2 Contoh Naskah Drama, Pengertian, dan Cara Membuatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Naskah drama merupakan teks tertulis yang berisikan dialog antar tokoh dengan alur cerita di dalamnya. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh naskah drama yang dapat ditemui dengan berbagai tema. Mulai dari komedi, cinta, persahabatan, dan lainnya.
Berbeda dengan naskah cerita lainnya, seperti cerpen atau novel, naskah drama justru tidak mengisahkan cerita secara langsung. Hal tersebut karena naskah drama lebih berfokus pada pembicaraan para tokoh.
Ingin memahami lebih jelas tentang naskah drama dan cara pengerjaannya? Simak ulasannya pada artikel di bawah ini.
Apa Itu Naskah Drama?
Menyadur jurnal Pembelajaran Menulis Naskah Drama yang diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, naskah drama merupakan sebuah teks yang di dalamnya terdiri dari beberapa dialog dengan tema yang beragam.
Sementara itu, ada banyak para ahli yang ikut mengemukakan pendapatnya tentang pengertian naskah drama, di antaranya:
a. Imam Suryono
Naskah adalah sebuah drama yang berisi aksi dan perbuatan. Aksi dan perbuatan tersebut menjelaskan mengenai sebuah masalah yang dihadapi tokoh yang ada di dalam naskah tersebut.
Secara sederhana, naskah drama adalah unsur yang sangat penting dalam membangun sebuah drama, supaya dapat diperankan dengan baik oleh para pemeran seperti aktor atau aktris yang akan menampilkan naskah drama tersebut.
b. Sendarastik
Sendarastik menyimpulkan bahwa naskah drama merupakan bahan dasar di dalam sebuah pementasan. Oleh karena itu, sebuah naskah drama belum diketahui kesempurnaannya jika belum dipentaskan.
Untuk lebih jelas, naskah drama menurut Sendarastik adalah ungkapan dari pernyataan penulis atau bisa disebut juga dengan playwright yang mempunyai isi tentang pengalaman umum.
Apa Saja Contoh Naskah Drama?
Ada banyak naskah drama yang tercipta di seluruh penjuru dunia, tapi ada beberapa contoh naskah drama yang terkenal dan menjadi referensi bagi para penulis lainnya, yaitu:
Hamlet karya William Shakespeare
Oedipus Rex karya Shopocles
Death of a Salesman karya Arthur Miller
Look Back in Anger karya John Osborne
Woyzeck karya Georg Bucher
Who's Afraid of Virginia Woolf karya Edward Albee
Waiting for Godot karya Samuel Beckett
Uncle Vanya karya Aston Chekov
Tartuffe karya Moliere
The Bald Soprana karya Eugene Lonesco
Selain judul-judul drama yang ada di atas, berikut ada beberapa contoh penulisan naskah drama yang baik dan benar, seperti yang dikutip dari buku Be Smart Bahasa Indonesia yang diterbitkan langsung oleh Grafindo Media Pratama.
Contoh 1
Jalan desa menuju sawah ladang. Pagi. Sambil berangkat ke sawah ladang masing-masing, warga desa bicara tentang kabar burung yang mereka dengar.
Parmin : "Ah, yang bener. Jangan guyon, Wahyu."
Wahyu : "Bener, tanya saja kalau tidak percaya. Semua orang sudah tahu."
Parmin : "Kamu tahu dari siapa?"
Wahyu : "Dibilang semua orang sudah tahu, ya dari orang-orang."
Parmin : "Ya, rapi dari mana asal kabar itu?"
Wahyu : "Saya sendiri tidak tahu. Yang jelas, kabarnya Mbah Joyo akan segera pulang. Itu saja. Tuh, lihat Kamto. Tanya saja sama dia. Kamto, sini dulu."
Kamto yang muncul dari sisi lain perlahan mendekat.
Parmin : (Tidak sabar) "Apa bener Mbah Joyo segera pulang, Kamto?"
Kamto : "Saya denger begitu, tapi sebaiknya jangan percaya dulu."
Parmin : "Kenapa begitu?"
Kamto : "Karena kabarnya simpang siur. Dari sana lain, dari situ lain. Ada yang bilang begini, ada yang bilang begitu."
Parmin : "Ya, tapi bagiamana jelasnya? Jangan mutar-mutar begitu."
Dari arah lain muncul Mamat.
Kamto : "Tunggu, tunggu. Coba kita tanya kakek Mamat dulu, coba."
Parmin : "Kek, dengan kabar soal Mbah Joyo?"
Mamat : "Seneng? Ya, jelas seneng kalau Mbah Joyo pulang. Ini berita gembira, kita harus syukuran nanti."
Parmin : "Loh, jangan senang dulu, jangan syukuran dulu. Kabar itu benar apa tidak?"
Mamat : "Eh, siapa bilang saya tidak gembira? Jelas saya gembira."
