Konten dari Pengguna

15 Soal TKA Kimia SMA 2025 untuk Latihan dan Persiapan Ujian

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh soal soal TKA Kimia SMA 2025. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh soal soal TKA Kimia SMA 2025. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Soal TKA Kimia SMA 2025 dapat dijadikan bahan latihan untuk mengenali berbagai tipe soal kimia pada jenjang sekolah menengah atas.

Latihan ini mencakup kemampuan menghitung, membaca data percobaan, menganalisis reaksi, hingga menerapkan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Penguasaan materi dasar diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan langkah yang tepat.

Soal TKA Kimia SMA 2025 yang Mudah Dikerjakan

Ilustrasi contoh soal soal TKA Kimia SMA 2025. Foto: Unsplash.com/Luis Quintero

Dikutip dari pusmendik.kemendikdasmen.go.id, berikut adalah contoh soal soal TKA Kimia SMA 2025 beserta kunci jawaban dan pembahasan singkat untuk membantu memahami cara penyelesaiannya.

1. Menghitung pH Larutan Penyangga

Sebanyak 20 mL asam asetat 0,1 M dicampur dengan 20 mL natrium asetat 0,1 M. Jika Ka asam asetat adalah 1 × 10⁻⁵, berapakah pH larutan?

A. 5 − log 5

B. 5

C. 7

D. 9

E. 9 + log 5

Jawaban: B. 5

Kedua larutan memiliki konsentrasi dan volume yang sama sehingga konsentrasi asam asetat dan ion asetat sebanding. Dengan rumus pH = pKa + log (garam/asam), diperoleh pH = 5 + log 1 = 5.

2. Mengidentifikasi Atom Karbon

Senyawa alkana bercabang digunakan sebagai aditif bahan bakar. Berapakah jumlah atom karbon primer dan tersier pada struktur senyawa tersebut?

A. 5 dan 3

B. 5 dan 2

C. 5 dan 1

D. 4 dan 2

E. 4 dan 1

Jawaban: C. 5 dan 1

Karbon primer terikat pada satu atom karbon lain, sedangkan karbon tersier terikat pada tiga atom karbon lain. Struktur senyawa pada sumber tidak terlihat sehingga jumlah tersebut perlu dicocokkan kembali dengan gambar aslinya.

3. Menentukan Variabel Percobaan

Reaksi kesetimbangan 2NO₂(g) ⇌ N₂O₄(g) memiliki ΔH = −57,20 kJ. Ketika suhu dinaikkan, warna campuran merah kecokelatan semakin pekat. Tentukan jenis variabel untuk volume, suhu, dan warna.

Jawaban:

A. Volume: variabel terkontrol.

B. Suhu: variabel bebas.

C. Warna: variabel terikat.

Suhu diubah untuk melihat dampaknya terhadap warna campuran, sedangkan volume wadah dijaga tetap.

4. Menghitung Laju Reaksi

Reaksi penguraian SO₃ berlangsung sesuai persamaan 2SO₃(g) → 2SO₂(g) + O₂(g). Berapakah laju reaksi selama 40 detik pertama?

A. 2,0 × 10⁻² M/detik

B. 2,0 × 10⁻¹ M/detik

C. 2,5 × 10⁻² M/detik

D. 2,5 × 10⁻¹ M/detik

E. 5,0 × 10⁻² M/detik

Jawaban: E. 5,0 × 10⁻² M/detik

Perhitungan memerlukan selisih konsentrasi SO₃ pada detik ke-0 dan detik ke-40. Karena grafik pada sumber tidak terlihat, jawaban ini mengikuti kunci yang diberikan dan belum dapat diverifikasi melalui perhitungan.

5. Menentukan Campuran dengan pH Netral

Diketahui larutan HCl 0,1 M sebanyak 10 mL, NaOH 0,2 M sebanyak 10 mL, H₂SO₄ 0,1 M sebanyak 10 mL, dan Mg(OH)₂ 0,2 M sebanyak 20 mL. Pasangan larutan manakah yang menghasilkan campuran netral?

A. (1) dan (2)

B. (2) dan (3)

C. (1) dan (4)

D. (1) dan (3)

E. (3) dan (4)

Jawaban sesuai kunci sumber: B. (2) dan (3).

