Konten dari Pengguna

3 Pertanyaan tentang Tasawuf Lengkap dengan Jawabannya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
7 November 2025 22:03 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
3 Pertanyaan tentang Tasawuf Lengkap dengan Jawabannya
Inilah daftar pertanyaan tentang tasawuf, lengkap dengan jawabannya.
Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Pertanyaan tentang Tasawuf, Foto: Unsplash/Muhammad Amaan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pertanyaan tentang Tasawuf, Foto: Unsplash/Muhammad Amaan
ADVERTISEMENT
Pertanyaan tentang tasawuf sering muncul ketika seseorang berusaha memahami sisi batiniah dari ajaran Islam yang menekankan penyucian jiwa dan kedekatan dengan Allah Swt.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Mengenal dunia tasawuf: devinisi, asal-usul, tujuan, maqamat dan ahwal, dalam situs lib.ui.ac.id, tasawuf merupakan cabang ilmu yang berfokus pada upaya mendekatkan diri manusia kepada Allah secara mendalam.
Ilmu tasawuf juga berfokus untuk menjauhkan diri dari godaan hawa nafsu yang bersifat fana dan berorientasi duniawi.
Oleh karena itu, para sufi mengembangkan ajaran mengenai tahapan spiritual atau jalan (tariqat) sebagai sarana untuk mencapai kedekatan tersebut.

3 Pertanyaan tentang Tasawuf Lengkap dengan Jawabannya

Ilustrasi Pertanyaan tentang Tasawuf, Foto: Unsplash/Masjid Pogung Raya
Berdasarkan buku berjudul Wawasan Studi Keislaman, oleh Dr. Ahmad Rivauzi, MA, (2015), inilah daftar pertanyaan tentang tasawuf, lengkap dengan jawabannya.

1. Apakah Tasawuf Bertentangan dengan Fiqih?

Tasawuf sering dipertentangkan dengan syariah atau fiqih. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan sudut pandang kajian, dan orientasi spesifikasi keilmuan dan pembahasannya.
ADVERTISEMENT
Syari'ah atau fiqih, lebih banyak berbicara tentang hukum-hukum zhahiri yang mengatur pola-pola zahir hubungan antara seseorang dengan Tuhannya, hubungan dengan sesamanya dan lingkungan sekitarnya.
Sedangkan tasawuf adalah hal-hal lebih bersifat esoteris atau keruhanian, tentang nilai atau bagaimana sikap mental dan ruhani seseorang seharusnya dalam melakukan hubungan kehambaan seseorang dengan Tuhannya, dengan manusia lainnya dan lingkungannnya.
Pertentangan tentang keberadaan tasawuf lebih di dasari dari sinisme dan parokialisme pemahaman dalam kehidupan beragama sehingga pada akhirnya berdampak pada sikap saling membid'ahkan, saling mengkafirkan, dan saling menyalahkan.

2. Kapan Awal Munculnya Tasawuf?

Munculnya tasawuf dalam Islam adalah disebabkan oleh faktor-faktor internal Islam yaitu pemahaman ulama-ulama dari kalangan umat Islam.
Pemahaman ini yaitu terhadap ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-Qur'an, sunnah Nabi Muhammad, dan sahabat-sahabatnya serta perkembangan sosio politik yang terjadi di tengah-tengah umat Islam pada waktu itu.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya semua prinsip-prinsip tasawuf yang dikembangkan oleh para sufi sesuai dengan pengalaman spiritual mereka masing-masing, yang berangkat dari pengetahuan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalannya.

3. Bagaimana Perkembangan Tasawuf?

Tasawuf sebagai salah satu aspek ajaran Islam, esensi ajarannya dan praktek-praktek pelaksanaannya sudah ada semenjak zaman Rasulullah saw, para sahabat, tabi'in.
Namun pada masa ini belum disebut dengan tasawuf. Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya mengungkapkan: Ilmu tasawuf termasuk ilmu syari'at Islam yang datang kemudian.
Pernah tersebut didasarkan pada anggapan bahwa praktek-prakteknya masih tetap sama seperti yang dilakukan oleh generasi muslim pertama, yaitu masa sahabat, tabi'in dan juga orang-orang yang sesudah mereka yang mengikuti jalan hidayah menuju kebenaran.
Itulah daftar pertanyaan tentang tasawuf, lengkap dengan jawabannya. Pertanyaan tentang tasawuf membuka ruang refleksi bagi setiap individu untuk memahami perjalanan batin dalam mencapai ketenangan dan keikhlasan. (IF)
ADVERTISEMENT