7 Fakta Menarik Seputar Museum Konferensi Asia Afrika

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
25 Mei 2022 20:05
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Museum Konferensi Asia Afrika. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Museum Konferensi Asia Afrika. Foto: Unsplash.com
Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu museum yang ada di kota Bandung. Museum ini adalah museum yang menyimpan barang-barang bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa Konferensi Asia Afrika.
Konferensi Asia Afrika merupakan konferensi atau pertemuan antara beberapa negara yang diadakan di Indonesia 10 tahun setelah Indonesia merdeka.
Konferensi Asia Afrika tersebut kemudian sukses besar kemudian menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, pemerintah mendirikan suatu museum yang disebut sebagai Museum Konferensi Asia Afrika.
Museum ini tidak hanya menyajikan informasi bersejarah tentang peristiwa Konferensi Asia Afrika, tetapi juga menampilkan beberapa objek menarik.

Fakta-Fakta Menarik tentang Museum Konferensi Asia Afrika

Penasaran dengan museum ini? Simak ulasan mengenai fakta menarik tentang Museum Konferensi Asia Afrika di bawah ini.

1. Dilatarbelakangi Peristiwa Bersejarah

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, latar belakang pendirian museum ini adalah peristiwa Konferensi Asia-Afrika.
Mengutip dari laman resmi Museum Asia Afrika, Konferensi Asia-Afrika dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18–24 April 1955. Hasil dari konferensi ini ialah Dasasila Bandung yang kemudian menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam perjuangan memperoleh kemerdekaannya.
Selain itu, hasil dari konferensi ini juga menjadi semangat untuk menjunjung tinggi perdamaian di dunia. Oleh sebab itu, penting dan tepat jika Konferensi Asia Afrika beserta peristiwa, masalah, dan pengaruh yang mengitarinya diabadikan dalam sebuah museum.

2. Digagas oleh Mochtar Kusumaatmadja

Konferensi Asia-Afrika disebut sebagai tonggak terbesar keberhasilan politik luar negeri Indonesia. Berangkat dari hal ini, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M melahirkan gagasan untuk mengenang peristiwa ini dalam suatu gedung.
Mochtar Kusumaatmadja merupakan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (1978-1988) mengajukan gagasan tersebut dan disambut baik oleh panitia Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia-Afrika lainnya.

3. Sebagai Puncak Peringatan 25 Tahun KAA

Gagasan yang disampaikan oleh Mochtar Kusumaatmadja tersebut kemudian diwujudkan oleh Joop Ave. Museum Konferensi Asia-Afrika tersebut kemudian dijadikan sebagai puncak Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia-Afrika.
Akhirnya, pada tanggal 24 April 1980, Konferensi Asia-Afrika diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto untuk memperingatkan 25 Tahun Konferensi Asia-Afrika.
Ilustrasi Konferensi Asia-Afrika. Foto: Kemdikbud
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Konferensi Asia-Afrika. Foto: Kemdikbud

4. Pernah Direnovasi Pada Peringatan 50 Tahun KAA

Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2005 dan peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika 1955, pada 22-24 April 2005, tata pameran Museum Asia-Afrika direnovasi atas prakarsa Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Dr. N. Hassan Wirajuda.
Penataan kembali Museum tersebut dilaksanakan atas kerja sama Departemen Luar Negeri dengan Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi jawa Barat. Perencanaan dan pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Vico Design dan waka Reality.

5. Sifat Museum

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan museum yang dibangun untuk memperingati Konferensi Asia-Afrika. Oleh sebab itu, museum ini ditetapkan sebagai salah satu museum sejarah dari politik luar negeri Indonesia.

6. Tujuan Museum

Selain memperingati Konferensi Asia-Afrika, tujuan dari pendirian museum ini adalah sebagai berikut:
  • Menampilkan peninggalan-peninggalan dan beberapa informasi mengenai pelaksanaan Konferensi Asia Afrika.
  • Menyajikan informasi berupa latar belakang, perkembangan konferensi tersebut, sosial budaya, dan peran bangsa-bangsa Asia Afrika, khususnya bangsa Indonesia dalam percaturan politik dan kehidupan dunia.
  • Mengoleksi, mengolah, dan menyediakan buku-buku, majalah, surat kabar, naskah, dokumen, dan penerbitan lainnya yang berisi uraian dan informasi mengenai kegiatan dan peranan bangsa-bangsa Asia Afrika dan negara-negara berkembang.
  • Meneliti atau melakukan riset tentang masalah Asia-Afrika dan negara yang masih berkembang untuk mendukung kegiatan edukasi dan penelitian ilmiah untuk kalangan pelajar, mahasiswa, dosen, dan pemuda Indonesia serta bangsa-bangsa Asia Afrika pada umumnya, dan memberi masukan bagi kebijakan pemerintah dalam kegiatan politik luar negeri.
  • Mendukung upaya-upaya dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional, pendidikan generasi muda, dan peningkatan kepariwisataan.
  • Mendukung upaya-upaya untuk membuat kesatuan pendapat serta meningkatkan volume kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia Afrika dan bangsa-bangsa lainnya di dunia.

Koleksi dan Ruangan dalam Museum

Ilustrasi perpustakaan Museum Konferensi Asia-Afrika. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perpustakaan Museum Konferensi Asia-Afrika. Foto: Unsplash.com
Museum Konferensi Asia-Afrika mempunyai sejumlah koleksi yang berkaitan dengan Konferensi Asia-Afrika. Koleksi tersebut terbagi ke dalam beberapa ruangan. Berikut daftar ruangan dan koleksi yang ada di dalamnya:
  • Ruang pameran, yakni ruangan yang memuat ruang pameran tetap yang memamerkan benda-benda tiga dimensi dan foto-foto dokumenter peristiwa penting. Ruangan ini juga menyajikan profil setiap negara anggota konferensi.
  • Diorama Pembukaan Konferensi Asia Afrika 1955 yang menggambarkan situasi saat pembukaan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.
  • Perpustakaan yang berisikan buku-buku, dokumen-dokumen, surat kabar, majalah mengenai sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya.
  • Ruang audio-visual yang menjadi sarana untuk menayangkan video dokumenter mengenai kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi lanjutannya, serta film-film mengenai kebudayaan dari Negara-negara Asia dan Afrika.
(SAI)
Apa saja yang ada di Museum Konferensi Asia Afrika?
chevron-down
Mengapa Kota Bandung menjadi tempat dibangunnya Museum KAA?
chevron-down
Apa dampak positif dari Konferensi Asia Afrika?
chevron-down