7 Manfaat Kaldu Ceker untuk MPASI serta Cara Membuatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Ada sederet manfaat kaldu ceker untuk MPASI selain memberikan rasa gurih alami. Meskipun hanya terdiri dari tulang, tendon, dan kulit, ceker ayam tetap mengandung nutrisi bergizi yang baik untuk bayi.
MPASI atau makanan pendamping ASI diberikan saat bayi menginjak usia 6 bulan. Berdasarkan informasi yang dibagikan WHO, komposisi MPASI harus sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan bayi berdasarkan usianya.
Dengan komponen nutrisi yang tepat, bayi dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu bahan tambahan untuk menyedapkan masakan MPASI adalah kaldu ceker. Simak sederet manfaat kaldu ceker untuk MPASI dalam uraian berikut ini.
Manfaat Kaldu Ceker untuk MPASI
Pada usia 6 sampai 23 bulan, kebutuhan nutrisi, mineral, dan vitamin bayi dapat dipenuhi dengan ASI dan MPASI. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan fisiknya.
Salah satu bahan makanan yang baik untuk dijadikan bahan MPASI adalah ayam. Daging ayam sendiri diketahui memiliki beragam manfaat untuk kesehatan bayi, mulai dari meningkatkan sistem peredaran darah, menjaga kekebalan tubuh, hingga baik untuk kesehatan tulang.
Namun, bagaimana dengan bagian kaki ayam atau ceker? Sebagai bahan MPASI, ceker biasa dijadikan kaldu untuk membuat bubur bayi atau dimasak menjadi sup.
Mengutip laman Healthline, ceker memiliki nilai gizi yang baik untuk tubuh bayi, sebab mengandung berbagai nutrisi seperti protein, mineral, karbohidrat, vitamin A, kalsium, fosfat, dan asam lemak omega 3. Selain itu, terdapat kandungan kolagen yang tinggi pada ceker serta nutrisi-nutrisi lainnya.
Kandungan tersebut membuat ceker menyimpan segudang khasiat. Disadur dari laporan kumparanMOM, berikut ini beberapa manfaat kaldu ceker untuk MPASI:
1. Menjaga Kesehatan Kulit
Seperti yang disebutkan sebelumnya, ceker mengandung kolagen yang cukup tinggi. Sementara itu, asupan kolagen yang cukup dapat meningkatkan hidrasi, elastisitas, dan kepadatan kulit. Sehingga, kolagen dari kaldu ceker ini bisa membuat kulit bayi lebih lembut, kenyal, dan halus.
2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kandungan kolagen dan beberapa mineral lain pada ceker, seperti magnesium, fosfor, seng, kalsium, dan tembaga, berguna untuk menangkal dan mengatasi berbagai serangan penyakit. Jadi, kaldu ceker ayam yang digunakan sebagai MPASI bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi agar tak mudah sakit.
3. Memperkuat Tulang
Manfaat selanjutnya dari kaldu ceker ayam adalah membantu menguatkan sendi dan tulang pada anak. Hal tersebut karena ceker ayam mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk tulang, seperti protein, kalsium, dan kolagen.
4. Membuat Gusi Lebih Sehat
Bayi perlu mendapatkan nutrisi yang dapat membantu menjaga kesehatan gusinya. Apabila gusi sehat, risiko gusi bengkak pada bayi akan berkurang.
Adapun beberapa kandungan dalam ceker bermanfaat untuk menjaga kesehatan gusi bayi, seperti asam amino, kolagen, dan zat pembentuk gelatin lainnya.
5. Menjaga Kesehatan Kuku
Berdasarkan Poultry Protein, asam amino penting untuk membantu pembentukan sel-sel kuku. Kandungan asam amino tersebut dapat dijumpai pada kaki ayam.
6. Mempercepat Penyembuhan Luka
Kolagen dan sejumlah protein, termasuk albumin, pada ceker ayam adalah kandungan yang baik untuk mempercepat menyembuhkan luka dan mengatasi kerusakan sel. Oleh karena itu, bayi yang mengonsumsi kaldu ceker akan memiliki kemampuan baik untuk melawan infeksi.
Artinya, bayi yang mengonsumsi kaldu ceker secara rutin mungkin memiliki risiko lebih rendah terinfeksi bakteri.
