5 Puisi tentang Pahlawan Nasional sebagai Bentuk Apresiasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang pahlawan nasional banyak dicari menjelang peringatan Hari Pahlawan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus memperkenalkan para pahlawan kepada anak-anak yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Adanya Hari Pahlawan Nasional menjadi momen untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa ini.
5 Puisi tentang Pahlawan Nasional yang Menyentuh Hati
Selain memperkenalkan pahlawan kepada anak-anak, puisi juga bisa menggambarkan rasa hormat. Dikutip dari buku Kumpulan Puisi Pahlawan, Siti Isnatun M., dkk., (2011:4), berikut adalah 5 puisi tentang pahlawan nasional sebagai bentuk apresiasi melalui tulisan.
1. Elegi 10 November
Hari ini kami memandang
wajah-wajah pada bingkai yang terpajang
Menunduk membisikkan doa
dalam semat kenangan akan jasa
Separuh asa kami melayang
dalam bayang-bayang
akan masa yang tlah silam
Darah yang tlah mengalir
Keringat yang tlah bergulir
bagai sebutir safir
dalam ruang yang temaram
Bukan lagi tangis yang seharusnya kami berikan
Bukan!
Meski air mata membayangi kenangan
akan pengorbanan yang tlah dipersembahkan
10 November ini
Bersama duka ini
Kami sematkan setangkup doa
Bersama tekad dan asa
Bahwa kami adalah tonggak penerus
untuk jiwa kepahlawananmu yang tulus
2. Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan
Saat goresan hatimu mengenai jantung lawan
kau dibuang di pengasingan
Saat itulah, kau belajar tentang pendidikan
kau belajar tentang arti kebenaran
Kau belajar tentang bagaimana meraih harapan
untuk bangsamu tercinta, Indonesia...
Kaudirikan Taman Siswa, taman pendidikan
agar anak negeri dapat mengukir masa depan
Berlandaskan impian dan harapan
akan cerahnya kemerdekaan
Ki Hajar Dewantara...Bapak pendidikan...
Semboyanmu hingga kini masih termakna dan terbaca
Ing ngarsa sung tuladha
ing madya mangun karsa
tut wuri handayani
di depan menjadi teladan
di tengah membangun semangat
di belakang menyokong dengan dukungan
3. Kepergian Pahlawanku
Senja yang pilu,
membuat hari kian membiru
Langit tampak keruh,
mengantar kepergianmu… pahlawanku
Gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi,
melagukan nada-nada lara hati
Saat doa-doa ikut tertanam,
bersama bayangmu yang kian tenggelam
Kaulah, pahlawan hidupku
meninggalkan berjuta jejak
dalam rentang waktuku
mengukir berjuta cinta
dalam lembar hidupku
Kepergianmu ini,
membuatku bagai kota mati
Namun, aku mengerti
bahwa engkau...lbu
takkan pernah layu dalam kalbuku
dalam setiap kenangan, kulantunkan doaku
tenang dan bahagiamu
kembali kepada-Nya
4. Kartini
Saat wanita ditabukan untuk belajar;
suaramu lembut menentang
batinmu lantang menerjang
Sekuat tenaga kaunyalakan harap,
bagai gemerisik angin dalam senyap
rebut hak untuk kaum wanita
perjuangkan masa depan untuk kaum wanita
Kartini...
Saat ini rasamu tlah membahana...
namamu tak lagi lantang disebutkan
usahamu tak lagi ramai dibicarakan
Kau kian terlupakan...
bagai kota yang tlah lama ditinggalkan
5. Sepotong Sunyi di Taman Makam Pahlawan
Di sebuah makam
jauh dari kehidupan
yang tersimpan hanyalah kenangan
akan keabadian yang temaram
Sepotong sunyi menepi
di antara nisan-nisan berjejer rapi
seolah jadi teman yang peduli
menyanyikan sepi tanpa henti
Berkalang tanah engkau para kebanggaan
tenggelam bersama keteladanan
betapa tamanmu kini sunyi dan sepi
seakan duniamu tlah ikut mati
Taman makammu makin tak terjamah
Perjuanganmu makin terlupa sejarah
Sungguh ironis dan menggugah
Semua terjadi saat jasamu terasa indah
Nisanmu yang dulu megah
kini tampak mulai layu dan jengah
bagai bunga kamboja berguguran ke tanah
tak terusik oleh deretan kisah
Sepotong sunyi terus menggelanyuti
taman makammu… wahai pahlawan negeri
Hati berbisik dengan sepi
akankah kami bisa berbagi
meski hanya kisah yang tak selesai
dari perjalananmu yang telah usai
Itu dia puisi tentang pahlawan nasional untuk memperkenalkan pahlawan kepada anak-anak. Dengan adanya Hari Pahlawan Nasional, maka bisa mengajak anak untuk turut mengenang jasa pahlawan dan memberikan apresiasi. (Prima)
Baca juga: Siapa Nama Pahlawan yang Memakai Baju Lurik? Ini Dia Profil Lengkapnya
