Konten dari Pengguna

Apa Itu Hazing yang Viral Dibahas? Simak Artinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu hazing. Unsplash/lafadeso
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu hazing. Unsplash/lafadeso

Pertanyaan apa itu hazing muncul seiring maraknya pembahasan mengenai praktik perploncoan di lingkungan pendidikan maupun organisasi.

Dalam berbagai kajian akademik dan regulasi di sejumlah negara, hazing tidak hanya dipandang sebagai tradisi pengenalan.

Apa Itu Hazing dan Mengapa Bisa Terjadi Hingga Viral?

Ilustrasi apa itu hazing. Unsplash/lnouh loukili

Memahami apa itu hazing juga berarti memahami perubahan makna senioritas yang terjadi dalam beberapa lingkungan organisasi. Hazing merupakan praktik pemberian tugas, perlakuan, atau ritual tertentu kepada anggota baru sebagai syarat diterima dalam kelompok.

Berdasarkan jurnal j-innovative.org, perilaku hazing menjadi salah satu persoalan yang masih sering ditemukan dalam lingkungan pendidikan.

Praktik tersebut terus berulang dan hingga kini penanganannya dinilai belum menunjukkan hasil yang signifikan, termasuk berbagai upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah.

Pada dasarnya, konsep senioritas memiliki makna positif sebagai bentuk tanggung jawab untuk membimbing serta melindungi anggota yang lebih muda. Namun, pemahaman itu kerap mengalami penyimpangan hingga identik dengan tindakan kekerasan.

Dalam banyak kasus, kekerasan digunakan sebagai alat tekanan oleh pelaku untuk mendominasi atau mengendalikan korban.

Hazing sering melibatkan aktivitas yang mempermalukan, melelahkan secara fisik, atau membahayakan keselamatan individu. Praktik ini banyak ditemukan pada lingkungan pendidikan, organisasi mahasiswa, komunitas olahraga, hingga kelompok sosial tertentu.

Praktik ini biasanya muncul akibat budaya hierarki yang kuat dan adanya anggapan bahwa tekanan keras mampu membangun mental anggota baru.

Sebagian pelaku menganggap hazing sebagai tradisi yang harus diteruskan karena pernah mengalami pengalaman serupa sebelumnya.

Dalam lingkungan pendidikan, kegiatan orientasi menjadi momen yang paling rentan terjadi penyimpangan. Aktivitas yang awalnya bertujuan mengenalkan sistem belajar atau nilai kebersamaan terkadang berubah menjadi tindakan merendahkan atau memberi hukuman tidak relevan.

Dampak hazing telah banyak dibahas dalam penelitian psikologi dan pendidikan. Korban dapat mengalami cedera fisik, tekanan emosional, kecemasan, hingga trauma berkepanjangan.

Banyak lembaga pendidikan di berbagai negara kemudian menerapkan kebijakan anti-hazing, termasuk pengawasan ketat kegiatan orientasi dan pemberian sanksi tegas terhadap pelaku.

Selain itu, pelaporan yang aman bagi korban juga diperlukan agar tindakan kekerasan dapat dihentikan sejak awal. Banyak kampus internasional kini menyediakan jalur pelaporan anonim untuk mendorong keberanian korban melapor tanpa rasa takut.

Memahami apa itu hazing yang viral di media sosial membantu masyarakat membedakan antara kegiatan pembinaan yang positif dan tindakan yang melanggar batas kemanusiaan.

Tradisi yang merugikan fisik maupun mental tidak seharusnya dipertahankan, terutama dalam lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman untuk berkembang. (Rahma)

Baca juga: Praktek Pembiasaan untuk Membangun Iklim KBC di Lingkungan Madrasah