Konten dari Pengguna

12 Puisi Guru sebagai Bentuk Ungkapan yang Menyentuh Hati

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat puisi guru sebagai bentuk persembahan dari sang murid. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat puisi guru sebagai bentuk persembahan dari sang murid. Foto: Pixabay

Puisi adalah salah satu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyairnya. Itu sebabnya, terdapat tema puisi guru yang terkadang memberi kesan personal.

Menurut Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari dalam bukunya berjudul Seni Mengenal Puisi, puisi bisa menjadi sarana untuk mengekspresikan keresahan, imajinasi, pengalaman, kesenangan, ataupun nasihat. Tak heran jika banyak orang yang mengutarakan perasaannya melalui puisi.

Murid-murid sendiri kerap mengekspresikan perasaannya dengan membuat sekaligus membacakan puisi tentang guru. Puisi ini merupakan wujud penghargaan dan penghormatan dari murid atas jasa guru yang tak ternilai.

Puisi tentang guru biasa dibacakan pada Hari Guru Nasional dan HUT PGRI yang jatuh setiap tanggal 25 November. Tak hanya itu, momen-momen tertentu seperti perpisahan maupun hari ulang tahun guru juga bisa menjadi saat yang tepat untuk menulis puisi tentang guru.

Sebagai referensi sebelum menulisnya, berikut puisi guru dengan berbagai sub-tema yang dirangkum dari beberapa sumber.

Ilustrasi murid-murid SD membuat puisi tentang guru. Foto: Pixabay

Puisi Untuk Guru SD

Bersumber dari buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas oleh Supriyanto, berikut contoh-contoh puisi untuk guru SD.

1. Guru Pahlawan Masa Kini

Ciptaan: Ibnudin

Wahai guruku tercinta

Engkau adalah pahlawan masa kini

Juangmu untuk mendidik bangsa

Sungguh tak kira tak bernilai

Bukan lagi soal besar atau kecil

Apa-apa yang kau beri

Juga bukan seberapa luas dan sempit

Segala daya juangmu

Tapi samudra pengetahuanmu

Memberikan kami banyak pelajaran

Bak pahlawan yang menyelamatkan rakyatnya

Engkau guru adalah pahlawan masa kini

2. Untuk Guruku

Ciptaan: Ferry DP

Salam terhangat kuucap untuk sebuah kisah

Tentang dia yang hadir sejak mentari menyapa

Lalui detik dengan semangat terindah

Isi kosong dengan pengetahuan aneka rupa

Kami datang untuk tahu

Dia memberi kami ilmu

Kami datang dengan angan

Dia memberi kami masa depan

Dari saat ini dan seterusnya

Doa tulus kami panjatkan

Tuhan berikan segala kebaikan

Untuk dia

Dia adalah Guruku

3. Ingat Nasehatmu

Tutur katamu banyak nasihat

Begitu indah selalu kuingat

Baktimu begitu terlihat

Agar negeri menjadi hebat

Bertemu denganmu kami semangat

Waktu yang panjang terasa sesaat

Hari-hari cepat berlalu

Tak terasa kan terpisah denganmu

Ilustrasi menulis puisi untuk guru tercinta. Foto: Pixabay

Puisi Untuk Guru Tercinta

Sebab guru merupakan sosok pahlawan tanpa tanda jasa, banyak murid-murid yang amat mencintainya dengan cara membuat sebuah puisi. Inilah contoh puisi untuk guru tercinta yang diambil dari buku Hanya Untukmu karangan Yanie Muriani.

4. Pesan untuk Guruku

Ciptaan: Lisa Ardhian Widhia Sari

Dalam lirih keluh di bibirku

Aku benar tak maksud membencimu, wahai guruku

Ego kami masih bangkitkan ragu

Kesal dan bosan terus menipu, hati ini larut membisu

Di relung terdalam, aku juga pernah sadar

Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar

Mengalirkan bakti tanpa ingkar

Demi negeri agar tidak buyar

5. Terimakasih Untukmu

Terima kasih guru-guruku

Atas waktumu mendidik diriku.

Engkau adalah orang tua kedua bagiku

yang selalu aku temui kecuali hari minggu

Terima kasih guru-guruku

kau telah menjadi motivator hidupku

terima kasih guruku

kau telah menjadi motivasi bangun pagiku.

Terima kasih guru-guruku

Pekerjaan rumah yang kau berikan kepadaku

mengajarkanku menghargai waktu

agar tak lupa tanggung jawabku

Terima kasih guru-guruku

tak akan pernah kulupa jasa-jasamu

tak akan pernah ku abaikan nasehat-nasehatmu

Agar aku bisa mencapai cita-cita besarku

6. Malaikat Pendidikan

Guruku..

Dahulu engkau mengajarku dengan kasih sayang

Engkau selalu menatapku ketika aku berbuat salah

Engkau tidak pernah membentak atau mengatakiku

Aku tak menyangka,

Sikapmu ini dengan sendirinya bisa tumbuh dalam diriku

Aku bersyukur bisa bertemu dan belajar kepadamu.

Tanpamu,

Mungkin aku bukan orang siapa-siapa.

Guruku..

