Konten dari Pengguna

Apakah Cap Go Meh 2026 Tanggal Merah? Ini Status Liburnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah Cap Go Meh 2026 tanggal merah. Foto: Unsplash.com/Banesh Narayanan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah Cap Go Meh 2026 tanggal merah. Foto: Unsplash.com/Banesh Narayanan

Apakah Cap Go Meh 2026 tanggal merah menjadi pertanyaan yang banyak muncul menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili di berbagai daerah Indonesia.

Penentuan tanggal perayaan ini berkaitan erat dengan perhitungan kalender lunar yang telah digunakan selama ribuan tahun.

Kejelasan status hari libur penting diketahui agar perencanaan kegiatan budaya maupun perjalanan dapat dilakukan secara matang.

Apakah Cap Go Meh 2026 Tanggal Merah di Kalender?

Ilustrasi Apakah Cap Go Meh 2026 tanggal merah. Foto: Unsplash.com/Rosi M

Apakah Cap Go Meh 2026 tanggal merah? Dikutip dari blog.amikom.ac.id, jawabannya adalah tidak, Cap Go Meh 2026 yang jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026 bukan merupakan hari libur nasional.

Penentuan tanggal Cap Go Meh selalu merujuk pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar Tionghoa. Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dirayakan pada 17 Februari 2026.

Perhitungan lima belas hari setelah tanggal tersebut mengarah pada 3 Maret 2026 sebagai waktu pelaksanaan Cap Go Meh.

Sistem ini konsisten digunakan setiap tahun sehingga tanggalnya berubah dalam kalender masehi tapi tetap sama dalam kalender lunar.

Pemerintah Indonesia menetapkan daftar hari libur nasional melalui SKB tiga menteri. Tahun Baru Imlek termasuk hari libur nasional karena memiliki pengakuan resmi sebagai hari besar keagamaan.

Sementara Cap Go Meh tidak tercantum dalam daftar tersebut, sehingga 3 Maret 2026 berstatus hari kerja biasa. Perkantoran, sekolah, dan layanan publik tetap beroperasi sesuai jadwal reguler.

Walau bukan tanggal merah, Cap Go Meh tetap dirayakan secara luas di berbagai daerah dengan populasi Tionghoa yang signifikan.

Perayaan ini menandai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek dan memiliki akar sejarah panjang sejak era Dinasti Han di Tiongkok kuno.

Pada masa itu, ritual dilakukan sebagai penghormatan kepada Dewa Thai Yi. Perkembangannya semakin meluas pada era Dinasti Tang ketika festival lampion menjadi tradisi publik yang meriah.

Di Tiongkok, Cap Go Meh dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion. Lampion digantung dan dinyalakan sebagai simbol cahaya yang menerangi awal tahun baru.

Tradisi menyantap tangyuan, bola ketan berisi manis, juga menjadi bagian penting karena melambangkan persatuan keluarga.

Tradisi tersebut kemudian dibawa ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan migrasi sejak abad ke-15. Di Indonesia, perayaan berkembang dengan sentuhan budaya lokal.

Kota Singkawang dikenal dengan pawai tatung yang menjadi ikon Cap Go Meh. Di Pontianak dan Semarang, kirab budaya, pertunjukan barongsai, serta hiasan lampion turut memeriahkan perayaan.

Status bukan tanggal merah tidak mengurangi makna budaya dan historis Cap Go Meh. Perayaan tetap berlangsung sebagai ekspresi tradisi dan identitas yang diwariskan lintas generasi.

Apakah Cap Go Meh 2026 tanggal merah telah terjawab dengan jelas melalui penetapan resmi pemerintah dan perhitungan kalender lunar.

Kepastian ini membantu penjadwalan kegiatan tetap teratur tanpa asumsi keliru mengenai hari libur nasional. (Suci)

Baca Juga: Tahun Baru Imlek Libur Tidak? Ini Ketentuannya dari Pemerintah