Konten dari Pengguna

Apa Saja Contoh Inflasi yang Terjadi di Indonesia?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja contoh inflasi? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja contoh inflasi? Foto: Unsplash

Dalam dunia ekonomi, pengertian inflasi adalah suatu kondisi di mana tingkat harga secara umum atau price level yang cenderung naik. Di Indonesia, ada beberapa contoh inflasi yang pernah terjadi, salah satunya adalah inflasi yang terjadi pada tahun 1963-1965 pada era demokrasi terpimpin.

Pada saat itu, Indonesia mencapai taraf hiperinflasi yang bahkan angka inflasinya sudah mencapai 600% lebih. Sebagai informasi, hiperinflasi termasuk ke jenis-jenis inflasi. Setiap jenis-jenis memiliki contoh inflasinya tersendiri.

Merujuk buku Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI karangan Alam S, jenis-jenis inflasi bisa diklasifikasikan berdasarkan beberapa tingkat, yaitu keparahannya, sifatnya, hingga asal muasalnya. Untuk lebih jelas, berikut penjelasan singkatnya.

  • Inflasi berdasarkan tingkat keparahannya, seperti inflasi ringan, sedang, hingga berat.

  • Inflasi berdasarkan sifatnya, seperti inflasi merayap, menengah, hingga tinggi.

  • Inflasi berdasarkan asalnya, seperti inflasi yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri.

Adanya jenis-jenis inflasi di atas dipengaruhi oleh beberapa teori yang sudah dikemukakan. Dalam inflasi, beberapa teori yang kerap dikemukakan adalah teori kuantitas, keynes, hingga struktural.

  1. Teori kuantitas adalah teori inflasi yang diungkapkan oleh kaum klasik bahwa tingkat harga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar.

  2. Teori keynes adalah teori inflasi yang terjadi karena nafsu berlebihan dari suatu golongan masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia.

  3. Teori struktural adalah teori inflasi yang disebabkan dari segi struktural ekonomi yang kaku. Artinya, produsen tidak dapat mengantisipasi dengan cepat kenaikan permintaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk.

Contoh-Contoh Inflasi

Indonesia pernah mengalami inflasi pada awal kemerdekaan. Foto: Unsplash

Indonesia termasuk negara yang cukup sering mengalami inflasi dari tahun ke tahunnya. Beberapa inflasi yang terjadi di Indonesia yakni pada saat awal kemerdekaan dan awal pandemi Covid-19. Ingin tau penjelasan lebih lengkap dari contoh-contoh inflasi yang disebutkan sebelumnya, berikut informasinya.

1. Inflasi pada awal kemerdekaan

Indonesia pertama kali mengalami inflasi pada saat kemerdekaan. Sebagai informasi, keadaan ekonomi Indonesia pada masa itu sangat terpuruk karena kebutuhan masyarakat meningkat hingga 100%.

Penyebab terjadi inflasi di awal kemerdekaan Indonesia, yakni terdapat tiga jenis mata uang yang beredar di masyarakat secara tidak terkendali.

Mata uang tersebut meliputi uang kertas De Javasche Bank peninggalan kolonial Belanda, uang kertas dan logam pemerintah Hindia Belanda, uang buatan Jepang yaitu De Japansche Regering, Dai Nippon emisi 1943, dan Dai Nippon Teikoku Seibu emisi 1943.

Kondisi tersebut semakin bertambah para ketika pasukan sekutu berhasil merebut beberapa pusat perkotaan dan bank-bank terpusat di sana. Pada saat itu, Indonesia juga belum memiliki mata uang resmi sendiri. Akibatnya, pemerintah menerapkan pemberlakuan tiga mata uang sekaligus.

Sederhananya, inflasi yang tinggi pada awal kemerdekaan terjadi karena poin-poin di bawah ini, seperti yang disebutkan dalam buku Sejarah Indonesia yang diterbitkan oleh Grafindo.

  • Beredarnya mata uang Jepang di masyarakat dalam jumlah yang tak terkendali.

  • Beredarnya mata uang cadangan yang dikeluarkan oleh pasukan Sekutu dari bank-bank yang berhasil dikuasainya untuk biaya operasi dan gaji pegawai yang jumlahnya mencapai 2,3 miliar.

  • Republik Indonesia belum memiliki mata uang sendiri, sehingga pemerintah tidak bisa menyatakan bahwa mata uang pendudukan Jepang tidak berlaku.

2. Inflasi pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19

Menyadur laman resmi Kementerian Keuangan yang datanya telah diriset oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sebesar -2,07 persen.

Pada saat itu, pengaruh dari pandemi Covid-19 berperan sangat besar. Hal ini disebabkan oleh adanya peraturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga menimbulkan lockdown kepada beberapa kota bertujuan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Peraturan ini menyebabkan meningkatnya penurunan perekonomian, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan tidak dapat membayarkan upah yang seharusnya. Tidak hanya itu, penurunan ini banyak yang menyebabkan perusahaan memutuskan untuk gulung tikar atau bangkrut.

Sebetulnya, laju inflasi 2020 sebetulnya sebagian besar disebabkan karena makanan, minuman, hingga tembakau dengan andil sebesar 0,19%. Tidak hanya itu, tingkat inflasi dari sektor lainnya mencapai 3,63%.

Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memiliki andil terhadap keseluruhan inflasi sebesar 0,35% dengan tingkat inflasi sebesar 5,8%.

Baca Juga: Jenis-Jenis Kebijakan Moneter untuk Mengatasi Inflasi

(JA)

Frequently Asked Question Section

Seperti apa inflasi yang terjadi di Indonesia?
chevron-down

Indonesia pertama kali mengalami inflasi pada saat kemerdekaan. Sebagai informasi, keadaan ekonomi Indonesia pada masa itu sangat terpuruk karena kebutuhan masyarakat meningkat hingga 100%.

Apa itu laju inflasi?
chevron-down

Kenaikan angka inflasi atau laju inflasi adalah tingkat persentase kenaikan harga dari beberapa indeks harga dari suatu periode ke periode lainnya.

Apa yang dimaksud inflasi?
chevron-down

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.