Konten dari Pengguna

7 Contoh Mading Sumpah Pemuda yang Inspiratif

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Mading Sumpah Pemuda, Foto: Unsplash/Bisma Mahendra
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Mading Sumpah Pemuda, Foto: Unsplash/Bisma Mahendra

Untuk menumbuhkan rasa nasionalisme melalui berbagai kegiatan kreatif, di sekolah biasanya mengadakan pembuatan mading. Contoh mading Sumpah Pemuda bisa menjadi inspirasi untuk membuat produk kreatif yang menarik.

Dikutip dari Sumpah Pemuda: Bahasa Sebagai Pilar Persatuan Bangsa, (2024), dalam situs fib.unair.ac.id, Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah penting bagi Indonesia, menandai tekad persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada tanggal 28 Oktober 1928, pada Kongres Pemuda II di Jakarta, pemuda-pemuda Indonesia bersatu dalam tekad untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

7 Contoh Mading Sumpah Pemuda yang Inspiratif

Ilustrasi Contoh Mading Sumpah Pemuda, Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Contoh mading Sumpah Pemuda yang menarik dan inspiratif berisi hal-hal di bawah ini.

1. Teks Sumpah Pemuda

Dikutip dari Sumpah Pemuda: Ikrar Kebangsaan yang Memperkokoh Identitas Indonesia, (2024), dalam situs uhs.ac.id, inilah isi teks Sumpah Pemuda:

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

  3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

2. Pengertian Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting yang melambangkan semangat persatuan dan perjuangan bangsa Indonesia dalam menempuh jalan menuju kemerdekaan.

Ikrar kebangsaan tersebut lahir dari penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 di Jakarta, yang mempertemukan para pemuda dari berbagai daerah dan organisasi dengan tujuan yang sejalan: menyatukan tekad dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

3. Latar Belakang Sumpah Pemuda

Pada awal abad ke-20, Indonesia masih berada dalam kekuasaan kolonial Belanda. Pada masa itu, mulai tumbuh berbagai gerakan pemuda yang bertekad memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Organisasi pertama yang berdiri adalah Budi Utomo pada tahun 1908, dengan tujuan utama meningkatkan pendidikan serta memajukan kesadaran nasional.

Setelah itu, bermunculan berbagai organisasi lain, seperti Jong Java pada tahun 1915 dan Persatuan Pelajar Indonesia pada tahun 1926.

Walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, seluruh organisasi tersebut memiliki cita-cita yang sama, yaitu mewujudkan Indonesia yang bebas dan merdeka.

4. Fakta Menarik/Fun Fact tentang Sumpah Pemuda

Dikutip dari Fakta Unik Mengenai Sumpah Pemuda, (2022), dalam situs binus.ac.id, ketika Kongres Pemuda berlangsung, naskah yang disusun oleh Mohammad Yamin sebenarnya belum disebut sebagai Sumpah Pemuda.

Meskipun isi ikrar tersebut telah dibacakan oleh para peserta kongres, naskah itu belum memiliki nama maupun judul yang secara khusus menggambarkan makna pernyataan tersebut.

Istilah Sumpah Pemuda baru digunakan beberapa waktu setelah kongres selesai dilaksanakan. Namun demikian, peringatan Sumpah Pemuda tetap mengacu pada tanggal pembacaan ikrar tersebut, yaitu 28 Oktober.

5. Kata Mutiara Sumpah Pemuda

Kata mutiara tentang Sumpah Pemuda yaitu sebagai berikut:

  1. "Satu tanah air, bangsa, dan bahasa adalah jalan utama kita sebagai generasi muda Indonesia".

  2. "Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Jadikan keberagaman sebagai alasan untuk bersatu. Semangat menjalani nilai-nilai Sumpah Pemuda".

  3. "Pemuda yang bersatu, bangsa yang kuat. Bersama, kita majukan Indonesia!".

  4. "Sumpah Pemuda adalah simbol kesatuan dalam keragaman kita".

  5. "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"

6. Puisi Sumpah Pemuda

Mengutip dari Contoh Puisi Sumpah Pemuda, oleh Muallif (2024), dalam situs an-nur.ac.id, inilah contoh puisinya:

Sumpah Muda Tak Lekang Masa

Dulu, pemuda bersatu padu Ikrar tiga terucap sedu Satu tanah air, Indonesia pusaka satu bangsa, beridentitas putra-putri perkasa.

