Arti Majas Personifikasi, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, siswa-siswa akan menemukan istilah majas personifikasi. Namun, siapa sangka bahwa penggunaan majas jenis ini ternyata sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu. Dalam penggunaannya, majas diciptakan untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembicaranya.
Merujuk pada buku Get Success Ujian Bahasa Indonesia untuk SMP oleh Seni Handiyani dan Wildan, sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga unsur dasar, yakni kejujuran, sopan santun, dan menarik. Secara garis besar majas dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu majas perbandingan, pertentangan, dan pertautan.
Majas personifikasi sendiri masuk dalam kategori majas perbandingan. Adapun cara membandingkannya, yaitu meletakkan sifat-sifat insan (manusia) pada sebuah benda.
Istilah majas personifikasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu prosopopoeia yang artinya memanusiakan. Agar lebih memahami dan mampu membedakannya dengan jenis majas lain, simak pengertian dan contohnya berikut ini.
Pengertian Majas Personifikasi Menurut Para Ahli
Pitwanto dalam bukunya berjudul Ingin Jadi Penulis Best Seller, arti majas personifikasi adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memanusiakan atau seolah-olah menghidupkan sebuah benda mati. Singkatnya, gaya bahasa yang menggambarkan benda mati menjadi sebuah sosok yang hidup.
Goris Keraf pada tahun 1988 menambahkan bahwa pengertian majas personifikasi adalah majas yang menggambarkan barang yang tidak bernyawa atau benda mati, agar memiliki sifat kemanusiaan. Majas ini meletakkan perilaku manusia dan menggunakannya melalui benda mati, agar benda mati tersebut tampak bernyawa atau memiliki sifat layaknya benda hidup.
Tarigan juga memaparkan tentang arti majas personifikasi, yaitu gaya bahasa yang melekatkan sifat insani atau manusia terhadap benda yang tidak memiliki nyawa. Oleh sebab itu, gaya bahasa personifikasi akan membuat suatu benda seolah-olah memiliki sifat manusia.
Sementara itu, Nurgiantoro berpendapat bahwa personifikasi merupakan jenis majas yang memberikan sifat kemanusiaan pada benda mati. Sifat yang diberikan sebenarnya hanya dimiliki manusia, sehingga majas ini juga sering disebut sebagai majas pengorangan.
Sifat-sifat manusia yang dialihkan ke benda atau makhluk yang bukan manusia tersebut meliputi watak, tingkah laku, karakter, ciri fisik, perasaan, pikiran, verbal, nonverbal, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya, di dalam penggunaan majas ini terdapat persamaan sifat antara benda mati dan manusia.
Namun, sifat tersebut sebetulnya memiliki perbandingan yang sangat kontras pula. Tak khayal majas ini dapat dipandang sebagai majas yang berdasar pada sifat perbandingan dan persamaan.
Adapun contoh karya sastra yang banyak menggunakan majas personifikasi, yaitu karya dari Pramoedya Ananta Toer dan Andrea Hirata.
Contoh Majas Personifikasi
Berikut contoh majas personifikasi tentang cinta, yaitu:
Rasa cinta itu telah mengecup hatinya dan ia dilanda oleh gemuruh rindu.
Kejadian itu telah memberinya kebahagiaan yang begitu besar.
Harapan itu telah mengelus dadanya, hingga ia jauh dari rasa putus asa.
Aku melihat rembulan tersenyum di antara bintang-bintang.
Aroma hutan itu mengobati rasa rindunya yang dipendam bertahun-tahun.
Kata-katanya terus terngiang di telinga dan memenuhi dadaku dengan sebuah kerinduan.
Bunga-bunga tersenyum cerah di pagi yang indah.
Setiap pagi angin dari sawah itu menyapaku dengan cara yang paling indah.
Langit senja begitu sedih, tak terlihat cahaya yang biasanya merah keemasan.
Lantunan ayat Alquran itu benar-benar menyentuh hatinya.
Genangan lumpur itu menahan langkahnya sesaat.
Air, udara, dan tanah memberikan kehidupan untuk seluruh mahluk hidup tanpa pamrih.
Bumi memangku semua bentuk kehidupan tanpa pilih kasih.
Surat yang ia kirimkan telah menyentuh perasaanku.
Alam baru saja tidur dan kesunyian benar-benar memeluk bumi.
Udara dingin memelukku di sepertiga malam.
Mawar merekah tersenyum di pagi hari dan membangkitkan semangatku.
