20 Soal Psikotes Matematika Dasar untuk Belajar secara Mandiri

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Soal psikotes matematika dasar sering menjadi momok bagi banyak orang yang sedang mempersiapkan diri untuk tes masuk kerja, seleksi pendidikan, atau evaluasi lainnya.
Jenis soal ini dirancang untuk mengukur kemampuan logika, pemecahan masalah, dan penguasaan dasar matematika seseorang, seperti aritmatika sederhana, deret angka, perbandingan, serta logika angka lainnya.
Meskipun terlihat mudah, banyak peserta tes merasa kewalahan ketika menghadapi soal-soal ini tanpa persiapan yang memadai. Belajar secara mandiri menjadi solusi yang efektif untuk mengasah kemampuan matematika dasar.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Soal Psikotes Matematika Dasar
Soal psikotes matematika dasar adalah salah satu komponen penting dalam berbagai jenis seleksi, mulai dari tes masuk kerja hingga seleksi akademik.
Dikutip dari laman psikologi.uma.ac.id, soal-soal psikotes dirancang untuk mengukur kemampuan logika, analisis, dan ketelitian seseorang dalam memecahkan masalah.
Bagi seseorang yang ingin mempersiapkan diri secara mandiri, latihan adalah kunci utama untuk sukses. Berikut ini adalah 20 contoh soal psikotes matematika dasar beserta pembahasannya yang dapat digunakan sebagai bahan belajar.
Bagian 1: Soal Aritmatika Dasar
35 + 47 – 18 = ?
a. 64
b. 67
c. 74
d. 76
Pembahasan: Penjumlahan dilakukan terlebih dahulu: 35 + 47 = 82. Kemudian, hasilnya dikurangi 18: 82 - 18 = 64.
128 ÷ 8 + 15 = ?
a. 16
b. 31
c. 30
d. 32
Pembahasan: Pembagian dilakukan terlebih dahulu: 128 ÷ 8 = 16. Selanjutnya, 16 + 15 = 31.
12 × 5 – 4 = ?
a. 56
b. 60
c. 58
d. 62
Pembahasan: Perkalian dilakukan lebih dulu: 12 × 5 = 60. Kemudian, hasilnya dikurangi 4: 60 - 4 = 56.
450 – (25 × 8) = ?
a. 250
b. 300
c. 400
d. 350
Pembahasan: Hitung bagian dalam tanda kurung lebih dulu: 25 × 8 = 200. Kemudian, kurangi 450 dengan 200: 450 - 200 = 250.
9 × 8 ÷ 3 = ?
a. 18
b. 24
c. 27
d. 30
Pembahasan: Lakukan perkalian terlebih dahulu: 9 × 8 = 72. Kemudian, 72 ÷ 3 = 24.
Bagian 2: Deret Angka
1, 3, 6, 10, 15, ... ?
a. 18
b. 21
c. 24
d. 28
Pembahasan: Pola deret ini adalah penjumlahan bertingkat: 1 + 2 = 3, 3 + 3 = 6, 6 + 4 = 10, 10 + 5 = 15. Berikutnya, 15 + 6 = 21.
2, 4, 8, 16, 32, ... ?
a. 48
b. 60
c. 64
d. 72
Pembahasan: Pola deret ini adalah kelipatan dua: 2 × 2 = 4, 4 × 2 = 8, 8 × 2 = 16, dan seterusnya. Jadi, 32 × 2 = 64
7, 14, 21, 28, ... ?
a. 32
b. 35
c. 40
d. 42
Pembahasan: Pola deret ini adalah kelipatan tujuh: 7, 14, 21, 28, sehingga angka berikutnya adalah 35.
100, 95, 90, 85, ... ?
a. 75
b. 80
c. 85
d. 90
Pembahasan: Pola deret ini adalah pengurangan lima: 100 – 5 = 95, 95 – 5 = 90, 90 – 5 = 85. Selanjutnya, 85 – 5 = 80.
5, 10, 20, 40, ... ?
a. 50
b. 60
c. 80
d. 100
Pembahasan: Pola deret ini adalah perkalian dua: 5 × 2 = 10, 10 × 2 = 20, dan seterusnya. Jadi, 40 × 2 = 80.
Bagian 3: Soal Logika Angka
Jika 3 = 9, 4 = 16, 5 = 25, maka 6 = ?
a. 30
b. 32
c. 36
d. 40
Pembahasan: Pola ini adalah bilangan yang dikuadratkan: 3² = 9, 4² = 16, 5² = 25. Maka, 6² = 36.
Jika 2 = 8, 3 = 27, 4 = 64, maka 5 = ?
a. 100
b. 125
c. 150
d. 200
Pembahasan: Pola ini adalah bilangan yang dipangkatkan tiga: 2³ = 8, 3³ = 27, 4³ = 64. Maka, 5³ = 125.
Jika 10 = 1, 20 = 2, 30 = 3, maka 40 = ?
a. 4
b. 5
c. 6
d. 7
Pembahasan: Pola ini adalah angka pertama pada bilangan puluhan: 10 (1), 20 (2), 30 (3). Maka, 40 = 4.
Jika 1 = 3, 2 = 5, 3 = 7, maka 4 = ?
a. 9
b. 10
c. 11
d. 13
Pembahasan: Pola ini adalah bilangan ganjil: 1 = 3, 2 = 5, 3 = 7. Maka, 4 = 9.
