Konten dari Pengguna

20 Contoh Kekurangan Diri Sendiri yang Bisa Disebut dalam Interview

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
19 Februari 2024 12:36 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi contoh kekurangan diri sendiri saat wawancara kerja. Foto: Christina @ wocintechchat.com/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kekurangan diri sendiri saat wawancara kerja. Foto: Christina @ wocintechchat.com/unsplash
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Contoh kekurangan diri sendiri perlu diketahui, terlebih untuk mereka yang akan menjalani wawancara atau interview kerja. Jawaban dari pertanyaan kekurangan diri yang diberikan pewawancara dapat menunjukkan bahwa kandidat cukup introspektif dan mengetahui bagian mana yang perlu ditingkatkan pada dirinya.
ADVERTISEMENT
Artikel ini akan membagikan 20 contoh kekurangan diri sendiri serta bagaimana cara menjawab dengan baik saat wawancara kerja. Simak uraiannya di bawah!

20 Contoh Kekurangan Diri Sendiri

Ilustrasi contoh kekurangan diri sendiri saat wawancara kerja. Foto: Christina @ wocintechchat.com/unsplash
Salah satu pertanyaan saat wawancara kerja adalah "apa kelemahan terbesar Anda?" Selain harus tahu kekurangan diri sendiri, penting untuk mengetahui bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut dengan baik.
Menurut indeed.com, kandidat harus dapat menyusun kalimat secara positif, yaitu dengan menggabungkan kesadaran diri dengan rencana tindakan agar kekurangan tersebut dapat teratasi.
Merangkum status.net, berikut ini 20 contoh kekurangan diri sendiri dan cara menjawabnya yang bisa dijadikan inspirasi saat menjawab pertanyaan yang sama ketika wawancara kerja.

1. Sering Menunda Tugas

Saya mempunyai kecenderungan untuk menunda-nunda suatu tugas, yang dapat menyebabkan stres di menit-menit terakhir dan pekerjaan yang terburu-buru.
ADVERTISEMENT
Saya menyadari bahwa ini adalah kelemahan saya dan saya secara aktif berupaya meningkatkan keterampilan manajemen waktu saya untuk menghindari penundaan.

2. Sulit Membagi Tugas kepada Rekan Kerja

Saya sering kali merasa perlu melakukan segala sesuatunya sendiri untuk memastikan semuanya dilakukan dengan benar, yang dapat menyebabkan kelelahan dan inefisiensi.
Saya menyadari bahwa membagi tugas dengan rekan kerja adalah bagian penting dalam menjadi tim dan saya berupaya untuk mempercayai rekan saya dan membagi tugas dengan lebih efektif.

3. Kurang Percaya Diri Saat Berbicara di Depan Umum.

Saya kesulitan berbicara di depan umum dan sering merasa gugup atau cemas saat melakukan presentasi di depan orang lain. Saya menyadari bahwa ini adalah kelemahan saya dan saya berupaya meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum melalui latihan dan meminta masukan dari orang lain.
ADVERTISEMENT

4. Kurang Bisa Multitasking atau Melakukan Banyak Tugas Bersamaan

Saya sering kali mendapati diri saya mencoba mengerjakan terlalu banyak tugas sekaligus, yang bisa menyebabkan kesalahan dan kurang fokus. Saya berupaya memprioritaskan tugas dan fokus pada satu hal pada satu waktu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas saya.

5. Manajemen Waktu yang Buruk

Saya terkadang kesulitan mengatur waktu saya secara efektif, yang dapat mengakibatkan tenggat waktu terlewati dan merasa cukup kewalahan menyelesaikan tugas.
Saya berusaha menetapkan tujuan dan tenggat waktu yang jelas untuk diri saya sendiri dan menggunakan teknik time blocking untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu saya.

6. Sulit Beradaptasi

Saya terkadang kesulitan beradaptasi dengan situasi baru atau perubahan di tempat kerja. Saya berupaya untuk menjadi lebih berpikiran terbuka dan fleksibel terhadap perubahan, serta mencari dukungan dan bimbingan bila diperlukan.
ADVERTISEMENT

7. Overthinking

Saya memiliki kecenderungan overthinking atau menganalisis situasi secara berlebihan, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam pengambilan keputusan hingga mengalami stres yang seharusnya tak terjadi.
Saya berusaha untuk menjadi lebih tegas dan mempercayai insting saya, sambil juga mencari masukan dan umpan balik dari orang lain bila diperlukan.

8. Kurang Dapat Menentukan Prioritas Tugas

Saya terkadang kesulitan menentukan prioritas tugas secara efektif, yang dapat menyebabkan kewalahan dan melewati tenggat waktu. Saya berupaya mengidentifikasi tugas-tugas yang paling penting dan memprioritaskannya, sekaligus membagi tugas kepada rekan kerja bila diperlukan.

9. Sulit Menolak atau Berkata "Tidak"

Saya terkadang kesulitan untuk mengatakan "tidak" pada permintaan, sehingga menerima terlalu banyak hal. Ini dapat menyebabkan kelelahan dan kurang fokus.
Saya berupaya menetapkan batasan yang jelas dan memprioritaskan beban kerja saya untuk memastikan bahwa saya tidak melakukan terlalu banyak pekerjaan dan dapat melakukan yang terbaik.
ADVERTISEMENT

10. Sulit Memberi dan Menerima Saran

Saya terkadang kesulitan dalam memberi dan menerima masukan, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan membuat sulit berkembang. Saya berupaya untuk menjadi lebih berpikiran terbuka dan menerima masukan, sekaligus memberikan masukan kepada orang lain dengan cara yang jelas dan penuh hormat.