7. Mengatasi Masalah Pencernaan
Manfaat selanjutnya dari kaldu ceker untuk MPASI adalah mengatasi masalah pencernaan bayi. Hal tersebut karena nutrisi-nutrisi yang terkandung dalam ceker sangat baik untuk pencernaan bayi, seperti kolagen, protein, glukosamin, dan kondroitin.
Baca Juga: Manfaat Minyak Canola untuk MPASI dan Kandungan Gizinya
Kandungan Nutrisi Ceker Ayam
Berdasarkan data yang disajikan U.S. Department of Agriculture (USDA), berikut ini kandungan nutrisi untuk 100 gram ceker ayam:
Kalori: 215 kcal
Lemak: 15 gram, dengan lemak jenuh 3,9 gram
Kolesterol: 84 mg
Natrium: 67 mg
Kalium: 31 mg
Karbohidrat: 0,2 gram
Protein: 19 gram
Zat besi: 0,9 gram
Magnesium: 5 gram
Kalsium: 88 mg
Vitamin D: 8 IU
Vitamin B12: 0,5 mikro gram
Sementara itu, mengutip situs Healthline, setidaknya 70 persen dari total kandungan protein pada ceker, terdapat kolagen, protein yang memberikan bentuk, kekuatan, dan ketahanan pada kulit, otot, tulang, tendon, dan ligamen.
Cara Membuat Kaldu Ceker untuk MPASI
Ceker ayam menghasilkan kaldu yang kaya gizi dan beraroma. Untuk MPASI, ceker bisa dibuat kaldu yang nantinya digunakan untuk membuat bubur bayi. Dikutip dari situs coco et sel, berikut ini cara membuat kaldu ceker:
Bahan-Bahan
Ceker secukupnya yang sudah dicuci bersih
8 sampai 10 gelas air
1 bawang bombay, dicincang
2 wortel
2 seledri
Cara Membuat
Campurkan semua bahan dalam panci.
Rebus hingga kaldu matang.
Saring untuk mengambil kaldunya.
Masukkan kaldu ke dalam toples dan dinginkan dalam suhu ruangan sebelum disimpan ke lemari es.
Aturan Pemberian MPASI
Berikut ini beberapa aturan pemberian MPASI yang perlu diperhatikan menurut rekomendasi WHO.
1. Tepat Waktu
Pemberian MPASI harus tepat waktu, yaitu saat bayi sudah menginjak usia 6 bulan. Namun, untuk beberapa kondisi, pemberian MPASI harus dikonsultasikan pada dokter anak.
Selain melihat usia bayi, ada beberapa tanda-tanda bayi telah siap menerima MPASI:
Bayi mulai tertarik dengan makanan orang tua.
Otot leher bayi sudah kuat untuk mengangkat kepala hingga tegak.
Refleks melepeh sudah tak sering terjadi.
Selain memperhatikan kapan bayi sudah dapat menerima MPASI, perlu juga diketahui bahwa pemberian MPASI harus konsisten sesuai kebutuhan bayi. Artinya, ibu harus tahu tanda-tanda bayi lapar dan kenyang.
Pemberian MPASI yang ideal adalah tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan ringan setiap harinya.
2. MPASI yang Diberikan Cukup
Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi harus cukup, mengandung karbohidrat, protein nabati maupun hewani, lemak, zat besi, vitamin, dan mineral. Hal tersebut berguna untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Selain itu, MPASI bayi juga harus memperhatikan takaran porsi makan. Semakin usia bayi bertambah, porsi MPASI semakin banyak.
3. MPASI yang Aman
Makanan yang diberikan pada bayi harus aman. Selain itu, sebelum menyajikan MPASI, Anda harus memperhatikan kebersihan tangan, bahan-bahan, dan alat masakan. Setelah selesai menyiapkan MPASI, ibu juga perlu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum kembali menyuapi bayi.
Jika ingin menyimpan MPASI, pastikan suhu lemari penyimpanan kurang dari 5 derajat Celsius. Selain itu, MPASI juga diletakkan di tempat tertutup dan dapat dihangatkan di dalam microwave atau dikusus.
(NSF)
