Apa Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap bulan Ramadan, umat Islam kerap mendengar tentang dua peristiwa penting, yakni Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Keduanya sama-sama berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an, tetapi memiliki pengertian serta latar peristiwa yang berbeda.
Nuzulul Quran merujuk pada peristiwa pertama kali turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw, sementara Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia dalam Ramadan yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan.
Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar dalam Kalender Hijriah
Mengutip situs http://mpai.ums.ac.id, berikut penjelasan lengkap perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar:
Nuzulul Quran oleh para ulama disebut berlangsung pada 17 Ramadan, yang dikaitkan dengan peristiwa Perang Badar.
Sementara itu, Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan dalam riwayat lain disebutkan berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir tersebut.
Nuzulul Quran
Secara bahasa, Nuzulul Quran berarti “turunnya Al-Qur’an.” Istilah ini merujuk pada peristiwa ketika wahyu pertama kali disampaikan kepada Nabi Muhammad saw, melalui Malaikat Jibril.
Dalam tradisi umat Islam, peristiwa tersebut diyakini terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Momen ini menjadi awal dari proses turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Rasulullah saw., yang berlangsung secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun hingga beliau wafat.
Oleh karena itu, Nuzulul Quran dipandang sebagai peristiwa penting yang menandai dimulainya penyampaian risalah Al-Qur’an kepada umat manusia.
Dalam beberapa riwayat yang dikutip dari ulama tafsir seperti Syekh Ali As-Shabuni, wahyu pertama turun ketika Nabi Muhammad saw., sedang beribadah di Gua Hira yang terletak di dekat Kota Makkah.
Pada saat itulah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama, yaitu Surah Al-Alaq ayat 1–5.
Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang sangat mulia dalam Islam. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan karena penuh dengan keberkahan dan rahmat dari Allah Swt.
Keutamaan malam tersebut dijelaskan dalam Surah Al-Qadar ayat 1–5 berikut:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.”
Dalam pemahaman para ulama, Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia. Setelah itu, wahyu disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad saw, melalui Malaikat Jibril.
Lailatul Qadar tidak memiliki waktu yang diketahui secara pasti. Maka dari itu, Rasulullah saw. menganjurkan umat Islam agar menghidupkan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan guna mencari Lailatul Qadar.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ فِي الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari).
Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar sama-sama berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadan, tetapi memiliki makna dan konteks yang berbeda.
Nuzulul Quran menandai awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw., sedangkan Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang memiliki keutamaan luar biasa bagi umat Islam.
Dengan memahami keduanya, umat Islam diharapkan dapat semakin menghargai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus memperbanyak ibadah di bulan Ramadan untuk meraih keberkahan yang dijanjikan Allah Swt. (Fikah)
Baca juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026 dan Tandanya Menurut Ulama
