3 Kultum tentang Malam Lailatul Qadar yang Menyentuh Hati

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kultum merupakan ceramah singkat yang biasanya disampaikan di bulan Ramadhan dengan berbagai macam tema. Salah satu tema yang sering disampaikan adalah kultum tentang malam lailatul qadar.
Lailatul qadar adalah peristiwa penting yang terjadi di antara sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Malam lailatul qadar sendiri memiliki keistimewaan dari malam-malam lainnya, karena Allah memberikan banyak kebaikan.
Contoh Kultum tentang Malam Lailatul Qadar yang Menyentuh Hati
Sebagai referensi untuk para penceramah, berikut contoh kultum tentang malam lailatur qadar seperti yang dikutip dari buku Ramadhan Bertabur Berkah oleh A.U. Kharsman.
Contoh ke-1
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan. Pada waktu tersebut, takdir seluruh makhluk ditulis hingga satu tahun ke depan. Meskipun demikian, tulisan takdir tersebut tidak berbeda dengan tulisan takdir yang berada di lauhul mahfudz.
Ada banyak kemuliaan yang dimiliki oleh malam lailatul qadar. Adapun kemuliaan tersebut, yaitu:
1. Waktu turunnya Alquran pertama kali
Lailatul qadar merupakan waktu yang istimewa karena menjadi saksi momen turunnya Al-Qur’an untuk pertama kalinya. Hal ini sesuai dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an:
Innaa andzalnaahu fii lailatil qodr
Artinya: “Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam lailatul qadar.” (QS. Al-Qadr: 1).
2. Lebih baik dari seribu bulan
Ibnu Majah meriwayatkan, “Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang darinya, maka sungguh telah terhalangi kebaikan seluruhnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad).
Dari hadist tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ketika malam lailatul qadar tiba, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, waktu tersebut adalah waktu yang lebih baik dari seribu bulan. Sehingga, pahala yang kita dapatkan akan besar nilainya.
3. Keselamatan yang selalu menyertai
Allah berfirman dalam ayatnya bahwa keselamatan akan selalu menyertai. Seperti halnya yang tertuang dalam Surat Al-Qadr:
Salamun hiya hatta mathlangil fajr
Artinya: “Keselamatan pada malam itu hingga terbitnya fajar.” (QS. Al-Qadr: 5).
Menyambut lailatul qadar, umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan seperti:
Itikaf atau berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak beribadah kepada Allah SWT, tadarusan membaca Alquran. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist Aisyah Ra menyebut bahwa,
“Rasulullah SAW melakukan itikaf pada sepuluh hari-hari akhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal dunia,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan mengerjakan Itikaf, maka umat muslim juga turut mengamalkan ibadah sunah yang dapat mendatangkan pahala. Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa mengerjakan salat (sunah di malam hari) bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala (Allah), niscaya dosa-dosanya yang terdahulu diampuni’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Memperbanyak dzikir yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Memperbanyak dzikir dan mengingat Allah sangat dianjurkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Memperbanyak istighfar dan selawat nabi, salah satu bacaan yang paling sering dan mudah diamalkan di sela-sela kesibukan. Selawat Nabi Muhammad dapat dipahami dengan membaca artinya dan juga meresapinya saat setiap mengamalkannya.
Mudah-mudahan kita dapat bertemu dengan malam yang istimewa tersebut. Amin.
Contoh ke-2
Lailatul qadar merupakan peristiwa penting yang terjadi di antara sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Malam lailatul qadar memiliki keistimewaan dari malam-malam lainnnya karena Allah memberikan banyak kebaikan di waktu tersebut.
Di antara kebaikan tersebut, Alquran yang merupakan salah satu mukjizat dari Nabi Muhammad diturunkan pada malam lailatul qadar.
Allah SWT pun berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan tersebut? Malam kemuliaan adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, malaikat-malaikat dan Jibril turun atas izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).
Adapun keutamaan lailatul qadar, di antaranya:
Beribadah pada malam tersebut nilainya lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan lain karena tidak ada lailatul qadar-nya.
Di malam tersebut, para malaikat turun ke bumi dan mencurahkan banyak kebaikan kepada semua makhluk Allah. Jumlah malaikat yang turun pun sangat banyak hingga melebihi jumlah kerikil di bumi.
Di malam lailatul qadar, keselamatan akan selalu mengiringi umatnya hingga fajar pun tiba.
Pada malam lailatul qadar juga ditulis takdir tahunan dari setiap makhluk sejak malam itu hingga tahun berikutnya.
Contoh ke-3
Para jamaah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala
Malam seribu bulan, itulah yang dikenal dengan malam lailatul qadar. Malam yang super istimewa, yang diburu oleh setiap umat Muslim, khususnya mereka yang sangat mencari keuntungan akhirat.
Dari buku Mukjizat Lailatul Qadar, Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan karangan Arif M. Riswanto disebutkan bahwa lailatul qadar adalah karunia yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, yang kualitasnya mengalahkan kualitas dan kuantitas ribuan tahun.
Tidak ada orang yang akan mendapatkan lailatul qadar kecuali orang yang berusaha dengan keras untuk mendapatkannya dengan iman dan muhasabah, serta jika telah mendapatkannya, berkah yang sangat melimpah akan datang.
Pada malam lailatul qadar, Jibril dan para malaikat diturunkan untuk menyebarkan rahmat dan segala doa dikabulkan. Namun, taukah kamu apa itu malam Lailatul Qadar?
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam sebuah surat yang sangat mulia, surat Al-Qadr yang menjelaskan sekaligus tentang kemuliaan malam tersebut.
"Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam Al-Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam yang penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar." (QS. Al-Qadr[97]: 5)
Dikutip dari buku Fatsoen karangan Nurcholish Madjid, lailatul qadar secara hafiah memiliki banyak arti seperti 'malam penentuan' atau 'malam kepastian', jika kata-kata qadar difahami sama dengan kata-kata taqdir.
Ada juga yang mengartikan malam lailatul qadar dengan 'malam kemahakuasaan', yakni kemahakuasaan tuhan, jika kata-kata qadar dipahami sama asal dengan kata-kata Al-Qadir.
Untuk mengisi sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sekaligus untuk mendapatkan keutamaan dari malam lailatul qadar ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan. Pertama, membaca Al-Quran sembari beritikaf di masjid. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah di masjid.
Amalan yang kedua adalah melakukan salat malam, setelah salat tarawih dan tadarusan, kita bisa tidur terlebih dahulu. Lalu saat tengah malam atau menjelang sahur kita bangun untuk menunaikan salat malam. Dengan menunaikan ibadah salat malam ini, maka peluang untuk mendapat malam lailatul qadar juga akan meningkat.
Amalan selanjutnya adalah memperbanyak doa agar mendapatkan kemuliaan malam lailatul qadar. Jadi di sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan kita harus istiqomah dalam menjalankan ibadah dan amalan-amalan sunah sembari berharap bisa mendapatkan keutamaan dari malam lailatul qadar.
Membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran juga termasuk amalan sunah menyambut malam lailatul qadar. Dalam surat Al-Baqarah ayat 185 disebutkan:
"Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkannya (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)."
(JA)
