Arti Peribahasa Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga dan Ungkapan Lain yang Serupa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peribahasa nila setitik rusak susu sebelanga berkaitan dengan sikap manusia. Peribahasa ini mengandung pesan tentang dampak dari sikap dan perbuatan seseorang kepada hal yang lebih besar.
Dalam bahasa Indonesia, peribahasa artinya kumpulan kata yang membentuk frasa dan memiliki makna tersirat yang berisi nasihat bagi pembaca. Peribahasa diwariskan secara turun menurun dan disampaikan secara verbal. Untuk itu, penting bagi masyarakat Indonesia masa kini untuk memahami macam-macam peribahasa dan maknanya.
Di bawah ini akan dijelaskan makna peribahasa nila setitik rusak susu sebelanga, beserta peribahasa lain yang memiliki pesan serupa.
Arti Peribahasa Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga
Dikutip dari buku Kumpulan Lengkap Peribahasa Indonesia karya Gamal Komandoko (2007), peribahasa “karena nila setitik, rusak susu sebelanga” memiliki arti "karena kesalahan atau kekeliruan kecil, kebaikan yang banyak dan sudah dilakukan selama ini akan hilang". Peribahasa ini juga berarti karena keburukan kecil akhirnya merusak semuanya.
Frasa “nilai setitik" dapat diibaratkan sebagai setetes tinta hitam atau kotoran yang jumlahnya sangat sedikit namun bersifat merusak. Sementara itu, "susu sebelanga" diartikan sebagai segelas atau satu wadah susu yang putih dan bersih. Bagian-bagian dari peribahasa ini menggambarkan bagaimana sedikit saja kotoran dapat merusak warna dan kualitas segelas susu.
Pesan yang disampaikan peribahasa ini adalah agar selalu berhati-hati dalam bertindak. Jika melakukan sedikit kesalahan saja, reputasi yang sudah dibangun selama ini dapat rusak dan menjadi sia-sia.
Baca juga: Arti Duri dalam Daging dan Peribahasa Lain Bertema Sejenis
Peribahasa Berisi Pesan Baik
Selain "karena nila setitik, rusak susu sebelanga", ada juga peribahasa bahasa Indonesia lain yang memiliki nasihat baik bagi manusia. Dirangkum dari buku yang sama, berikut beberapa peribahasa dan maknanya:
Karena mulut bisa binasa
Karena salah ucap atau salah berkata, dapat menyebabkan kesialan.
Mati rusa karena jejak, mati kuau karena bunyi
Mati celaka karena menunjukkan keunggulan dan menyombongkannya kepada orang lain.
Malang cekala Raja Genggang, tuak terbeli tunjang hilang
Hal yang hendak diraih tidak tercapai, dan hal yang telah dimiliki malah hilang karena sibuk mengejar ketidakpastian.
Enggan berdayung hanyut serantau, malu bertanya sesat di jalan
Malas dalam berusaha atau bekerja, sehingga akan mendapat kesulitan atau celaka di kemudian hari.
Sebab pulut binasa santan, sebab mulut binasa badan
Perkataan hendaknya sungguh-sungguh diperhatikan supaya tidak mengucap hal buruk dan mendapat kesialan di masa depan.
Alah bisa oleh karena biasa
Seseorang yang memiliki kepintaran dan kepandaian, bisa kalah oleh orang lain yang sebenarnya bodoh namun tekun latihan, rajin belajar, dan berusaha.
Bagaimana hari takkan hujan, katak betung dalam telaga berteriak selalu
Jika senantiasa tekun dan rajin berusaha, maka perlahan-lahan akan berhasil.
Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh
Orang yang baik biasanya akan mengeluarkan perkataan yang baik-baik juga.
(TAR)
Baca juga: Kumpulan Peribahasa Sindiran Halus tapi Menyakitkan untuk Orang Bermuka Dua
