Konten dari Pengguna

Apakah Hari Kebangkitan Nasional Tanggal Merah? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah Hari Kebangkitan Nasional tanggal merah. Foto: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah Hari Kebangkitan Nasional tanggal merah. Foto: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Apakah Hari Kebangkitan Nasional tanggal merah masih sering dipertanyakan banyak masyarakat ketika kalender Mei mulai dipenuhi sejumlah peringatan nasional setiap tahunnya.

Sebagian pekerja, pelajar, dan pelaku usaha biasanya memeriksa jadwal libur untuk menyesuaikan aktivitas rutin serta rencana kegiatan harian masing-masing.

Peringatan nasional di Indonesia umumnya memiliki nilai sejarah panjang yang berkaitan dengan perjalanan perjuangan bangsa membangun persatuan sejak masa kolonial.

Apakah Hari Kebangkitan Nasional Tanggal Merah yang Ditetapkan Pemerintah?

Ilustrasi Apakah Hari Kebangkitan Nasional tanggal merah. Foto: Unsplash.com/Kyrie kim

Apakah Hari Kebangkitan Nasional tanggal merah? Dikutip dari kemenkopmk.go.id, jawabannya adalah tidak, tanggal 20 Mei yang biasa diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional tidak termasuk libur nasional maupun cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Kalender kerja tetap berjalan normal sehingga kegiatan sekolah, pelayanan publik, perkantoran, dan aktivitas usaha berlangsung seperti hari biasa tanpa penghentian operasional.

Penetapan tersebut mengacu pada keputusan resmi pemerintah melalui SKB Tiga Menteri mengenai hari libur nasional dan cuti bersama tahun berjalan.

Hari Kebangkitan Nasional memang diperingati secara nasional, tetapi statusnya berbeda dengan perayaan keagamaan atau hari besar tertentu yang disertai libur resmi.

Meskipun tidak menjadi tanggal merah, peringatan ini tetap memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Hari Kebangkitan Nasional lahir dari momentum berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Organisasi tersebut dikenal sebagai pelopor gerakan modern yang mulai menanamkan kesadaran persatuan bangsa di tengah kondisi penjajahan.

Pada awal abad ke-20, pola perjuangan rakyat Indonesia mengalami perubahan besar. Perlawanan yang sebelumnya banyak dilakukan secara fisik mulai diarahkan menuju gerakan intelektual melalui pendidikan dan organisasi.

Boedi Oetomo menjadi simbol perubahan cara berpikir masyarakat pribumi untuk memperjuangkan masa depan bangsa dengan pendekatan yang lebih terstruktur.

Organisasi tersebut dibentuk para pelajar STOVIA di Batavia atau Jakarta. Sekolah kedokteran itu menjadi tempat berkumpulnya pelajar pribumi terdidik yang memiliki perhatian besar terhadap kondisi sosial masyarakat saat itu.

Gagasan perjuangan modern kemudian berkembang melalui diskusi pendidikan, kesehatan, dan persatuan nasional.

Nama dr. Wahidin Soedirohoesodo turut memiliki pengaruh besar terhadap lahirnya gerakan tersebut. Pemikiran mengenai pentingnya pendidikan bagi generasi muda mendorong munculnya semangat perubahan di kalangan pelajar.

Kesadaran itu perlahan berkembang menjadi gerakan nasional yang mengutamakan kecerdasan dan persatuan bangsa.

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional untuk mengenang lahirnya semangat perjuangan modern.

Presiden Soekarno meresmikan peringatan tersebut pada tahun 1948 sebagai simbol persatuan rakyat Indonesia setelah masa penjajahan dan perjuangan kemerdekaan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional biasanya dilakukan melalui upacara bendera, seminar sejarah, kegiatan pendidikan, hingga penyampaian pesan kebangsaan di berbagai instansi.

Sekolah dan kantor pemerintahan sering menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026 mengangkat pesan mengenai perlindungan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Pemerintah menilai kemajuan teknologi harus diimbangi kemampuan literasi digital agar masyarakat mampu menghadapi tantangan era modern secara bijak dan cerdas.

Kemajuan teknologi memang membuka akses komunikasi lebih luas, tetapi juga memunculkan tantangan baru seperti penyebaran hoaks, manipulasi informasi, dan rendahnya keamanan data pribadi.

Kondisi tersebut membuat pendidikan digital menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan bangsa di masa depan.

Peringatan nasional ini juga mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya berkaitan dengan sejarah masa lalu.

Semangat tersebut tetap relevan untuk membangun kualitas pendidikan, memperkuat persatuan sosial, dan meningkatkan kemampuan generasi muda menghadapi perkembangan global yang terus berubah.

Apakah Hari Kebangkitan Nasional tanggal merah kini tidak lagi menimbulkan kebingungan setelah melihat ketetapan resmi pemerintah mengenai kalender nasional.

Nilai sejarah dari peringatan tersebut tetap terasa penting karena menjadi pengingat perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia. (Shofia)

Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional Apakah Libur? Cek Informasi Resminya di Sini