Konten dari Pengguna

Apakah Puasa Rajab Bisa Digabung dengan Puasa Qadha? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah puasa Rajab bisa digabung dengan puasa qadha?  .Foto:Unsplash/Rauf Alvi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah puasa Rajab bisa digabung dengan puasa qadha? .Foto:Unsplash/Rauf Alvi

Apakah puasa Rajab bisa digabung dengan puasa qadha? Pertanyaan ini kerap muncul ketika bulan Rajab tiba, sementara sebagian umat Islam masih memiliki tanggungan puasa Ramadan yang belum ditunaikan.

Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah. Di sisi lain, puasa qadha Ramadan bersifat wajib bagi setiap Muslim yang meninggalkannya karena uzur tertentu.

Kondisi inilah yang membuat banyak orang ingin mengetahui apakah dua jenis puasa tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan dalam satu waktu.

Apakah Puasa Rajab Bisa Digabung dengan Puasa Qadha?

Ilustrasi Apakah puasa Rajab bisa digabung dengan puasa qadha? .Foto:Unsplash//Rauf Alvi

Apakah puasa Rajab bisa digabung dengan puasa qadha? Berdasarkan penjelasan dari laman baznas.go.id, menggabungkan puasa sunnah Rajab dengan puasa qadha Ramadan diperbolehkan dalam Islam.

Puasa qadha merupakan ibadah wajib yang harus diutamakan, sedangkan puasa Rajab termasuk puasa sunnah yang pelaksanaannya fleksibel selama bulan Rajab. Ketika seseorang melaksanakan puasa qadha di bulan Rajab, maka secara waktu ia telah berpuasa di bulan yang memiliki keutamaan.

Dengan demikian, selain menunaikan kewajiban mengganti puasa Ramadan, ia juga berkesempatan mendapatkan pahala puasa sunnah karena bertepatan dengan bulan Rajab.

Dalam pelaksanaannya, niat menjadi unsur yang sangat penting. Niat utama yang harus ada adalah niat puasa qadha Ramadan karena hukumnya wajib.

Sementara itu, niat puasa sunnah Rajab dapat menyertai niat qadha tersebut. Selama niat qadha dilakukan dengan benar, maka puasa yang dijalankan sudah sah sebagai pengganti puasa Ramadan yang tertinggal.

Banyak ulama menjelaskan bahwa ketika seseorang berpuasa qadha di waktu yang memiliki keutamaan, maka keutamaan waktu tersebut tetap bisa diperoleh meskipun tujuan utamanya adalah menunaikan kewajiban.

Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai penggabungan puasa wajib dan sunnah. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat puasa qadha dengan puasa sunnah, dengan harapan pahala sunnah tetap didapatkan.

Namun, ada pula ulama yang berpendapat bahwa memisahkan puasa qadha dan puasa sunnah lebih utama agar masing-masing ibadah memperoleh pahala secara sempurna.

Pendapat ini biasanya dianjurkan bagi mereka yang memiliki kelapangan waktu dan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan qadha puasa. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa puasa Rajab bisa digabung dengan puasa qadha Ramadan dan hukumnya boleh.

Umat Islam tetap dianjurkan untuk mendahulukan kewajiban qadha, sekaligus memanfaatkan bulan Rajab sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah.

Dengan niat puasa yang benar dan pelaksanaan yang sesuai syariat, puasa ini dapat menjadi jalan untuk menunaikan kewajiban sekaligus meraih keutamaan.(Arif)

Baca juga: Jadwal Puasa Rajab 2025 yang Perlu Dilakukan Umat Islam