Parmin : "Loh, saya tahu Kakek gembira. Saya juga gembira kalau kabar itu benar. Tapi, berita itu dari mana asalnya? Benar atau tidak?"
Mamat : "Apa?"
Parmin : "Jelaskan, Kamto. Jelaskan."
Kamto : (Teriak) "Kakek dengar berita tadi dari siapa?"
Mamat : "Loh, kok dari siapa, ya dari Roh Suci pelindung Festival Topeng. Konon, asal kita mau menebusnya dengan mengadakan selamat seribu tumpeng. Mbah Joyo bakal dipulangkan."
Parmin : "Tunggu, tunggu. Aduh ini kok tidak karuan ceritanya?"
Mamat : "Ya sudah, begitu saja. Kita tinggal selamat, Parmin. Jadi, jangan bilang saya tidak senang ya?"
Parmin diam saja.
Contoh 2
Andi : "Shan, aku ingin cerita nih?"
Shani : "Cerita apa? Soal mimpi gilamu, kan? Kamu sekarang mau bermimpi apa lagi? Jadi astronot? Atau, berkelana ke Planet Neptunus?"
Andi : "Hahaha, kau ini tahu saja. Aku memang mau menceritakan mimpiku. Tapi, mimpiku kali ini tidak seaneh yang dulu. Kali ini, mimpi yang aku wujudkan ini lebih realistis. Aku ingin jadi penulis novel, Shan. Tepatnya menjadi penulis novel fantasi. Kamu tahu sendiri kan kalau aku ini tukang ngayal. Jadi, aku merasa bahwa menjadi penulis novel fantasi adalah impian yang sepertinya bisa aku wujudkan."
Shani : "Widih, tumben-tumbenan mimpimu realistis, mana bagus juga lagi. Eh, ngomong-ngomong, kamu udah bikin naskahnya belum?"
Andi : "Udah, dong. Malah kemarin aku kirim ke penerbit."
Shani : "Widih, mantap kali kalau begitu! Semoga naskah kamu diterima penerbit ya, Ndi."
Andi : "Aamiin. Makasih ya Shan."
Beberapa waktu kemudian.
Shani : "Ndi, bagaimana dengan naskah novel? Diterima penerbit tidak?"
Andi : "Enggak, nih, Shan. Malahan, aku disuruh revisi sama penerbitnya. Mana revisiannya banyak lagi. Ah, sepertinya impianku untuk bikin novel fantasi bukanlah impian yang bisa aku wujudkan."
Shani : "Yaelah, Ndi. Naskah kamu kan cuma disuruh direvisi; bukan ditolak. Jadi, naskah kamu masih punya kesempatan buat diterbitkan oleh penerbit. Lagian, kalau tidak diterbitkan di penerbit yang kamu tuju itu, kamu masih bisa kirim ke penerbit lain. Iya, kan?"
Andi : Iya sih, Shan. Eh, ngomong-ngomong, terima kasih ya atas masukannya."
Shani : "Sama-sama, Ndi."
Andi pun kembali merevisi naskah novelnya tersebut. Shani sebagai sahabatnya pun terus memberi dukungan dan masukan kepada Andi. Singkat cerita, novel fantasi karangan Andi pun terbit dan digemari oleh banyak pembaca.
Cara Membuat Naskah Drama yang Baik
Sebelum mengetahui bagaimana cara membuat naskah drama yang baik, pahami terlebih dahulu syarat menulis naskah drama bagi pemula. Menyadur Modul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, berikut informasinya.
Memiliki keinginan untuk menulis.
Memiliki latar belakang kegemaran membaca dan menulis.
Memiliki dan memahami pengetahuan bahasa yang memadai.
Menguasai tata cara dalam penulisan.
Memiliki kepekaan terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar atau di luar lingkungan.
Mampu berimajinasi.
Memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam menulis.
Fokus dan memiliki konsentrasi tinggi dalam menulis.
Setelah memahami syarat-syarat untuk menciptakan naskah drama yang baik, berikut langkah awal yang harus dilakukan saat menyusun naskah drama, seperti yang dikutip dari Modul Tema 9 Naskah Drama dalam Pementasan Teater Modern Seni Budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Tentukan ide yang menarik untuk ditonton.
Tentukan tema drama yang sesuai dengan ide dan konsep cerita.
Tentukan judul naskah agar judul tidak terlalu panjang, namun memiliki daya tarik.
Merumuskan naskah, pemetaan tokoh, dan karakteristik yang harus jelas sesuai dengan konflik yang diinginkan atau digambarkan.
Menyusun kerangka cerita, bisa berisi perkenalan tokoh sampai akhir konflik.
Buatlah sinopsis sebagai gambaran cerita dalam naskah drama.
Kembangkan cerita yang telah disusun.
(JA)