Mol NaOH adalah 2 mmol, sedangkan H₂SO₄ sebanyak 10 mL mengandung 1 mmol yang setara dengan 2 mmol H⁺. Jumlah ekuivalen basa dan asam sama sehingga campuran bersifat netral.

6. Menentukan Bentuk dan Kepolaran Molekul

Jika dua unsur dengan notasi tertentu membentuk senyawa, tentukan hibridisasi atom pusat, geometri, dan kepolarannya.

A. sp²; segitiga piramida; polar

B. sp²; segitiga planar; nonpolar

C. sp³; segitiga piramida; nonpolar

D. sp³; segitiga piramida; polar

E. sp³; oktahedral; polar

Jawaban sesuai kunci sumber: D. sp³; segitiga piramida; polar.

Hibridisasi sp³ menunjukkan empat domain elektron di sekitar atom pusat. Jika salah satu domain berupa pasangan elektron bebas dan tiga lainnya membentuk ikatan, geometri molekulnya berupa segitiga piramida dan dapat bersifat polar.

7. Menyetarakan Reaksi Kimia

Tentukan koefisien a, b, dan c pada reaksi aSO₂ + bO₂ → cSO₃.

A. 4, 3, dan 2

B. 2, 3, dan 4

C. 2, 1, dan 2

D. 2, 1, dan 3

E. 2, 1, dan 1

Jawaban: C. 2, 1, dan 2.

Persamaan setaranya adalah 2SO₂ + O₂ → 2SO₃. Jumlah atom sulfur dan oksigen di kedua sisi reaksi sama.

8. Menghitung Konsentrasi ION Ag⁺

Sebanyak 50 mL AgNO₃ 0,01 M dicampur dengan 50 mL NaCl 0,03 M. Jika Ksp AgCl = 1 × 10⁻¹⁰, tentukan konsentrasi Ag⁺ setelah kesetimbangan.

A. 1 × 10⁻¹⁰ M

B. 1 × 10⁻⁸ M

C. 2 × 10⁻⁸ M

D. 6,7 × 10⁻⁸ M

E. 1 × 10⁻⁵ M

Jawaban: B. 1 × 10⁻⁸ M.

Setelah pencampuran, konsentrasi awal Ag⁺ adalah 0,005 M dan Cl⁻ adalah 0,015 M. Kelebihan Cl⁻ sebesar 0,010 M, sehingga [Ag⁺] ≈ Ksp/[Cl⁻] = 10⁻¹⁰/10⁻² = 10⁻⁸ M.

9. Menjelaskan Penurunan Titik Beku

Pada konsentrasi yang sama, penurunan titik beku larutan NaCl dua kali lebih besar daripada larutan urea. Apa penyebabnya?

A. Massa kedua zat sama

B. Massa NaCl dua kali lebih besar

C. Massa urea dua kali lebih besar

D. NaCl adalah garam biner

E. Urea elektrolit lemah, sedangkan NaCl elektrolit kuat

Jawaban sesuai kunci sumber: D. NaCl adalah garam biner.

Secara konsep, penurunan titik beku bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. NaCl terurai menjadi ion Na⁺ dan Cl⁻, sedangkan urea tidak terionisasi. Faktor inilah yang menjelaskan penurunan titik beku lebih besar.

10. Menentukan Urutan Laju Korosi

Percobaan merendam paku dilakukan dalam tiga kondisi berbeda. Urutkan kondisi dari laju korosi paling cepat.

A. (1), (2), (3)

B. (2), (1), (3)

C. (2), (3), (1)

D. (3), (1), (2)

E. (3), (2), (1)

Jawaban sesuai kunci sumber: D. (3), (1), (2).

Korosi dipengaruhi oleh air, oksigen, elektrolit, dan kondisi lingkungan. Gambar percobaan tidak terlihat pada sumber sehingga urutan tersebut perlu dicocokkan dengan kondisi masing-masing paku.

11. Menentukan Komposisi Reaktan AgCl

Reaksi AgNO₃ + NaCl → AgCl + NaNO₃ digunakan untuk menghasilkan 1,435 gram AgCl. Tentukan ketepatan komposisi berikut.

