Konten dari Pengguna

Apa Perbedaan Tekanan Osmotik dan Osmosis?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan tekanan osmotik dan osmosis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan tekanan osmotik dan osmosis. Foto: Unsplash

Dalam mata pelajaran kimia, terdapat dua istilah yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, yakni tekanan osmotik dan osmos. Meski terlihat mirip, terdapat beberapa perbedaan tekanan osmotik dan osmosis, termasuk pengertian hingga contoh-contohnya.

Secara sederhana, tekanan osmotik adalah tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis. Jadi, osmosis adalah pergerakan molekul air dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (hipertonik) melalui membran selektif permeabel.

Jadi, meskipun osmotik dan osmosi berbeda, keduanya masih memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Perbedaan Tekanan Osmotik dan Osmosis

Menyadur buku Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa karangan Mima M. Horne, osmosis adalah gerakan air melewati membran semipermeabel dari area dengan konsentrasi zat terlarut rendah ke area dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi.

Sementara itu, tekanan osmotik adalah jumlah tekanan hidrostastik yang diperlukan untuk menghentikan aliran osmosis air. Jadi, osmosis dapat terjadi melewati semua membran apabila konsentrasi zat terlarut pada keduanya berubah.

Untuk memahami lebih jelas pengertian dari tekanan osmotik dan osmosis, berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Tekanan Osmotik

Menurut buku Cerdas Belajar Kimia karangan Nana Sutresna, tekanan osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk mempertahankan agar pelarut tidak berpindah dari larutan encer ke larutan pekat.

Jadi, apabila dua buah larutan yang memiliki tekanan osmotik sama-sama dipisahkan oleh suatu membran semipermeabel, larutan tersebut tidak akan mengalami proses osmosis. Pasalnya, proses osmosis hanya terjadi pada dua buah larutan yang memiliki perbedaan tekanan osmotik.

Tekanan osmotik ini bisa terjadi karena beberapa faktor, di antaranya faktor temperatur, tebal membran semipermeabel, hingga ukuran molekul pelarutnya. Berikut pengertian singkatnya:

  • Temperatur adalah suatu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan partikel dalam suatu larutan. Semakin tinggi suhu, pergerakan partikel akan lebih cepat, sehingga molekul pelarutnya akan lebih mudah dalam membran semipermeabel.

  • Ukuran molekul pelarut menjadi faktor karena semakin ukuran molekul pelarut, lajunya akan terhambat. Sebagai informasi, pelarut air cenderung memiliki ukuran kecil, sehingga lebih leluasa dalam melalui membran semipremeabel.

  • Tebal membran semipermeabel. Semakin besar membran semipermeabel yang menghalang, maka pelarut yang melaluinya menjadi lebih lama dan lebih sulit.

Adapun rumus dari tekanan osmotik ini, yaitu:

π = M.R.T

Keterangan:

π = tekanan osmotik (Pa atau atm)

M = molaritas (mol zat terlarut perliter)

R = konstanta gas (0,082 L atm mol-1 k-1)

T = suhu (K)

Sebagai informasi, rumus tekanan osmotik tersebut ditemukan oleh Jacobus Henricus van't Hoff Jr. Ia adalah seorang ahli kimia-fisika dari Belanda yang menerima penghargaan Nobel di bidang kimia pada tahun 1901.

Berikut perbedaan tekanan osmotik dan osmosis. Foto: Unsplash

Ada beberapa penelitian yang diciptakan oleh Jacobus Henricus van't Hoff Jr tentang kinetika kimia, kesetimbangan kimia, tekanan osmotik, dan kristalografi yang diakui sebagai hasil karya utama yang telah mendunia.

Untuk memahami lebih jelas tentang tekanan osmotik, berikut salah satu contoh soal tekanan osmotik, seperti yang dikutip dari laman Chemistry LibreTexts dan sumber lainnya, yaitu:

Adam membuat larutan pupuk menggunakan bahan urea sebanyak 12 gram yang kemudian dilarutkan dalam air sebanyak 1 liter. Jika suhu larutannya menjadi 37 °C hitunglah tekanan osmotik pupuk Adam!

Diketahui:

m = 12 gram

Mr = 60

V = 1 liter = 1000 mL

T = 37 °C = 310 °K

Jawaban:

π = M.R.T

= [(m/Mr)*(1000/V)].R.T

= (12/60)*(1000/1000)*0,082*310

= (1/5)*0,082*310

= 5,048 atm

Jadi, tekanan osmotiknya adalah 5,048 atm.

Proses Osmosis

Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air melalui membran semipermeabel dari yang berkonsentrasi rendah ke yang berkonsentrasi tinggi. Dalam prosesnya, molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga mencapai kesetimbangan konsentrasi.

Menurut buku Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien karya Asmadi, kecepatan osmosis terjadi tergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, suhu, larutan, muatan listrik solute, dan perbedaan tekanan osmosis.

Apabila konsentrasi molekulnya lebih tinggi, tekanan osmosis pada larutan tersebut menjadi lebih tinggi. Dengan begitu, air akan tertarik masuk ke dalam larutan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari pun, tekanan osmosis memainkan peran yang penting. Sebagai contoh, dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah.

Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut. Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi.

Lebih lanjut, penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel, sehingga sel darah merah akan pecah. Proses ini dinamakan hemolisis.

Menyadur buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII SMA, berikut beberapa contoh osmosis dalam kehidupan sehari-hari yang sering tidak disadari.

  • Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis sehingga terjadi pengerutan.

  • Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap. Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air. Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang.

  • Penyerapan air oleh akar tanaman.

  • Terjadinya plasmolisis pada sel tumbuhan saat direndam ke larutan garam.

  • Terjadinya hemolisis pada eritrosit saat direndam aquades.

Baca Juga: 3 Contoh Soal Fraksi Mol yang Mudah

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa pengaruh temperatur dalam tekanan osmotik?

chevron-down

Temperatur adalah suatu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan partikel dalam suatu larutan. Pasalnya, pada suhu tinggi, pergerakan partikel akan menjadi lebih cepat, sehingga molekul pelarut akan lebih mudah dalam melalui membran semipermeabel.

Apa pengaruh ukuran molekul pelarut dalam tekanan osmotik?

chevron-down

Adapun ukuran molekul pelarut yang bisa mempengaruhi proses terjadinya osmotik. Ukuran molekul pelarut menjadi faktor karena semakin ukuran molekul pelarut, lajunya akan terhambat.

Apa contoh tekanan osmotik?

chevron-down

Sebagai contoh, ketika pemberian nutrisi bagi pasien melalui infus. Pada infus, larutan nutrisi dimasukkan langsung ke dalam pembuluh darah. Larutan ini harus memiliki tekanan osmotik yang sama dengan tekanan osmotik darah. Tujuannya agar sel darah tidak mengalami krenasi atau hemolisis yang akan membahayakan jiwa pasien tersebut.