9 Penyebab Mata Merah dan Cara Mencegahnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mata merah adalah kondisi mata yang memerah di bagian warna putih mata. Penyebab mata merah bisa bermacam-macam, misalnya karena infeksi bakteri atau virus, alergi debu, iritasi asap rokok, dan lainnya.
Mata merah juga dapat menjadi tanda adanya beberapa masalah kesehatan yang berbeda. Pada sebagian kasus, mata merah tidak memerlukan penanganan medis tertentu.
Namun, masalah mata dapat menjadi serius dan membutuhkan perhatian medis apabila mengalami kemerahan mata disertai dengan rasa sakit atau perubahan dalam penglihatan.
Untuk memahami lebih jelas mengenai penyebab mata merah, cara mencegah, apakah kondisi mata merah berbahaya, dan kapan sebaiknya menghubungi dokter, simak selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Mata Merah
Ada banyak faktor yang dapat memicu terjadinya mata merah. Mengutip Healthline, berikut beberapa faktor penyebab mata merah yang umum terjadi.
1. Alergi
Alergi yang disebabkan oleh adanya debu, serbuk sari dari tumbuhan, bulu hewan peliharaan, dan iritasi seperti asap rokok atau polusi udara, dapat menyebabkan mata merah dan bengkak.
Biasanya, mata merah yang disebabkan oleh alergi memiliki beberapa gejala penyerta, seperti:
Gatal
Sensasi terbakar
Mata berair
Gejala mata merah akibat alergi dapat disertai dengan gejala alergi lainnya, seperti bersin-bersin dan hidung tersumbat yang terasa gatal. Tidak hanya dialami orang dewasa, iritasi mata akibat alergi juga menjadi salah satu penyebab mata merah pada bayi dan balita.
2. Mata Kering
Mata kering terjadi ketika produksi air mata berkurang. Air mata diproduksi oleh kelenjar di permukaan mata yang bekerja untuk membantu melindungi dan melumasi bola mata.
Mata kering dapat menyebabkan mata merah yang disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
Sensasi menyengat pada mata, gatal, atau terbakar
Merasa seperti ada benda asing yang mengganjal di mata
Sensitif terhadap cahaya
Penglihatan kabur
3. Konjungtivitis
Mata merah juga dapat menjadi gejala penyakit tertentu. Lalu, mata sering merah gejala penyakit apa? Salah satu penyakit mata yang menunjukkan gejala kemerahan pada mata adalah konjungtivitis.
Konjungtivitis adalah peradangan yang terjadi pada selaput yang menutupi bagian dalam kelopak mata dan bagian putih mata (konjungtiva). Kondisi ini juga dikenal sebagai pink eye.
Peradangan pada konjungtiva menyebabkan bagian putih mata tampak berwarna merah muda atau kemerahan. Beberapa gejala lain yang terjadi pada penderita konjungtivitis meliputi:
Gatal
Sensasi terbakar
Mata berair
Keluarnya lendir atau nanah, yang dapat menyebabkan pengerasan pada kelopak mata atau bulu mata
Penyebab konjungtivitis bermacam-macam, seperti infeksi virus dan bakteri, alergi terhadap serbuk sari dari tumbuhan dan jamur, atau iritasi akibat polusi udara.
4. Blefaritis
Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini dapat menyebabkan kelopak mata dan bagian putih mata tampak kemerahan dan membengkak. Beberapa gejala lainnya yang menyertai blefarititis, antara lain:
Gatal
Sensasi terbakar atau menyengat
Mata berair
Kelopak mata berkerak
Sensitif terhadap cahaya
Blefaritis dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, terutama jika tidak segera ditangani. Pada kondisi yang parah, penderitanya dapat kehilangan bulu mata dan penglihatan menurun.
5. Uveitis
Uveitis adalah peradangan yang terjadi di bagian tengah mata atau disebut uvea. Uvea adalah area yang berada di antara bagian putih mata dan retina.
Peradangan pada uvea dapat menyebabkan mata merah. Beberapa gejala lain yang timbul dari kondisi ini adalah sebagai berikut.
Penglihatan kabur
Mata perih
Sensitif terhadap cahaya
Sementara itu, beberapa penyebab uveitis di antaranya:
Penyakit autoimun, seperti lupus
Jenis infeksi tertentu, seperti sifilis dan herpes zoster
Jenis kanker tertentu, seperti limfoma
6. Skleritis
Skleritis adalah peradangan yang terjadi pada bagian berwarna putih pada bola mata yang disebut sklera. Kondisi ini menyebabkan bagian putih mata menjadi merah dan membengkak. Gejala lainnya dari skleritis dapat berupa:
Mata berair
Sakit mata
Penglihatan kabur
Sensitif terhadap cahaya
Nyeri di kepala, wajah, atau rahang
7. Perdarahan Subkonjungtiva
Pada beberapa kasus, mata merah dapat terlihat sangat merah dan seperti benar-benar berdarah. Apa penyebab mata merah seperti berdarah?
Mata merah yang terlihat berdarah dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di mata yang memicu keluarnya darah di permukaan mata. Kondisi ini disebut juga dengan perdarahan subkonjungtiva.
Kondisinya mungkin terlihat serius, tetapi sebenarnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Beberapa penyebab dari perdarahan subkonjungtiva, antara lain sebagai berikut.
Menggosok mata terus-menerus
Batuk atau bersin yang kuat
Muntah dengan keras
Cedera mata