Sumpah itu, bukan hanya kata tapi bara semangat yang membara menepis perbedaan, menyatukan jiwa membangun Indonesia, jaya selamanya.

Kini zaman terus berganti tantangan baru menghadang di nanti Pemuda masa kini, harus tetap tangguh dengan ilmu dan karya, bawa bangsa melangguh.

Bukan bambu runcing yang kita genggam tapi pena, kuas, dan mimpi yang dijamban wujudkan cita-cita para pendahulu Indonesia maju, sejahtera, dan selalu unggul.

Mari kibarkan semangat persatuan bergerak bersama, raih masa depan Sumpah Pemuda, tak lekang masa Jadi pelita, bangsa terus berjaya!

7. Tokoh Terkenal pada Peristiwa Sumpah Pemuda

Dikutip dari 13 Tokoh Penting Sumpah Pemuda, oleh Aida Chomsah (2023), dalam situs ntt.kemenag.go.id, inilah tokoh penting pada peristiwa Sumpah Pemuda:

  1. Soegondo Djojopoespito menjabat sebagai ketua panitia dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda II. Ia dilahirkan di Tuban, Jawa Timur, pada 22 Februari 1905, dan dikenal luas sebagai seorang tokoh yang aktif dalam bidang pendidikan.

  2. Soenario Sastrowardoyo berperan sebagai penasihat panitia Kongres Pemuda II. Tokoh kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 28 Agustus 1902 ini merupakan salah satu penggagas Manifesto 1925 saat menjabat sebagai pengurus Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda bersama Mohammad Hatta.

  3. Johannes Leimena, yang lahir di Ambon, Maluku, pada tahun 1905, merupakan anggota Jong Ambon sekaligus panitia Kongres Pemuda II. Ia dikenal sebagai aktivis pergerakan nasional dan kemudian dipercaya menjadi menteri selama dua dekade secara berturut-turut pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

  4. Djoko Marsaid merupakan ketua organisasi Jong Java yang pada saat pelaksanaan Kongres Pemuda II menjabat sebagai wakil ketua panitia.

  5. Muhammad Yamin, lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 24 Agustus 1903, merupakan anggota organisasi Sumatra Bond. Ia dikenal sebagai sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, sekaligus ahli hukum yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Indonesia.

  6. Amir Syarifudin banyak menyumbang ide-ide brilian pada saat perumusan Sumpah Pemuda.

  7. Wage Rudolf Supratman lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 9 Maret 1903. Pada penutupan Kongres Pemuda II, ia memperdengarkan sebuah lagu dengan biola yang kemudian dikenal sebagai lagu kebangsaan Indonesia Raya.

  8. Sarmidi Mangoensarkoro dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda I dan II. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan arti penting pendidikan bagi kemajuan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.

  9. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 7 Januari 1905. Ia berperan sebagai salah satu tokoh yang ikut menyusun naskah Sumpah Pemuda. Pada masa mudanya, ia sempat tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto dan bahkan menjadi sekretaris pribadi tokoh pergerakan tersebut.

  10. Kasman Singodimedjo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1904. Dalam pelaksanaan Kongres Pemuda II, ia hadir sebagai perwakilan dari organisasi Jong Islamieten Bond.

  11. Mohammad Roem merupakan tokoh muda yang aktif dalam dunia pergerakan serta menempuh pendidikan hukum. Pada masa kebangkitan nasional, ia terlibat dalam berbagai organisasi, antara lain Jong Islamieten Bond pada tahun 1924 dan Sarekat Islam pada tahun 1925.

  12. Adnan Kapau Gani, seorang aktivis muda asal Palembang, Sumatra Selatan, lahir pada tahun 1905. Ia aktif dalam organisasi Jong Sumatra Bond dan turut ambil bagian dalam Kongres Pemuda II.

  13. Sie Kong Lian, pemuda keturunan Tionghoa yang lahir pada 3 Januari 1878, berjasa besar karena menyediakan kediamannya di Jalan Kramat Raya Nomor 106 sebagai tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II.

Itulah hal-hal yang bisa dimasukan ke dalam mading Sumpah Pemuda. Contoh mading Sumpah Pemuda yang inspiratif biasanya berisi beberapa hal di atas. Tambahkan dekorasi kreatif lainnya agar mading terlihat lebih menarik. (IF)

Baca juga: Sumpah Pemuda: Sejarah, Isi Naskah, dan Maknanya