11. Sulit Konsentrasi

Terkadang saya mudah terganggu oleh faktor eksternal, seperti media sosial atau tugas pribadi. Saya berupaya meningkatkan fokus dan konsentrasi saya melalui teknik seperti time blocking dan meminimalkan gangguan.

12. Sulit Bekerja dalam Tim

Saya terkadang kesulitan bekerja dalam lingkungan tim, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan kurangnya kolaborasi. Saya berupaya meningkatkan keterampilan komunikasi dan interpersonal saya, sekaligus menjadi lebih berpikiran terbuka dan menerima ide dan perspektif orang lain.

13. Sulit Mengambil Keputusan

Saya terkadang kesulitan dalam mengambil keputusan, terutama ketika ada banyak pilihan atau faktor yang perlu dipertimbangkan. Saya berupaya meningkatkan keterampilan dalam mengambil keputusan melalui teknik seperti mempertimbangkan pro dan kontra, mencari masukan dari orang lain, dan mempercayai naluri saya.
ADVERTISEMENT

14. Tak Bisa Bekerja dalam Tekanan

Saya terkadang kesulitan menangani stres atau tekanan di tempat kerja, yang dapat menyebabkan kelelahan dan kurangnya produktivitas. Saya berupaya meningkatkan keterampilan manajemen stres saya melalui teknik seperti perhatian dan perawatan diri, sekaligus mencari dukungan dan bimbingan bila diperlukan.

15. Terlalu Kritis pada Diri Sendiri dan Orang Lain

Saya terkadang memiliki kecenderungan untuk terlalu kritis terhadap diri sendiri atau orang lain, yang dapat menyebabkan pembicaraan negatif dan kurangnya motivasi.
Saya berusaha untuk menjadi lebih berbelas kasih dan pengertian terhadap diri saya sendiri dan orang lain, sambil juga memberikan masukan dengan cara yang penuh hormat.

16. Sulit Mengorganisir Tugas

Saya terkadang kesulitan dalam mengatur dan merencanakan beban kerja saya secara efektif, yang dapat menyebabkan tenggat waktu terlewati dan kurangnya produktivitas. Saya berupaya meningkatkan keterampilan organisir saya melalui teknik seperti membuat daftar tugas dan menggunakan alat manajemen tugas.
ADVERTISEMENT

17. Sulit Presentasi di Depan Umum

Saya terkadang kesulitan berbicara atau melakukan presentasi di depan umum, yang dapat menyebabkan rasa gugup dan kurang percaya diri. Saya berupaya meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum melalui latihan dan mencari masukan dari orang lain.

18. Suka Menghindari Konflik

Saya terkadang memiliki kecenderungan untuk menghindari konflik atau konfrontasi, yang dapat menyebabkan permasalahan yang tidak terselesaikan dan kurangnya komunikasi.
Saya berupaya meningkatkan keterampilan untuk menghadapi konflik yang sedang terjadi melalui teknik seperti mendengarkan secara aktif, komunikasi yang jelas, dan mencari titik temu untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan.

19. Kurang Mampu Berinisiatif

Saya terkadang kesulitan dalam mengambil inisiatif atau bersikap proaktif di tempat kerja, yang dapat menyebabkan tak bisa mengembangkan diri. Saya berupaya untuk menjadi lebih proaktif, sekaligus mencari peluang untuk belajar dan berkembang.
ADVERTISEMENT

20. Sulit Membagi Waktu Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Saya terkadang kesulitan dalam menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi yang sehat, yang dapat menyebabkan kelelahan dan kurangnya kepuasan di kedua bidang tersebut.
Saya berupaya menetapkan batasan yang jelas dan memprioritaskan perawatan diri dan waktu pribadi, sekaligus memperhatikan beban kerja dan tanggung jawab saya di tempat kerja.

Tip Menjawab Kekurangan Diri Sendiri

Ilustrasi wawancara kerja. Foto: LinkedIn Sales Solutions/unsplash
Selain 20 contoh kekurangan diri sendiri seperti yang sudah dijabarkan di atas, masih banyak contoh kekurangan diri sendiri lainnya.
Menyadur beberapa sumber, Anda bisa mengikuti tip di bawah ini untuk menjawab pertanyaan "apa kelemahan terbesar Anda?" saat wawancara kerja.

1. Jawab Jujur

Jawab dengan jujur tetapi pilih kekurangan yang masih bisa ditoleransi pewawancara dan masih cukup relevan untuk menunjukkan kesadaran diri.
ADVERTISEMENT

2. Soroti Kesadaran Diri

Saat menjawab pertanyaan ini, kandidat harus lebih menyoroti kesadaran diri dan pertumbuhan pribadi. Anda juga bisa memberikan contoh kondisi bagaimana mengenali kelemahan tersebut, sehingga menunjukkan bahwa Anda mampu mengevaluasi kinerja diri sendiri.

3. Berikan Solusi

Setelah menyebutkan kekurangan diri sendiri, Anda bisa menjelaskan langkah-langkah yang akan atau sedang dilakukan untuk mengatasinya. Hal ini dapat menunjukkan komitmen bahwa Anda adalah orang yang ingin terus berkembang dan belajar.

4. Berikan Hasilnya

Apabila mungkin, Anda bisa memberikan contoh tentang bagaimana solusi yang sudah dilakukan untuk menangani kekurangan diri sendiri.

5. Tekankan Kelebihan Diri

Setelah berdiskusi tentang kekurangan diri sendiri, Anda bisa mengalihkan fokus pada kelebihan diri, dapat menyoroti keahlian, pengalaman, dan pencapaian yang pernah diperoleh.
(NSF)