5 Alasan Hadis Memiliki Kedudukan yang Sangat Penting dalam Islam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa hadis memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam? Hal ini sangat wajar sekali dipertanyakan umat Islam yang ingin memperdalam pengetahuannya seputar agama.
Hadis adalah bentuk perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad saw. Hadis dalam Islam menempati posisi sentral dalam kehidupan dan sebagai sumber hukum Islam.
Selain Al-Qur’an, hadis juga menjadi sumber utama ajaran Islam yang menjelaskan, memberi konteks, dan menerapkan wahyu Allah Swt. Sehingga tuntunan agama dan ibadah dapat dipraktikkan sehari-hari dengan mudah.
Alasan Hadis Memiliki Kedudukan yang Sangat Penting dalam Islam
Mengapa hadis memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam? Untuk mengetahui jawabannya, berikut ini penjelasan lengkapnya yang dikutip dari buku Kuliah Ilmu Hadis I, Zikri Darussamin, 2020, 63.
1. Hadis Berfungsi Sebagai Penjelas Kitab Al-Qur’an
Di dalam kitab suci Al-Qur’an, terdapat banyak sekali ayat yang bersifat umum atau ringkas (mujmal). Ayat-ayat tersebut membutuhkan penjelasan praktis tentang bagaimana cara melaksanakannya.
Contohnya tentang tata cara shalat, wudhu, dan ibadah lainnya. Dalam hal ini, hadis berfungsi sebagai bayan atau penjelas dan muhaqqiq (pembuktian/penguatan).
Sehingga makna ayat tersebut menjadi jelas dan dapat diterapkan. Tanpa diperjelas oleh hadis Rasulullah saw, penerapan banyak ajaran Al-Qur’an akan sulit untuk dioperasionalkan.
2. Sumber Hukum Kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an
Para ulama sepakat bahwa selain Al-Qur’an, hadist adalah rujukan primer untuk menetapkan hukum (fiqih) dan norma syariat. Para fuqaha dan muhadditsin mengembangkan metodologi untuk menilai otentisitas sebuah hadis melalui sanad, matan, dan jarh wa ta’dil agar hadis yang shahih dapat dijadikan dalil hukum.
3. Pedoman Etika dan Teladan Hidup Nabi Muhammad saw
Hadis memuat teladan akhlak dan kebiasaan Nabi Muhammad saw yang menjadi contoh perilaku pribadi, sosial, dan kepemimpinan bagi umat Islam.
Dengan mengikuti sunnah Nabi, manusia memperoleh contoh yang konkret tentang penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dalam interaksi sosial, keluarga, dan masyarakat.
4. Kekuatan Historis dan Upaya Kritik Secara Ilmiah
Sejak generasi sahabat hingga para ulama klasik dan modern, hadis sudah menjadi objek kajian yang intensif. Hal ini tampak dari pengumpulan hadis, verifikasi sanad-matan, kritik perawi, hingga takhrij.
Tradisi ilmiah tersebut menunjukkan bahwa umat Islam sangat serius dalam menjaga keotentikan hadis sebagai sumber ajaran yang memperkuat kedudukan hadis dalam Islam.
5. Fungsi Praktis dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Hadis berperan menafsirkan bagaimana nilai-nilai Islam diaplikasikan pada isu-isu sosial, hukum, dan pendidikan di zaman modern ini. Dengan metodologi ijtihad dan kajian ilmiah, hadis relevan untuk menjawab tantangan baru tanpa menghilangkan sumber aslinya.
Alasan hadis memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam karena menghubungkan teks suci Al-Qur’an dengan praktik nyata umat. Hal ini menjadikan hadis sebagai sumber hukum kedua dan menyediakan teladan hidup sesuai ajaran Nabi Muhammad saw. (Win)
Baca juga: Alasan Perusahaan Manufaktur Memerlukan Akuntansi Biaya
