Arti Peribahasa Bagai Katak dalam Tempurung dan Contoh Perumpamaan Lainnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagai katak dalam tempurung merupakan peribahasa yang sering digunakan masyarakat Indonesia. Arti peribahasa bagai katak dalam tempurung berkaitan dengan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki seseorang.
Bagai katak dalam tempurung termasuk jenis peribahasa berbentuk perumpamaan. Mengutip buku Cakap Peribahasa, Puisi Baru, dan Pantun oleh Puput Alviani, ungkapan yang disampaikan dalam peribahasa jenis ini mengandung arti simbolis dan biasa dimulai dengan kata seperti, bagai, atau bak.
Sebelum menggunakannya dalam percakapan, pahami dulu apa arti peribahasa bagai katak dalam tempurung lewat artikel berikut.
Arti Peribahasa Bagai Katak dalam Tempurung
Mengutip buku Get Success UASBN Bahasa Indonesia oleh Ernawati Waridah dan Siti Maryatin, peribahasa bagai katak dalam tempurung artinya seseorang yang sangat picik atau sedikit pengetahuannya dan pendek pandangannya. Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang tidak mampu memahami hal-hal di luar lingkungannya sendiri.
Misalnya, jika seseorang hanya terbiasa dengan lingkungan atau budaya tertentu dan tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang hal-hal yang lebih luas, mereka dapat diibaratkan seperti katak dalam tempurung.
Seseorang yang diibaratkan bagai katak dalam tempurung biasanya enggan keluar dari zona nyaman. Mereka tidak mau melihat dan memahami hal-hal di luar dunia kecilnya karena takut mengambil risiko dan menolak untuk memahami perspektif yang berbeda.
Keterbatasan pemahaman tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya minat untuk belajar hal-hal baru, adanya sikap penolakan terhadap pemikiran yang berbeda. Akibatnya, orang yang disebut sebagai katak dalam tempurung akan melewatkan peluang untuk tumbuh dan berkembang.
Peribahasa bagai katak dalam tempurung mengajarkan tentang pentingnya kemauan untuk belajar dan memahami hal-hal baru. Dengan demikian, seseorang dapat tumbuh menjadi individu yang berwawasan luas dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.
Baca juga: Arti Peribahasa Bagai Telur di Ujung Tanduk
Contoh Peribahasa Perumpamaan Lainnya
Selain bagai katak dalam tempurung, ada banyak peribahasa lain yang berbentuk perumpamaan. Berikut daftar dan artinya dikutip dari Kumpulan Lengkap Peribahasa Indonesia Edisi Revisi tulisan Gamal Komandoko:
Bagai menghela tali jela: Bertindak (melakukan) sesuatu dengan sangat hati-hati.
Bagai menghitung bintang di langit: Mengerjakan suatu perbuatan yang sia-sia (tidak berguna).
Bagai pinang dibelah dua: Orang yang sangat mirip.
Bagai pintu tak berpasak, perahu tidak berkemudi: Sesuatu yang sangat berbahaya.
Bagai rambut dibelah tujuh: Sangat kecil atau sedikit sekali.
Bagai telur di ujung tanduk: Keadaan yang sangat berbahaya, kritis, atau genting.
Bagai pungguk merindukan bulan: Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau mustahil diraih.
Bagai manik putus talinya: Air mata yang jatuh bercucuran karena mendengar berita menyedihkan.
Seperti anjing dan kucing: Dua orang yang selalu bertengkar.
Seperti air di daun talas: Cepat menghilang tiada berbekas.
Seperti bulan kesiangan: Wajah perempuan yang terlihat sangat pucat karena selalu bersedih hatinya.
Seperti cacing kepanasan: Merasa tidak tenang, tidak bisa diam, sangat gelisah.
Seperti cincin dengan permata: Pasangan yang cocok sekali.
Seperti air dalam sekam: Bahaya yang dapat terjadi setiap waktu atau kejahatan yang dilakukan diam-diam.
(ADS)
Baca juga: Arti Habis Manis Sepah Dibuang dan Peribahasa dengan Tema Serupa