Jika 5 = 25, 6 = 36, 7 = 49, maka 8 = ?
a. 60
b. 64
c. 72
d. 81
Pembahasan: Pola ini adalah bilangan yang dikuadratkan: 5² = 25, 6² = 36, 7² = 49. Maka, 8² = 64.
Bagian 4: Soal Perbandingan
Jika 4 : 2 = 2, maka 12 : 6 = ?
a. 3
b. 2
c. 4
d. 5
Pembahasan: Pola perbandingan adalah pembagian: 12 ÷ 6 = 2.
Jika 15 : 3 = 5, maka 45 : 9 = ?
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
Pembahasan: Pola perbandingan adalah pembagian: 45 ÷ 9 = 5.
Jika 8 : 4 = 2, maka 32 : 8 = ?
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
Pembahasan: Pola perbandingan adalah pembagian: 32 ÷ 8 = 4.
Jika 50 : 5 = 10, maka 100 : 10 = ?
a. 9
b. 10
c. 11
d. 12
Pembahasan: Pola perbandingan adalah pembagian: 100 ÷ 10 = 10.
Jika 36 : 6 = 6, maka 81 : 9 = ?
a. 8
b. 9
c. 10
d. 11
Pembahasan: Pola perbandingan adalah pembagian: 81 ÷ 9 = 9.
Panduan Efektif Belajar Psikotes Matematika Dasar
Psikotes matematika dasar sering menjadi bagian dari berbagai jenis tes kemampuan, baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun seleksi tertentu. Untuk menghadapi jenis tes ini dengan percaya diri, diperlukan strategi belajar yang tepat.
Berikut beberapa tips yang dapat membantu seseorang meningkatkan kemampuan dalam psikotes matematika dasar.
Latihan Secara Rutin
Kunci utama keberhasilan dalam psikotes adalah berlatih secara teratur. Semakin sering mengerjakan soal, semakin terasah kemampuan seseorang dalam memahami berbagai jenis pertanyaan yang biasanya muncul dalam tes.
Latihan rutin membantu seseorang terbiasa dengan pola-pola soal, meningkatkan kecepatan menyelesaikan masalah, serta membangun rasa percaya diri.
Luangkan waktu setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu untuk berlatih soal psikotes agar proses belajar konsisten.
Pelajari Pola Soal
Sebagian besar soal psikotes matematika dasar mengikuti pola tertentu, seperti deret angka, logika matematika, atau hubungan antara bilangan. Oleh karena itu, memahami pola soal menjadi langkah yang sangat penting.
Dengan mengenali pola-pola ini, seseorang tidak hanya dapat menyelesaikan soal dengan lebih cepat, tetapi juga dapat memprediksi jenis pertanyaan yang mungkin muncul.
Misalnya, dalam soal deret angka, perhatikan hubungan antarangka untuk menemukan pola yang mendasari urutan tersebut.
Latih Manajemen Waktu
Psikotes biasanya memiliki batasan waktu yang cukup ketat. Oleh karena itu, kemampuan mengelola waktu menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan.
Latih diri untuk mengerjakan soal dalam waktu tertentu, seperti menggunakan timer saat berlatih. Tujuannya adalah agar terbiasa dengan tekanan waktu dan mampu menyelesaikan soal tanpa terburu-buru.
Teknik ini juga membantu mengidentifikasi soal yang membutuhkan waktu lebih banyak sehingga dapat mengatur strategi saat tes berlangsung.
Manfaatkan Sumber Belajar yang Beragam
Saat ini, tersedia banyak sumber belajar yang dapat mendukung persiapan, seperti buku latihan psikotes, aplikasi pendidikan, atau situs web yang menyediakan kumpulan soal.
Pilihlah sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan pastikan untuk mencoba berbagai tipe soal. Keanekaragaman materi latihan akan membantu memahami beragam pendekatan untuk menjawab pertanyaan, sehingga semakin siap menghadapi tes dengan format apapun.
Evaluasi Hasil Latihan
Setiap selesai mengerjakan latihan, luangkan waktu untuk memeriksa kembali hasil pekerjaan. Perhatikan jawaban yang salah dan pelajari alasan di balik kesalahan tersebut.
Dengan mengevaluasi hasil latihan, dapat mengenali kelemahan dan fokus memperbaiki bagian yang masih kurang. Selain itu, evaluasi juga membantu melacak perkembangan kemampuan dari waktu ke waktu.
Tetap Konsisten dan Belajar Secara Berkelanjutan
Konsistensi adalah kunci keberhasilan dalam mempersiapkan diri menghadapi psikotes. Jadikan belajar sebagai kebiasaan, bukan hanya kegiatan sementara.
Dengan pendekatan ini, kemampuan seseorang akan terus berkembang, sehingga semakin siap menghadapi tantangan dalam tes. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika menemukan soal yang sulit dipahami, seperti berdiskusi dengan teman atau mengikuti kelas online.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas dan mengerjakan kumpulan soal psikotes matematika dasar, seseorang dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi psikotes matematika dasar.
Semakin konsisten dan terstruktur persiapan, semakin besar peluang untuk meraih hasil yang maksimal. Tetaplah semangat, dan ingat bahwa keberhasilan dalam tes adalah hasil dari kerja keras yang berkesinambungan! (KIKI)
Baca juga: 25 Contoh Soal Excel Admin dan Jawabannya
