Konten dari Pengguna

Apakah Ngomong Kasar Membatalkan Puasa? Simak Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi apakah ngomong kasar membatalkan puasa. Unsplash/Alim
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi apakah ngomong kasar membatalkan puasa. Unsplash/Alim

Banyak orang bertanya apakah ngomong kasar membatalkan puasa karena dalam kehidupan sehari-hari emosi sering muncul tanpa disadari. Islam memberikan penjelasan yang cukup tegas mengenai hubungan antara ucapan buruk dan kualitas ibadah puasa.

Puasa Ramadhan tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih pengendalian sikap serta ucapan.

Apakah Ngomong Kasar Membatalkan Puasa?

ilustrasi apakah ngomong kasar membatalkan puasa. Unsplash/imamhassan

Pertanyaan apakah ngomong kasar membatalkan puasa dijawab oleh mayoritas ulama dengan membedakan antara sahnya puasa dan nilai pahala yang diperoleh.

Secara fikih, berkata kasar tidak membatalkan puasa. Namun dari sisi spiritual, perbuatan tersebut sangat merugikan orang yang berpuasa.

Dalam fikih Islam, pembatal puasa telah dijelaskan secara rinci, seperti makan dan minum dengan sengaja, hubungan suami istri pada siang hari Ramadhan, atau hal lain yang secara jelas disebut dalam dalil.

Sementara itu, ucapan kasar, hinaan, atau makian memiliki hukum yang berbeda. Perbuatan tersebut termasuk dosa yang berkaitan dengan akhlak dan adab berpuasa, bukan pembatal secara hukum.

Hal ini sejalan dengan penjelasan islamqa.info, menyebutkan bahwa melakukan dosa pada siang hari Ramadhan, seperti memaki atau menghina orang lain, tidak membuat puasa batal.

Meski demikian, dosa tersebut dapat mengurangi pahala puasa, bahkan berpotensi menghapus seluruh ganjarannya. Akibatnya, seseorang bisa saja hanya merasakan lapar dan dahaga tanpa memperoleh nilai ibadah yang sempurna.

Rasulullah Saw. Bersabda: “Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu berdusta, bergibah, mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.”

Ini menunjukkan bahwa kualitas puasa sangat bergantung pada perilaku selama menjalankannya. Menjaga lisan termasuk salah satu bentuk kesempurnaan puasa.

Mengendalikan emosi, menahan diri dari pertengkaran, serta menghindari kata-kata kasar menjadi bagian dari tujuan utama ibadah Ramadhan, yaitu membentuk ketakwaan.

Memahami apakah ngomong kasar membatalkan puasa membantu melihat puasa secara lebih utuh. Puasa tetap sah meskipun seseorang terlanjur berkata kasar, tetapi nilai ibadah dapat berkurang bahkan hilang apabila dosa tersebut terus dilakukan.

Karena itu, menjaga lisan menjadi bagian penting agar puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan benar-benar menghadirkan perubahan akhlak yang lebih baik. (Rahma)

Baca juga: Batas Puasa Qadha 2026 yang Perlu Diketahui Umat Islam