Apa Itu Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah bibit siklon tropis 93S dan 91S ramai diperbincangkan setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Apa itu bibit siklon tropis 93S dan 91S menjadi pertanyaan banyak masyarakat di Indonesia.
Kemunculan bibit siklon ini kerap dikaitkan dengan peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di perairan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan bibit siklon tropis.
Apa itu Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S?
Terdapat berbagai hal menarik mengenai fenomena bibit siklon tropis 93S dan 91S. Apa itu bibit siklon tropis 93S dan 91S? Simak jawaban dan penjelasannya berikut ini berdasarkan situs web inp.polri.go.id, bmkg.go.id, dan rri.co.id.
Bibit siklon tropis adalah fase awal dari potensi pembentukan sistem cuaca yang dapat berkembang menjadi siklon tropis. Siklon ini merupakan badai kuat yang membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi di laut.
Istilah “bibit” sendiri menunjukkan kondisi atmosfer yang mulai menunjukkan sirkulasi angin dan aktivitas konvektif. Namun, belum terorganisir sepenuhnya layaknya siklon tropis yang sudah terbentuk.
Pada tahap ini, sistem masih dinilai memiliki potensi rendah untuk meningkat menjadi siklon tropis. Namun, tetap berpengaruh pada kondisi cuaca sekitar wilayah terbentuknya.
Bibit Siklon Tropis 91S adalah salah satu sistem yang terpantau oleh BMKG di perairan Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung sejak 7 Desember 2025. 91S dipantau melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Bibit siklon ini diprediksi menunjukkan pola pergerakan menjauhi daratan Indonesia pada 11 Desember 2025. Meskipun peluangnya rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh, bibit ini tetap berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Bibit Siklon Tropis 91S juga berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan barat Sumatra hingga Banten. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada serta selalu memperbarui informasi cuaca dari kanal resmi.
Bibit Siklon Tropis 93S terpantau mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat. Dalam siaran pers BMKG, sistem ini memiliki sirkulasi yang belum terorganisir sehingga proses penguatan diprakirakan lambat.
Bibit siklon ini berpotensi menjauhi wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Dampak tidak langsung yang diwaspadai meliputi hujan sedang hingga lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur hingga NTT dan Selat Bali–Lombok bagian selatan juga perlu diperhatikan utamanya bagi warga yang sering berkegiatan di wilayah pesisir. Masyarakat dianjurkan menyesuaikan aktivitas sesuai cuaca.
Apa itu bibit siklon tropis 93S dan 91S? Adalah sistem tekanan rendah yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis jika memenuhi syarat tertentu. Bibit siklon 93S dan 91S terpantau aktif di wilayah perairan sekitar Indonesia. (Fia)
Baca juga: Apa Itu Hujan meteor Geminid? Inilah Fenomena Langit yang Spektakuler
