Konten dari Pengguna

5 Contoh Folklor Bukan Lisan dalam Kebudayaan Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi candi sebagai folklor bukan lisan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi candi sebagai folklor bukan lisan. Foto: Pexels.com

Contoh folklor bukan lisan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah minuman dan obat tradisional. Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, tentunya mengenal bir pletok yang merupakan minuman khas Betawi.

Selain bir pletok, obat tradisional seperti jahe dan kunyit untuk mengobati penyakit juga menjadi salah satu contoh folklor bukan lisan.

Pengertian Folklor

Sebelum membahas mengenai folklor bukan lisan, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian folklor secara umum.

Berdasarkan buku yang berjudul Folklor Nusantara, Hakikat, Bentuk, dan Fungsi oleh Suwardi Endraswara, pengertian folklor adalah kebudayaan kolektif yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun.

Folklor menjadi bagian dari kebudayaan yang bersifat tradisional, tidak resmi, dan mencakup secara nasional. Folklor juga dikenal sebagai adat istiadat, kebiasaan, cerita lama, hingga pakaian adat yang berkembang dalam budaya masyarakat.

Menurut Bascom dalam buku tersebut, folklor memiliki empat fungsi, yaitu:

  1. Sistem proyeksi yang mencerminkan ciri khas dan tujuan suatu kolektif.

  2. Sebagai alat pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan.

  3. Sebagai alat pendidikan.

  4. Sebagai alat pemaksa dan pengawas supaya norma masyarakat akan selalu dipatuhi oleh anggota kolektifnya.

Ciri-ciri Folklor

Ilustrasi tarian sebagai contoh folklor. Foto: Pexels.com

Berikut ini merupakan ciri-ciri folklor yang perlu kamu ketahui, menurut buku Modul Pembelajaran Kajian Folklor oleh Sumaryadi dan Rumi Wiharsih:

  1. Penyebaran dan pewarisan folklor dilakukan secara lisan dan disiarkan melalui tutur kata dari mulut ke mulut.

  2. Folklor bersifat tradisional, yakni disebarkan dalam bentuk tetap dalam waktu yang cukup lama.

  3. Folklor bersifat anonim, penciptanya tidak diketahui. Bahkan mungkin tidak hanya satu orang, melainkan diciptakan oleh suatu kelompok.

  4. Folklor berumus, berpola, dan biasanya memakai kata-kata serta kalimat klise maupun ungkapan tradisional.

  5. Folklor bersifat pralogis. Artinya, logikanya tak sesuai dengan logika umum. Ini berlaku bagi folklor lisan dan sebagian lisan.

  6. Folklor menjadi milik bersama karena penciptanya tak diketahui lagi, sehingga setiap anggota merasa ikut memiliki.

  7. Folklor dapat saling memengaruhi atau timbul bersamaan di suatu daerah dengan daerah lain.

Mengenal Folklor Bukan Lisan

Menurut Danandjaya dalam jurnal Makanan Tradisional Masyarakat Pakpak: Kajian Folklor oleh Sepno Efendi Solin, folklor bukan lisan adalah folklor yang bentuknya bukan lisan walau cara membuatnya diajarkan secara lisan.

Folklor bukan lisan secara umum terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni folklor yang tergolong material dan bukan material. Berikut ini contoh folklor bukan lisan yang wajib kamu ketahui:

  1. Arsitektur rakyat, yakni sebuah seni atau ilmu merancang bangunan. Contohnya adalah prasasti dan bangunan suci.

  2. Kerajinan tangan rakyat. Pada awalnya dibuat hanya sekadar untuk mengisi waktu senggang dan untuk kebutuhan rumah tangga. Contohnya adalah anyaman.

  3. Pakaian atau perhiasan tradisional khas dari tiap-tiap daerah. Contohnya, pakaian salontreng yang merupakan baju adat untuk pria Sunda di kalangan rakyat biasa.

  4. Obat-obatan tradisional yang dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat. Contoh folklor bukan lisan ini adalah kunyit dan jahe yang digunakan sebagai obat masuk angin.

  5. Masakan dan minuman tradisional. Contohnya adalah bir pletok yang merupakan minuman khas Betawi.

(FNS)