Konten dari Pengguna

15 Pantun Penutup Kultum untuk Menyampaikan Hikmah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun Penutup Kultum. Unsplash.com/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Penutup Kultum. Unsplash.com/Thought Catalog

Kultum atau kuliah tujuh menit adalah media dakwah efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan secara singkat, padat, dan bermakna. Agar penyampaian terasa berkesan, kultum sering kali dirangkai dengan pantun penutup kultum sebagai kesimpulan.

Dikutip dari digilib.uin-suka.ac.id, kultum pada umumnya disampaikan setelah salat berjamaah, saat bulan Ramadan, atau dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Kultum dapat berisi nasihat dan mengandung hikmah yang dapat menyentuh hati para pendengarnya.

Referensi Pantun Penutup Kultum

Ilustrasi Pantun Penutup Kultum. Unsplash.com/De an Sun

Berikut adalah beberapa pantun penutup kultum yang bisa digunakan untuk menyampaikan hikmah, khususnya dengan pesan yang menyentuh dan penuh makna.

  1. Pergi ke pasar membeli kurma,

    Kurma manis dari Madinah.

    Jika ada salah dalam bicara,

    Semoga Allah beri ampunan dan berkah.

  2. Burung merpati terbang ke awan,

    Hinggap sebentar di pohon cemara.

    Semoga hikmah jadi pegangan,

    Agar hidup penuh cahaya dan pahala.

  3. Pagi hari memetik delima,

    Disimpan rapi di dalam peti.

    Mari jadikan sabar sebagai tema,

    Agar tenang langkah di dunia nanti.

  4. Angin sejuk di waktu petang,

    Langit cerah berwarna jingga.

    Mari perbanyak amal dan sembahyang,

    Bekal pulang ke akhirat kelak jua.

  5. Air jernih mengalir tenang,

    Tempat wudu sebelum ibadah.

    Jika hati selalu dikenang,

    Zikir dan doa jadi penambah berkah.

  6. Naik perahu di sungai Kranji,

    Dayung perlahan menuju tepian.

    Semoga ilmu yang kita kaji,

    Menjadi cahaya sepanjang zaman.

  7. Bunga melati harum baunya,

    Tumbuh indah di sekitar Tirta.

    Perbaiki diri sebelum waktunya,

    Sebelum ajal datang menjemput kita.

  8. Anak kecil bermain layang,

    Tertawa riang di sore hari.

    Jangan lalai dalam sembahyang,

    Karena itu tiang agama diri.

  9. Pergi berhaji ke Tanah Suci,

    Membawa niat tulus di hati.

    Mari kita luruskan niat ini,

    Agar ibadah diterima Ilahi.

  10. Mentari pagi bersinar terang,

    Embun menetes di daun pandan.

    Semoga hati selalu lapang,

    Dalam menghadapi setiap ujian.

  11. Menanam padi di sawah luas,

    Air mengalir dari hulu.

    Jadikan syukur sebagai napas,

    Agar hidup terasa selalu cukup dan teduh.

  12. Ke masjid berjalan kaki,

    Langkah ringan penuh harapan.

    Mari tingkatkan iman di hati,

    Agar selamat dunia dan akhirat tujuan.

  13. Ikan berenang di air jernih,

    Di dasar sungai tampak jauh.

    Mari bersihkan hati yang keruh dan sedih,

    Dengan taubat yang sungguh-sungguh.

  14. Bintang gemerlap di langit malam,

    Bulan sabit tersenyum tenang.

    Semoga kita istiqamah dalam Islam,

    Hingga akhir hayat penuh kemenangan.

  15. Berkumpul kita di majelis ilmu,

    Mendengar nasihat penuh makna.

    Jika ada khilaf dalam tuturku,

    Mohon maaf lahir dan batin semua.

Demikian deretan pantun penutup kultum yang dapat dijadikan inspirasi menyampaikan hikmah kepada jamaah. Dengan pantun yang santun dan bermakna, pesan dakwah dapat terasa lebih menyentuh serta mudah diingat oleh para pendengar. (Win)

Baca juga: Susunan Acara Buka Puasa Bersama di Kantor yang Seru Berkesan