5 Etika Berbicara dengan Orang Lain agar Komunikasi Berjalan Lancar

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbicara dengan orang lain merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Sayangnya, tidak semua orang memahami etika berbicara dengan orang lain yang tepat dan sopan.
Ahmad Zubair dalam buku Berbicara Memikat, Orang Lain Terpikat, Hubungan Semakin Dekat menuliskan bahwa berhasil atau tidaknya sebuah komunikasi dipengaruhi oleh etika manusia saat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Etika yang keliru dapat membuat orang lain jengkel, tidak nyaman, bahkan menimbulkan permusuhan. Etika berbicara sendiri berfungsi untuk menunjang kesuksesan sebuah komunikasi.
Apa Saja Etika Berbicara dengan Orang Lain?
Mengutip laman Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berbicara dengan orang lain, mulai dari pandangan mata hingga intonasi. Berikut ini lima etika saat berbicara dengan orang lain yang penting untuk diketahui agar komunikasi lancar.
1. Kontak mata
Kontak mata saat berbicara dengan orang lain sangatlah penting karena menjadi tanda apakah seseorang benar-benar mendengarkan lawan bicaranya. Dengan melakukan kontak mata saat berbicara, pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain menjadi lebih mudah ditangkap. Kontak mata juga membuat lawan bicara tertarik dengan topik yang kita sampaikan.
2. Tidak memotong pembicaraan orang lain
Tanggapan seseorang terhadap pesan yang disampaikan orang lain akan menunjukkan tingkat kepahaman seseorang terhadap obrolan tersebut. Maka, mendengarkan baik-baik tanpa memotong pembicaraan orang lain sangatlah penting dalam berkomunikasi.
Memotong pembicaraan orang lain tidak hanya kurang sopan dan egois, tapi juga menghambat informasi yang ingin disampaikan oleh lawan bicara. Biasakan simak apa yang disampaikan oleh lawan bicara sampai ia benar-benar selesai.
Baca Juga: Etika Iklan Saat Berbicara Dalam Siaran Radio
3. Jaga sikap tubuh
Sikap tubuh saat berbicara sangatlah penting karena menunjukkan ketertarikan seseorang dalam sebuah obrolan. Maka, tegakkan tubuh dan berikan reaksi yang sesuai dengan pesan yang disampaikan lawan bicara.
Jika lawan bicara menyampaikan pesan yang gembira, tunjukanlah sikap antusias dan tersenyumlah. Jika lawan bicara menyampaikan pesan duka, tunjukan simpati yang tidak berlebihan.
4. Gunakan kata-kata yang sesuai
Tujuan utama berbicara adalah membuat lawan bicara memahami pesan yang sedang kita sampaikan. Maka itu, penting untuk menggunakan kata-kata yang sesuai dengan latar belakang pembicara.
Sebelum mengajak seseorang berbicara, pastikan untuk mengetahui latar belakang dan kondisinya terlebih dahulu. Bicaralah dengan kata-kata yang dipahami oleh lawan bicara dan hindari penggunaan kata-kata yang tidak sopan serta berpotensi menyinggung hati seseorang.
Baca Juga: Etika dalam Menanggapi Teknologi Informasi
5. Jaga intonasi
Intonasi yang tidak dijaga saat berbicara kepada orang lain dapat menimbulkan kesalahpahaman. Pakailah intonasi yang datar sehingga lawan bicara merasa nyaman.
Intonasi yang tinggi dapat menimbulkan kesan arogansi dan membuat artikulasi seseorang terbatas saat sedang berbicara. Akibatnya, lawan bicara tidak sepenuhnya memahami apa yang dibicarakan.
(ALS)
Frequently Asked Question Section
Apa akibat dari etika yang keliru saat berbicara?

Apa akibat dari etika yang keliru saat berbicara?
Etika yang keliru saat berbicara dapat membuat orang lain jengkel, tidak nyaman, bahkan bisa menimbulkan permusuhan.
Apa fungsi etika dalam berbicara?

Apa fungsi etika dalam berbicara?
Etika berbicara sendiri berfungsi untuk menunjang kesuksesan sebuah komunikasi.
Apa tujuan dari berbicara?

Apa tujuan dari berbicara?
Tujuan utama berbicara adalah membuat lawan bicara memahami pesan yang sedang kita sampaikan.