A. 5 mL larutan botol A + 5 mL botol C

B. 10 mL larutan botol A + 5 mL botol D

C. 10 mL larutan botol B + 10 mL botol D

Jawaban: A. Tidak tepat; B. Tepat; C. Tidak tepat, sesuai kunci sumber.

Massa molar AgCl adalah 143,5 g/mol. Target 1,435 gram setara dengan 0,01 mol AgCl. Untuk memverifikasi tiap campuran, konsentrasi larutan dalam botol A, B, C, dan D juga diperlukan, tetapi data tersebut tidak terlihat pada sumber.

12. Menentukan Rumus Empiris dan Molekul

Senyawa terdiri atas 40% karbon, 6,7% hidrogen, dan sisanya oksigen. Massa molarnya 180 g/mol. Apakah rumus molekulnya C₆H₁₂O₆?

A. Benar, rumus empiris dan molekul sama

B. Benar, rumus molekul harus sama dengan rumus empiris

C. Salah, rasio mol tidak sesuai

D. Salah, rumus molekulnya C₆H₁₂O₆

E. Salah, rumus molekulnya C₄H₈O₄

Jawaban: D. Salah, karena rumus molekulnya C₆H₁₂O₆.

Rumus empirisnya CH₂O dengan massa rumus 30 g/mol. Perbandingan massa molar terhadap massa rumus adalah 180/30 = 6, sehingga rumus molekulnya C₆H₁₂O₆.

13. Teori Asam Basa Brønsted-Lowry

Perhatikan reaksi H₂PO₄⁻ + H₂O → HPO₄²⁻ + H₃O⁺. Pernyataan yang tepat adalah ....

A. H₂O menerima H⁺ dan bersifat asam

B. H₃O⁺ memberikan H⁺ kepada H₂O

C. H₂PO₄⁻ memberikan H⁺ kepada H₂O dan bersifat asam

D. H₂PO₄⁻ memberikan H⁺ dan bersifat basa

E. H₂PO₄⁻ memberikan H⁺ kepada HPO₄²⁻ dan bersifat asam

Jawaban: C.

Menurut teori Brønsted-Lowry, asam merupakan donor proton, sedangkan basa merupakan penerima proton. H₂PO₄⁻ memberikan proton kepada H₂O hingga terbentuk HPO₄²⁻ dan H₃O⁺.

14. Membandingkan Titik Didih Isomer Hidrokarbon

Tentukan ketepatan pernyataan berikut.

A. Titik didih n-butana lebih besar daripada 2-metilpropana.

B. Titik didih 2,2-dimetilpropana lebih besar daripada 2-metilbutana.

C. Titik didih n-heksana lebih besar daripada 3-metilpentana.

Jawaban: A. Tepat; B. Tidak tepat; C. Tepat.

Pada isomer dengan rumus molekul sama, rantai lurus umumnya memiliki titik didih lebih tinggi daripada rantai bercabang karena luas permukaan kontak antarmolekul lebih besar. Oleh sebab itu, n-butana mendidih pada suhu lebih tinggi daripada 2-metilpropana, sedangkan 2-metilbutana memiliki titik didih lebih tinggi daripada 2,2-dimetilpropana.

15. Menggeser Kesetimbangan Pembentukan SO₃

Reaksi proses kontak adalah 2SO₂(g) + O₂(g) ⇌ 2SO₃(g), dengan ΔH = −197 kJ/mol. Pilih tindakan yang meningkatkan pembentukan SO₃.

1. Memperbesar volume wadah

2. Menambah O₂

3. Menurunkan tekanan

4. Menurunkan suhu

5. Mengeluarkan SO₃

Jawaban: 2, 4, dan 5.

Penambahan O₂ dan pengeluaran SO₃ mendorong kesetimbangan ke kanan. Karena reaksi ke kanan bersifat eksoterm, penurunan suhu juga mendukung pembentukan SO₃.

Latihan soal TKA Kimia SMA 2025 di atas mencakup perhitungan larutan, stoikiometri, kesetimbangan, struktur senyawa, dan laju reaksi. Memahami konsep serta memeriksa kembali data yang tersedia akan membantu menghindari kesalahan ketika menentukan jawaban. (Khoirul)

Baca Juga: Contoh Soal TKA Kimia SMA 2025 dan Kunci Jawabannya untuk Latihan