Seberapa lelah engkau mengajar

Sebesar apa pun beban yang kau emban

Kau tak pernah membawanya ke ruang kelas

Wajahmu tetap ceria

Demi suasana belajar mengajar tetap enak

Keprofesionalanmu,

Membuatku semakin percaya

Bahwa engkau adalah malaikat pendidikan di bumi ini

Ilustrasi murid-murid yang memiliki cita-cita menjadi guru. Foto: Pixabay

Puisi Cita-citaku Menjadi Guru

Guru menjadi salah satu profesi paling mulia. Oleh sebab itu, banyak anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai guru.

Adapun contoh puisi dengan sub-tema cita-cita menjadi guru yang bisa menjadi referensi untuk membuatnya. Contoh ini dikutip dari buku Analogi Puisi: Cita-Cita milik Estu Pitarto.

7. Guru Cita-citaku

Anganku melayang ke masa depan

Aku ingin menjadi seorang guru

Guru adalah pejuang ilmu di garis depan

Guru tanpa pamrih berbagi ilmu

Aku akan berusaha mencapai cita-cita

Takkan lelah aku mencari ilmu

Tak akan aku berpangku tangan saja

Demi tercapainya cita-citaku

Semoga semua tercapai

Agar hatiku pun bisa damai

Kepada Tuhan aku berdoa

Semoga tercapai cita-cita mulia ini

8. Impianku

Kaulah yang mendidikku

Membekali aku dengan ilmu

Mengajarkan ketulusan

Mengajarkan makna kesabaran

Senyumanmu membuatku bersemangat

Hatiku ini terasa hangat

'Tuk masa depan kami nanti

Engkaulah pejuang tiada henti

Engkaulah jembatan

Mampu menghantarkan

Murid-murid mau ke masa depan

Masa depan yang gilang gemilang

Terima kasih, wahai guru

Perjuanganmu begitu berarti bagiku

Tanpamu siapalah diriku

Hanya seseorang yang tak paham ilmu

9. Jasa Guru

Semenjak aku masih kecil

Tak mengerti apa-apa

Lalu engkau mengajarkan

Bagaimana berhitung dan membaca

Engkau sabar ketika mendidik

Sehingga kami bisa mengerti

Berbagai ilmu yang bermanfaat

Baik di dunia maupun di akhirat

Kuucapkan beribu terima kasih

Kepadamu guruku yang tercinta

Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa

Pejuang terdepan pembangun bangsa

Perjuanganmu akan ku lanjutkan

Aku pun ingin menjadi seorang guru

Selalu membagi ilmu

Setiap hari tanpa rasa jemu

Ilustrasi perayaan Hari Guru dengan cara membuat puisi. Foto: Pixabay

Puisi Hari Guru yang Menyentuh Hati

Masih dengan sumber yang sama dengan contoh sebelumnya, simak contoh puisi Hari Guru yang menyentuh hati berikut ini.

10. Puisi Hari Guru

Ciptaan: Dini TR

Ku tahu kata-kata ini tidaklah lebih berharga dari mutiara di laut sana

Kata-kata ini tidaklah seindah bintang yang menghiasi langit malam

Namun lewat kata-kata ini aku ingin berterima kasih dan meminta maaf

Kutahu sebanyak apapun terima kasihku

Tak mungkin dapat membalas kesetiaanmu dalam mengabdi

Kesabaranmu dalam mengajarku dan keikhlasanmu dalam mendidikku

Serta maafkanlah atas segala sengaja dan ketidaksengajaanku

yang sering membuatmu marah dan kecewa

Sikap dan perilaku yang tidak sesuai harapanmu

Kuingin tetap menjadi pelita bagiku

Agar duniaku tetap bersinar terang karena ada cahaya ilmu darimu

11. Guruku

Ciptaan: Ramty

Guru…

Engkau bagaikan pelita di tengah kegelapan

Engkau bagaikan cahaya pagi

Engkau berikan penerangan dalam hidupku

Guru…

Jasamu takkan kulupakan

Sabarmu mengajariku tanpa henti

Hingga aku mengerti

Tanpamu aku buta…

Guruku…

Semoga jasamu terbalaskan

Suksesku adalah hadiahmu

Kuraih mimpiku…

Semua karenamu Guruku…

12. Menghimne Asa (Guruku)

Ciptaan: Hayati

Sebelum engkau terpuji

Hampir rata turut menguji

Kesabaran seolah dalam jeruji

Padahal yang belum mereka kaji

Menjadi tauladan sulit

Menjadi mediator pelik

Menjadi motivator rumit

Janganlah berandai

Bahkan mereka pun harus pandai

Menilai dengan piawai

Agar kelak ada yang mereka tuai

Guru tidak haus citra

Guru hanya ingin membaikkan citra

Disangka gila harta

Mendidik sekedar bisa

Bukan, itu bukan guru

Guru harus membaca

Agar mampu mengaca

Guru wajib menulis

Agar tidak dipandang miris

Guru kena berkarya

Agar tetap dicinta

Tepikan ragu, engkau bukan benalu

Tempat terhormat tidak pada pangkat

Ukuran harga tidak tentu pada harta

Melainkan pada jasa nan mulia

Maka, himne kan asa

Himne kan karsa

Jangan menyalah

Sebab, karamah Sang Teladan slalu nyata

Hingga pun t'lah tiada

Tetap tinggal ilmu dan nama

Menjelma dalam kenang yang mulia

Terpujilah Wahai Ibu Bapak Guru

(VIO)