Lukisan Monalisa memberikan kesan kepada siapa pun yang melihatnya.
Angin badai menyayat tulang rusukku.
Hari Senin kemarin sangat gelap karena awan hitam terlihat murung.
Mengutip dalam buku Top Book SMP Kelas IX terbitan Tim Sigma, berikut contoh kalimat majas personifikasi yang diterapkan dalam sebuah kalimat.
“Bulir padi menunduk seraya mengucapkan selamat pagi kepada para pejalan kaki.”
Dalam kalimat di atas, majas personifikasi terdapat pada kata “bulir padi menunduk”. Gaya bahasa ini memberikan sifat atau perilaku yang biasa dilakukan oleh manusia ke bulir padi yang nyatanya tidak memiliki nyawa.
“Malam itu, bulan mengintip di balik awan bersama dedaunan yang ikut menari mengikuti alunan musik malam.”
Kata “bulan mengintip” dan “dedaunan menari” merupakan bentuk dari majas personifikasi. Di dalam kata inilah digambarkan sifat manusia ke dalam bentuk benda mati.
"Sudah dua jam lebih pemadam kebakaran bertarung melawan api di lokasi kebakaran."
Sudah diketahui bersama bahwasanya api merupakan benda mati. Namun, bagaimana bisa seorang pemadam kebakaran bertarung melawan api? Tentunya hal tersebut hanyalah sebuah kiasan agar kalimat menjadi lebih hidup.
"Bulan dan bintang akan terus menemani perjalanan malam ini."
Bulan dan bintang merupakan bintang mati. Dalam majas personifikasi ini, bulan bintang diberikan sifat manusia yang bisa menemani.
"Tarian daun berguguran begitu indah dilihat saat senja seperti ini."
Bagaimana mungkin sebuah daun bisa menari? Hal tersebut hanyalah majas personifikasi untuk menggambarkan tentang keindahan suasana senja.
Ciri-Ciri Majas Personifikasi
Kecenderungan untuk menggunakan majas personifikasi disebabkan oleh adanya sekat atau batasan antara manusia dan benda-benda mati. Personifikasi bekerja dengan cara menghilangkan batasan tersebut, agar manusia dapat menghayati atau mengapresiasinya dengan lebih baik.
Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Oleh sebab itu, hal pertama yang akan dilakukan oleh manusia adalah mengapresiasi hal-hal yang berada di sekitarnya.
Jauh lebih mudah untuk menghayati keindahan alam bagi orang yang kurang sensitif terhadap keindahannya, jika seseorang mampu mengibaratkan alam layaknya manusia.
Sebagai contoh, kata angin berbisik, nyiur melambai, dan tatapan tajam kamera akan memberikan nuansa yang lebih kuat terhadap persepsi seseorang sebagai manusia, agar lebih menyadari dan menghargai keberadaannya.
Rasa kepemilikan juga akan jauh lebih dirasakan ketika majas ini digunakan. Benda sehari-hari yang selama ini hanya manusia rasakan manfaatnya, akan tampak lebih jelas dari biasanya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri majas personifikasi ialah:
Menggunakan kata yang menggambarkan sifat makhluk hidup, dalam hal ini adalah manusia.
Membandingkan suatu benda dengan sifat atau karakter manusia.
Dalam gaya bahasa, mampu menjelaskan situasi penulis menggunakan bayangan atau angan. Oleh sebab itu, penulis akan mengajak para pembaca untuk membayangkan tulisannya.
Sementara itu, fungsi majas personifikasi di antaranya meliputi:
Tulisan atau susunan kalimat menjadi lebih menarik dan unik.
Membangun suasana pada suatu karya sastra dengan cara mengajak pembacanya membayangkan atau mengangankannya.
Memberikan kesan imajinatif dan membangun emosi.
Menciptakan rasa memiliki dan hubungan antar benda mati dengan sekitarnya.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu majas?

Apa itu majas?
Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu. Dalam penggunaannya, majas diciptakan untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembicaranya.
Apa unsur dasar majas?

Apa unsur dasar majas?
Sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga unsur dasar, yakni kejujuran, sopan santun, dan menarik.
Apa arti majas personifikasi?

Apa arti majas personifikasi?
Arti majas personifikasi adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memanusiakan atau seolah-olah menghidupkan sebuah benda mati. Singkatnya, gaya bahasa yang menggambarkan benda mati menjadi sebuah sosok yang hidup.