Namun, apabila perdarahan subkonjungtiva semakin meluas dan mengalami penurunan penglihatan, segera konsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
8. Glaukoma
Glaukoma adalah kondisi adanya peningkatan tekanan di mata karena mata memproduksi lebih banyak cairan daripada kadar normal. Kondisi ini dapat merusak saraf optik yang berpotensi menyebabkan kebutaan.
Gejala yang biasa ditimbulkan akibat glaukoma adalah mata merah, sakit parah pada mata, penurunan penglihatan, sakit kepala, dan mual atau muntah.
9. Penyebab Lainnya
Selain beberapa penyebab di atas, mata merah juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi berikut ini.
Cedera pada mata yang tidak segera ditangani.
Penggunaan lensa kontak mata yang rusak atau tidak bersih. Ini menjadi salah satu hal sepele penyebab mata merah dan iritasi parah yang sering kali terjadi.
Keratitis, yaitu peradangan pada kornea mata.
Fotokeratitis, yaitu iritasi mata yang dapat terjadi karena paparan sinar matahari.
Selulitis, yaitu infeksi bakteri pada kulit yang dapat memengaruhi kelopak mata dan bola mata.
Cara Mencegah Mata Merah
Mata merah bukanlah kondisi serius jika segera ditangani. Pada sebagian besar kasus, kondisi bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan menghindari sejumlah pemicu yang dapat menyebabkan mata merah.
Adapun beberapa cara mencegah mata merah adalah sebagai berikut.
Menghindari faktor pemicu yang dapat membuat iritasi pada mata, seperti debu dan asap.
Menghentikan kebiasaan menggosok atau menggaruk mata.
Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih apabila melakukan kontak dengan penderita infeksi mata.
Menghindari penggunaan lensa kontak yang terlalu lama dan pastikan selalu membersihkan lensa kontak sesuai petunjuk.
Mengurangi aktivitas yang membuat mata lelah.
Membersihkan mata dengan air bersih jika mata terkontaminasi partikel asing.
Menggunakan kacamata khusus untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.
Sementara jika sudah mengalami mata merah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya. Lalu, bagaimana cara menghilangkan mata merah dengan cepat?
Jika mata merah disebabkan oleh kondisi yang lebih ringan, seperti alergi, konjungtivitis, atau blefaritis, ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:
Bersihkan area mata dengan menggunakan kapas dan air jika kotoran mata banyak.
Kompres dengan air dingin untuk membantu mengurangi kemerahan pada mata, bengkak, dan rasa nyeri.
Jangan menggosok mata dengan tangan untuk menghindari tergoresnya bola mata.
Selalu mencuci tangan setelah membersihkan mata.
Minum obat yang dijual bebas, seperti antihistamin atau dekongestan untuk membantu mengurangi gejala alergi pada mata merah. Obat-obatan seperti ibuprofen dan acetaminophen juga dapat meredakan rasa tidak nyaman dan bengkak pada mata.
Hindari penggunaan riasan dan lensa kontak mata.
Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu di depan komputer, televisi, atau layar ponsel karena dapat menyebabkan kelelahan mata dan mata kering.
Menggunakan obat tetes mata sesuai resep dan anjuran dokter.
Konsultasikan ke dokter apabila mengalami mata merah yang disertai dengan gejala-gejala lainnya.
Apakah mata merah bisa sembuh sendiri? Menurut Cleveland Clinic, biasanya mata merah dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu.
Akan tetapi, mata merah terkadang bisa menandakan kondisi atau penyakit mata yang lebih serius. Jika mata merah disertai gejala lainnya dan bertambah parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Apakah Bahaya Jika Mata Merah?
Mata merah biasanya bukan kondisi yang berbahaya dan sering kali membaik dengan sendirinya. Namun, mata merah bisa menunjukkan kondisi yang lebih serius dan perlu mendapatkan bantuan medis.
National Health Service (NHS) menyebutkan beberapa gejala berikut pada mata merah harus dievaluasi oleh ahli medis untuk mengetahui seberapa serius kondisi yang dialami penderita, antara lain:
Penglihatan kabur
Mata yang terasa sangat sakit
Sensitif terhadap cahaya secara ekstrem
Segera lakukan pemeriksaan medis jika mengalami beberapa gejala di atas untuk menghindari kerusakan pada penglihatan yang berisiko kebutaan.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apakah bahaya jika mata merah?

Apakah bahaya jika mata merah?
Mata merah dapat disebabkan oleh alergi, iritasi, hingga gangguan kesehatan yang lebih parah. Bahaya atau tidaknya mata merah ditentukan dari penyebab yang mendasarinya.
Bagaimana cara menghilangkan mata merah dengan cepat?

Bagaimana cara menghilangkan mata merah dengan cepat?
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan mata merah dengan cepat, yaitu bersihkan area mata dengan menggunakan kapas dan air jika kotoran mata banyak, serta ompres dengan air dingin untuk membantu mengurangi kemerahan pada mata, bengkak, dan rasa nyeri.
Apakah mata merah bisa sembuh sendiri?

Apakah mata merah bisa sembuh sendiri?
Menurut Cleveland Clinic, biasanya mata merah dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu.
