein seperti daging-dagingan akan memicu bau mulut, imbangilah dengan mengkombinasikan protein nabati dan hewani.
Badan akan terasa lebih lemas karena ginjal dan hati bekerja lebih berat, sehingga akan mudah kehilangan energi.
Protein yang berlebih akan menambah kerusakan pada ginjal dengan orang yang sudah memiliki riwayat penyakit ini sebelumnya. Hal ini karena kelebihan nitrogen dalam asam amino yang membentuk protein. Ginjal yang rusak bekerja jauh lebih keras untuk menyingkirkan nitrogen ekstra dan produk limbah metabolisme dari protein.
Mengonsumsi protein berlebihan terutama protein hewani akan meningkatkan risiko obesitas. Apalahi jika hal ini tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan komsumsi serat.
Protein yang berlebih akan mengurangi asupan kalsium, karena jika tubuh mengkonsumsi terlalu banyak protein maka akan terjadi proses pembuangan. Proses pembuangan ini mengakibatkan kalsium juga ikut terbuang.
Baca Juga: 7 Fungsi Protein untuk Kesehatan Tubuh dan Sumber Makanannya
Setelah mengetahui fungsi protein bagi tubuh manusia, konsumsi makanan yang banyak mengandung protein agar tubuh tetap terjaga. Imbangilah dengan nutrisi lain seperti karbohidrat, vitamin, dan lain sebagainya agar asupan nutrisi terpenuhi dengan baik. (Mit)
